.

Jumat, 22 Februari 2013

02. VISI dan MISI Bisnis


Seri Konsep Manajemen Strategis
oleh: Fajardhani

(artikel sejenis baca disini)

Pernyataan visi dan misi disusun dengan upaya yang besar dan bukan tanpa tujuan. Tetapi semangat pada sebagian visi dan misi yang hebat tersebut ditengarai tidak bisa diwujudkan.

Pernyataan visi dan misi dapat ditemukan dalam laporan keuangan atau website badan-badan usaha atau lembaga pemerintahan. Bagian kedua ini berfokus pada konsep dan perangkat yang diperlukan untuk melakukan evaluasi dan penulisan visi dan misi. Pemahaman yang sama tentang visi dan misi merupakan hal penting bagi seluruh personil di dalam sebuah organisasi.

Pertanyataan visi berbeda dengan misi. Jika pernyataan misi menjawab pertanyaan “Apakah bisnis kita?” maka pernyataan visi mencoba menjawab pertanyaan “Ingin menjadi seperti apakah kita?”.

Tidak jarang pernyataan visi dan misi dibentuk saat sebuah organisasi sedang menghadapi masalah. Namun, menurut Drucker waktu yang tepat adalah saat institusi sedang menikmati keberhasilan.

Pernyataan misi biasanya memiliki karakteristik tertentu berupa deklarasi sikap, orientasi konsumen, deklarasi kebijakan sosial dan kemungkinan bisa berkembang sesuai perkembangan.

Komponen-komponen pernyataan misi terdiri dari:
  1. Konsumen
  2. Produk atau jasa
  3. Pasar
  4. Teknologi
  5. Fokus pada kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan profitabilitas
  6. Filosofi
  7. Konsep diri
  8. Fokus pada citra publik
  9. Fokus pada karyawan
Dan, beberapa karakteristik pernyataan misi yang dipelajari:
  1. Luas dalam cakupan
  2. Panjang kalimatnya tidak lebih dari 250 kata
  3. Menginspirasi
  4. Mengidentifikasi kegunaan produk perusahaan
  5. Menunjukkan bahwa perusahaan bertanggungjawab secara sosial
  6. Menunjukkan bahwa perusahaan bertanggungjawab secara lingkungan
  7. Memasukkan sembilan komponen misi yang disebutkan sebelumnya
  8. Tak lekang oleh waktu.
Barangkali kita perlu memikirkan bagaimana kinerja dua atau lebih institusi yang harus melakukan kerjasama sementara visi dan misi mereka kurang sejalan satu dengan lainnya – khususnya kinerja jangka panjang.

Sumber:
David Fred R., Manajemen Strategis Konsep edisi12, Penerbit Salemba Empat, 2009.

Artikel Terkait

50 komentar:

  1. Nilai penting pernyataan visi dan misi menurut Rarick dan Vitton adalah mereka menemukan bahwa perusahaan dengan pernyataan visi formal memiliki pengembalian atas ekuitas pemegang saham dua kali lebih besar dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan tanpa pernyataan visi dan misi. Bart dan Baetz juga menemukan hubungan positif antara pernyataan misi dan kinerja operasional.

    Namun, beberapa kajian lain mendapati bahwa memiliki pernyataan misi tidak secara langsung berkontribusi secara positif terhadap kinerja finansial. Hal ini tergantung dari sampai sejauh mana manajer dan karyawan terlibat di dalam pengembangan pernyataan visi dan misi dapat membuat perbedaan dalam keberhasilan dan bisnis. Karena ketika karyawan dan manajer bersama-sama membentuk atau menyusun pernyataan visi dan misi untuk suatu perusahaan, dokumen yang dihasilkan bisa mencerminkan visi personal yang diamini secara penuh oleh manajer dan karyawan terkait masa depan mereka sendiri. Visi yang sama menciptakan kebersamaan kepentingan yang dapat mengangkat para pekerja keluar dari kemonotonan kerja sehari-hari serta menuntun mereka ke dunia baru yang ditandai oleh peluang dan tantangan.

    Dibalik semua itu penulisan visi dan misi harus dilakukan secara cermat dan hati-hati dalam mengembangkan sebuah pernyataan tertulis serta sebuah penulisan visi dan misi yang jelas harus terdengar masuk akal dan tidak terkesan mengada-ngada.
    Sumber : David Fred R., Manajemen Strategis Konsep edisi12, Penerbit Salemba Empat, 2009.

    BalasHapus
  2. Assalamu`alaykum wr.wb

    Salam sayang untuk teman-teman ME, mau numpang nulis ya :)

    *S.O.S* Kopi Luwak punya saingan--kopi gajah hitam--.
    Lick the taste, and your lips will lock in the cup :).

    Beberapa minggu ini muncul berita di TV/internet mengenai pesaing baru kopi luwak, yaitu kopi gajah hitam dari Thailand yang ditemukan oleh Blake Dinkin (Canada). Untuk perdana disajikan di Hotel mewah bagian utara Thailand, bahkan sekarang Abu Dhabi, dengan harga $50/cup. Apakah Oprah Winfrey masih akan sering meminum kopi luwak Indonesia ? :)

    Walt Disney beroperasi menggunakan struktur SBU (strategic business unit): media network, parks and resorts, studios, consumer products, dan interactive, kini pun semakin gencar menerima persaingan dari Time Warner, Discovery Networks, MTV Networks, CBS Corporation.

    Visi-Misi yang telah dipertahankan, atau bahkan dikaji berkali-kali, apakah menjadi jaminan kesuksesan suatu bisnis dalam jangka panjang ? perlukah visi-misi berubah-ubah setiap kali usaha kita mengalami penurunan ?

    Buku berjudul "The Prince" karya Machiavelly (500 tahun yang lalu) disebutkan bahwa perubahan tidak mudah. Tidak ada yang lebih sulit selain mengubah sesuatu yang sudah tertata rapi.

    Seluruh 9 kriteria sebuah MISI yang telah dipaparkan Pak Fajardhani diatas, sangat penting dalam "menghidupkan" sebuah pernyataan visi-misi. Kelihatannya mudah, tetapi tidak cukup mudah.

    Mari kita lihat bagaimana pemodelan awal Manajemen Strategis yang komprehensif, dalam setiap langkahnya ditahun 2011--Indonesia Power--penting bagi kita untuk melihat upaya mereka menerapkan sebuah misi.

    Visi Sistem Informasi Indonesia Power
    “Mempunyai fasilitas Sistem Informasi proses bisnis yang unggul dan dapat diandalkan dalam pembuatan keputusan,laporan dan pelayanan.”

    Misi Sistem Informasi Indonesia Power
    “Membangun dan mengembangkan Sistem Informasi
    Perusahaan yang dapat meningkatkan efisiensi proses bisnis dan menunjang daya saing Perusahaan.”

    Dimana yang kurang ? apakah sudah cukup baik ?

    Ditahun 2011 mereka menerapkan pengadaan redundance UPS di kantor pusat, cooling air precision, Server Redundance (Real Application Cluster), pengembangan portal, data warehousing & business intelligence System (BIS), dan lain-lain. Sehingga dana yang dikeluarkan adalah tidak kurang dari 18 Milyar.

    Ditahun yang sama, mereka melakukan transfer keahlian TI terkini kepada karyawan-karyawan. Strategi dan inovasi IT Master Plan juga telah disusun untuk 2011-2016.

    Untuk keandalan pembangkit, serta pelestarian lingkungan, mereka menbangun sarana:
    - Assesment Proses Pembakaran PLTU Suralaya (untuk memperbaiki emisi gas buangan).
    - Root Cause Failure Analysis (RCFA) dan Analisa Rekomendasi Kegagalan/Failure PLTGU Priok, dan-lain-lain.

    Segala kecemasan terhadap current reality akan kita respon, dimulai dari awareness of dilemma (yang berdampak nantinya perusahaan akan mengubah strategi alternatif, maupun turnaround), hingga kemudian reflection, lalu illumination, dan kemudian motivation. Visi-Misi hendaknya mampu memberikan semangat tiap kali kita membacanya, hingga kemudian menjadi oksigen yang tidak lepas dari perjalanan perusahaan.

    Terima kasih banyak. Sekian.

    WAssalamu`alaykum wr.wb.

    RENNI EKAPUTRI (Teknik Elektro - MANTEL).

    BalasHapus
  3. Salam Manajemen Strategis,

    Sedikit menambahkan materi mengenai VISI dan MISI Bisnis.
    Menurut Campbell dan Yeung yang menekankan bahwa proses pengembangan pernyataan misi harus menciptakan ikatan emosional dan sensasi misi antara organisasi dan karyawan. Ikatan emosional terbentuk ketika individu secara personal menghayati nilai-nilai dasar dan perilaku organisasi, sehingga kesepakatan intelektual dan komitmen terhadap strategi berubah menjadi sensasi misi. Masih menurut Campbell dan Yeung membedakan antara visi dan misi. Visi adalah keadaan masa depan yang mungkin dan diinginkan sebuah organisasi, yang mencakup tujuan spesifik. Sedangkan misi lebih dikaitkan dengan perilaku dan kondisi saat ini.

    Oleh karena itu saya berpendapat suatu organisasi/ perusahaan akan sukses dan maksimal dalam mengimplementasikan misinya apabila mempunyai nilai-nilai dasar atau etika yang baik dan kuat, sehingga karyawan ketika menghayati nilai-nilai dasar atau etika dan perilaku organisasi tersebut dapat menciptakan ikatan emosional dan sensasi misi yang terarah dan positif.

    BalasHapus
  4. Barangkali kita perlu memikirkan bagaimana kinerja dua atau lebih institusi yang harus melakukan kerjasama sementara visi dan misi mereka kurang sejalan satu dengan lainnya – khususnya kinerja jangka panjang. Kalimat ini, bisa saya artikan, bagaimana laki laki dan perempuan membangun rumah tangga dengan visi dan misi yg berbeda, tentunya sulit sekali menjalaninya. Jikapun hal itu harus terjadi, maka peluang misi yang dikerjakan adalah Fokus pada Kelangsungan Hidup, Pertumbuhan, dan Profitibilitas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju dgn pendapat Anda. Contoh perusahaan yg visinya kemungkinan besar tidak sama adalah perusahaan telko dan perusahaan (distributor) solar cell. Yang pertama visinya pasti ttg keunggulan di bidang telko. Sementara yg kedua, jika ia hanya penjual maka keuntungan finansial menjadi visi utama, tapi kalau sekaligus sbg produsen maka visinya tidak akan jauh dari green energy. Tapi bahkan tanpa irisan visi keduanya dapat bekerja sama atas motif ekonomi. Tanpa konsen ttg lingkungan pun Perusahaan telko menggunakan solar cell semata-mata utk menghemat penggunaan diesel di BTS-BTS mereka. Demikian terimakasih.

      Hapus
  5. Perbedaan visi dan misi antara dua atau lebih organisasi yang mengakibatkan kinerja organisasi tersebut kurang sejalan merupakan masalah klasik karena setiap organisasi secara alami melalui visi dan misinya mereka ingin mencapai tujuannya masing-masing. Namun apabila masing-masing organisasi tersebut masuk dalam satu induk organisasi, maka hal itu tidak boleh terjadi karena akan menghambat kinerja induk organisasinya. Sehebat apapun visi dan misi yang sudah dibuat, maka hal itu hanya akan jadi semboyan tanpa makna jika tidak ada kerjasama dan koordinasi yang baik antar organisasi. Agar bisa melakukan kerjasama dengan baik, maka solusi yang perlu dilakukan adalah dengan duduk bersama dan menyatukan pandangan untuk tujuan bersama serta mereviu kembali visi dan misi masing-masing organisasi. Visi dan misi hendaknya dibuat agar mendukung visi dan misi organisasi induk. Apabila telah didapatkan satu pandangan bersama, maka akan lebih mudah bagi masing-masing organisasi untuk melakukan kerjasama.

    BalasHapus
  6. Teman-teman Manajemen Energi, saya ingin bertanya, apakah tingkat pemahaman dan internalisasi Visi dan Misi berbeda-beda tergantung level karyawan?. Hal ini karena saya melihat untuk posisi yang cukup rendah (misal: clerk, admin dokumen, receptionist, dll) sangat jauh/abstrak untuk mengaitkan pekerjaan dengan Visi dan Misi yang ingin dituju. Yang ke-dua, antara budaya dengan visi misi mana yang harus duluan atau mana yang harus mengikuti? Apakah visi misi harus dibangun berdasarkan budaya yang ada atau sebaliknya?. Ke-tiga, visi misi dan strategi bisnis diturunkan sesuai hierarki organisasi kadang menyebabkan organisasi yang seharusnya bertujuan agar menjadi fokus namun kadang menimbulkan “kerajaan-kerajaan kecil” karena setiap bagian menganggap mempunyai kotribusi terbesar dan tugas terberat untuk mencapai visi dan misi, apakah faktor yang menyebabkannya.

    Regards,
    Putu Eka Suarjaya (Mantel)
    1206181673

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yth Sdr Eka,

      Saya akan menjawab pertanyaan 1 dengan sebuah kisah. Dahulu ada seorang tukang batu yang bekerja di pembangunan sebuah katedral megah bersama ratusan tukang lainnya. Dia selalu bersemangat dan tidak pernah mengeluh. Saat ditanya oleh mandornya kenapa kamu selalu kelihatan senang begitu seakan-akan kamu saja arsiteknya? Dia menjawab, tentu saja saya senang, saya bangga karena pekerjaan saya menumpuk-numpuk batu ini akan menjadikan sebuah katedral yang indah.

      Nah, bagaimanakah kita menanamkan pada diri setiap karyawan, termasuk diri kita, bahwa pekerjaan kita penting bagi perusahaan? Dengan mencari tahu tentunya. Apa gunanya resepsionis? Mereka adalah senyum pertama perusahaan. Apa gunanya tukang bersih-bersih? Mereka adalah bagian dari servis yang excel. Semua orang mempunyai peran. Masalahnya, kadang memang manajemen kurang membina, memotivasi karyawan di level tertentu (bawah) agar mereka senantiasa bangga dengan apa yang mereka lakukan, tentu saja perlu dipikirkan untuk menaikkan peran serta mereka.

      Demikian, terimakasih.

      Hapus
    2. Mencoba menjawab pertanyaan yang pertama apakah tingkat pemahaman dan internalisasi Visi dan Misi berbeda-beda tergantung level karyawan? Jawabnya iya, karena manusia adalah makhluk rasional (Bartens, K), maka ia akan menyesuaikan prilakunya dengan level yang diembannya. Namun perbedaan tersebut tidak menghambat perkembangan/tujuan perusahaan karena adanya Visi perusahaan. Visi merupakan sebuah alat pemersatu resources untuk mencapai tujuan bersama seperti yang disampaikan Bapak Fajardhani pada kesempatan sebelumnya.

      pertanyaan kedua yaitu Antara budaya dengan visi misi mana yang harus duluan atau mana yang harus mengikuti? Apakah visi misi harus dibangun berdasarkan budaya yang ada atau sebaliknya?
      Dalam sebuah organisasi atau perusahaan cenderung memiliki budaya didalamnya, dimana Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi, (wikipedia). Namun, seperti yang kita ketahui bahwa didalam budaya terkandung nila-nilai positif dan negatif. Disis lain, menurut DR.A.B.Susanto visi adalah sebuah gambaran mengenai tujuan dan cita-cita di masa depan yang harus dimiliki organisasi sebelum disusun rencana bagaimana mencapainya, sedangkan misi adalah bagaimana untuk menghadirkan impian menjadi kenyataan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Visi dan misi cenderung mengandung nilai yang positif.
      Jadi jelaslah, visi dan misi harus di utamakan, karena budaya yang di harapakan dalam sebuah organisasi atau perusahaan ialah budaya yang dibangun/terbentuk berdasarkan upaya untuk mencapai visi dan misinya.
      Mohon koreksi dan tambahan klo ada kekeliruan dan kekurangan,..

      Salam,
      Andi
      1206180380

      Hapus
    3. Terima kasih masukkannya saudara Ibu Elok dan Bapak Andi,

      Memang dalam prakteknya tidaklah semua level karyawan memiliki pemahaman yg sama. visi,misi, dan tujuan itu sendiri sebenarnya bisa diturunkan dari budaya organisasi misalnya coorporate culture,work culture. Karena membangun budaya maka prosesnya butuh waktu tidak singkat. Disinilah manajemen puncak harus mengembangkan kepemimpinan yg partisipatif dan kemitraan dimana semua saling menghargai. Idealnya lewat itu maka tidak ada kesultanan-kesultanan kecil. Semua bekerja berdasarkan prinsip kebersamaan dan solidaritas.

      Regards,
      Putu Eka Suarjaya
      1206181673

      Hapus
  7. Menurut saya kegagalan perusahaan yang sudah mempunyai visi dan misi adalah lebih karena ketidakmampuan menterjemahkan visi dan misi tersebut ke dalam suatu langkah aksi yang konkret juga ketidakmampuan mengukur kinerjanya atau dengan kata lain visi misi tersebut hanya sekedar slogan yang tidak mampu membawa segenap elemen perusahaan bergerak bersama menuju satu tujuan yaitu untuk mencapai tujuan strategis perusahaan. Ketidaksinkronan akan semakin menjadi bahkan akan terjadi di segenap lini bila perusahaan ini bekerjasama dengan perusahaan lain yang visi misinya tidak sejalan.
    Demikian sebaliknya, walaupun dua perusahaan mempunyai visi dan misi yang tidak sejalan namun masing – masing mampu menterjemahkan kedalam langkah aksinya serta dapat diukur kinerjanya, masih sangat memungkinkan untuk diselaraskan guna mencapai tujuan bersama yang dijadikan pengikat kerjasama. Biasanya phase kritis dalam kerjasama ini adalah penyelarasan operasional dan organisasi lebih karena masing –masing memiliki latarbelakang / budaya kerja yang berbeda.
    Beruntung saat ini terdapat beberapa sistim manajemen yang dapat dipergunakan untuk menterjemahkan visi misi kedalam suatu aksi termasuk mengukur indikator kinerja kunci, antara lain adalah balance scorecard yang dikembangkan oleh Kaplan dan Norton.
    Menurut Kaplan dan Norton (1996), Balanced Scorecard merupakan alat pengukur kinerja eksekutif yang memerlukan ukuran komprehensif dengan empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.
    Pendekatan Balance Scorecard dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan pokok, yaitu (Kaplan dan Norton, 1996):
    1. Bagaimana penampilan perusahaan dimata para pemegang saham? (perspektif keuangan)
    2. Bagaimana pandangan para pelanggan terhadap perusahaan? (perspektif pelanggan)
    3. Apa yang menjadi keunggulan perusahaan? (perspektif bisnis internal)
    4. Apa perusahaan harus terus menerus melakukan perbaikan dan menciptakan nilai secara berkesinambungan? (perspektif pertumbuhan dan pembelajaran)
    Selain itu, Balanced Scorecard juga memberikan kerangka berpikir untuk menjabarkan strategi perusahaan ke dalam segi operasional. Kaplan dan Norton (1996) mengatakan bahwa perusahaan menggunakan focus pengukuran scorecard untuk menghasilkan berbagai proses manajemen, meliputi :
    1. Memperjelas dan menerjemahkan visi dan strategi
    Untuk menentukan ukuran kinerja perusahaan, visi organisasi dijabarkan ke dalam tujuan dan sasaran.
    2. Mengkomunikasikan dan mengaitkan berbagai tujuan dan ukuran strategis
    Balanced scorecard memperlihatkan kepada setiap karyawan apa yang dilakukan perusahaan untuk mencapai apa yang menjadi keinginan para pemegang saham dan konsumen.
    3. Merencanakan, menetapkan sasaran, dan menyelaraskan berbagai inisiatif strategis
    Rencana bisnis memungkinkan organisasi mengintegrasikan antara rencana bisnis dan rencana keuangan mereka. Balanced scorecard sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya dan mengatur mana yang lebih penting untuk diprioritaskan, akan menggerakkan ke arah tujuan jangka panjang perusahaan secara menyeluruh.
    4. Meningkatkan umpan balik dan pembelajaran strategis
    Proses keempat ini akan memberikan strategic learning kepada perusahaan.
    Dengan Balanced Scorecard, tujuan suatu perusahaan tidak hanya dinyatakan dalam ukuran keuangan saja, melainkan dinyatakan dalam ukuran dimana perusahaan tersebut menciptakan nilai terhadap pelanggan yang ada pada saat ini dan akan datang, dan bagaimana perusahaan tersebut harus meningkatkan kemampuan internalnya termasuk investasi pada manusia, sistem, dan prosedur yang dibutuhkan untuk memperoleh kinerja yang lebih baik di masa mendatang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menambahkan tulisan pak Beni mengenai sistem manajemen :

      Menurut saya, tidak ada satu sistem manajemen mana pun yang
      dapat diklaim sebagai pendongkrak sistem kinerja perusahaan. Persoalannya bukanlah pada sistem manajemen apa yang diterapkan perusahan, tetapi apakah perusahaan dapat melaksanakan sistem tersebut secara penuh kedisiplinan dan sepenuh hati.

      Kita mencatat beberapa perusahaan “market leader” menggunakan
      konsep yang berbeda. Toyota menggunakan kehandalan TQM. McD
      sukses dengan SCM. Canon memfokuskan pada Core Competence.
      Microsoft fokus pada Intellectual Capital. Coca Cola menekankan pada Brand Management. Nokia pada Core Values. GE sukses berkat Six Sigma. Mobil Oil dengan BSC. Singapore Airlines menggunakan CRM, dan seterusnya.

      Sebaliknya jika terjadi kegagalan dan direksi atau para staf menyalahkan sistem manajemen yang dipakai, sebaiknya berbaliklah bertanya pada diri sendiri apakah penerapanannya dengan sepenuh hati?

      Hapus
    2. Dear Pak Beni,

      Mau menanggapi sedikit Pak.
      Tepat sekali yang Bapak jabarkan tentang Balanced Scorecard, tetapi Balance Scorecard merupakan sebuah proses bagi perusahaan untuk "mengevaluasi strategi" dari 4 perspektif yang Bapak katakan diatas.

      "Mengevaluasi strategi" adalah tahapan ke-3 dari "Model Manajemen Strategis Komprehensif", figure 2-1 hal (84), BAB 2, Fred David, atau figure 3-1 (121), BAB 3, Fred David.

      Evaluasi strategi merupakan tahapan setelah menyatakan RJP. Sehingga bukan merupakan tahapan "evaluasi kinerja".

      Oleh sebab itu karakteristik sistem evaluasi yang efektif adalah:
      - Harus ekonomis
      - Aktifitas evaluasi strategi harus bermakna dan berkaitan dengan tujuan perusahaan.
      - Tahapan evaluasi strategi harus dirancang untuk menyediakan gambaran yang benar mengenai yang sedang terjadi.
      - Tidak boleh mendominasi keputusan.

      Sehingga tidak ada satu sistem evaluasi yang paling ideal. Sehingga mungkin ada kebijakan-kebijakan perusahaan yang tidak menggunakan "balanced scrorecard".

      Robert Waterman mengatakan : perusahaan yang sukses memperlakukan fakta sebagai kawan dan pengendalian sebagai kebebasan.

      Sehingga balanced scorecard bukan sebagai gangguan otokrasi melainkan sebagai penegakan prinsip checks and balances yang memungkinkan perusahaan untuk kreatif dan bebas.

      Karena itu banyak perusahaan yang membawakan "perencanaan kontinjensi", yang merupakan rencana alternatif yang dapat dijalankan jika peristiwa penting tidak terjadi seperti yang diharapkan.

      Sumber : Fred David.

      Wassalamu`alaykum wr.wb.

      RENNI EKAPUTRI (MANTEL)

      Hapus
    3. Dear Pak Beni,

      Mau menanggapi sedikit Pak.
      Tepat sekali yang Bapak jabarkan tentang Balanced Scorecard, tetapi Balance Scorecard merupakan sebuah proses bagi perusahaan untuk "mengevaluasi strategi" dari 4 perspektif yang Bapak katakan diatas.

      "Mengevaluasi strategi" adalah tahapan ke-3 dari "Model Manajemen Strategis Komprehensif", figure 2-1 hal (84), BAB 2, Fred David, atau figure 3-1 (121), BAB 3, Fred David.

      Evaluasi strategi merupakan tahapan setelah menyatakan RJP. Sehingga bukan merupakan tahapan "evaluasi kinerja".

      Oleh sebab itu karakteristik sistem evaluasi yang efektif adalah:
      - Harus ekonomis
      - Aktifitas evaluasi strategi harus bermakna dan berkaitan dengan tujuan perusahaan.
      - Tahapan evaluasi strategi harus dirancang untuk menyediakan gambaran yang benar mengenai yang sedang terjadi.
      - Tidak boleh mendominasi keputusan.

      Sehingga tidak ada satu sistem evaluasi yang paling ideal. Sehingga mungkin ada kebijakan-kebijakan perusahaan yang tidak menggunakan "balanced scrorecard".

      Robert Waterman mengatakan : perusahaan yang sukses memperlakukan fakta sebagai kawan dan pengendalian sebagai kebebasan.

      Sehingga balanced scorecard bukan sebagai gangguan otokrasi melainkan sebagai penegakan prinsip checks and balances yang memungkinkan perusahaan untuk kreatif dan bebas.

      Karena itu banyak perusahaan yang membawakan "perencanaan kontinjensi", yang merupakan rencana alternatif yang dapat dijalankan jika peristiwa penting tidak terjadi seperti yang diharapkan.

      Sumber : Fred David.

      Wassalamu`alaykum wr.wb.

      RENNI EKAPUTRI (MANTEL)

      Hapus
  8. Yth Pak Fadjardhani dan teman2 Energi,

    Bahasan mengenai visi misi adalah hal yang menarik dan ilmu strategi ada adalah untuk mencapai visi dan misi suatu organisasi. Dan dalam hubungannya dengan kerjasama dua atau lebih organisasi dengan visi misi yang berbeda saya setuju dengan pendapat pak Aris,bahwa hal tersebut sudah pasti akan sangat mengganggu kinerja organisasi tersebut secara keseluruhan.
    Namun kondisi seperti ini pastilah sering terjadi, dan dalam kapasitas suatu organisasi/perusahaan/institusi dengan core bisnis yang berbeda2 tidak menutup kemungkinan bahwa visi dan misi keduanyapun akan berbeda...
    Permasalahannya adalah, suatu organisasi yang satu dengan yang lainnya tidak dapat ikut campur dalam menentukan visi misi mitra kerjanya... sehingga menurut saya disinilah kemampuan dalam menentukan strategi suatu organisasi/perusahaan itu sangat dibutuhkan agar tercapai tujuan yang diinginkan tanpa membatasi gerak organisasi tersebut.

    Salam Hangat
    dari crew Mantel :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menambahkan pernyataan yang disampaikan rekan Ayu Nova terkait kerjasama kerjasama dua atau lebih organisasi dengan visi misi yang berbeda;
      Suatu perusahaan/instansi dijalankan tentu mempunyai arah dan tujuan ke depan yang hendak dicapai, hal tersebut dapat dinyatakan ke dalam visi dan misi internal secara kolektif. Seluruh anggota atau karyawan harus memiliki misi yang sama sehingga akan terjadi keselarasan gerak dalam pencapaian misi dan terjalinnya kerjasama tim untuk mewujudkan tujuan yang sama.
      Pada dasarnya visi (vision) menyatakan cita-cita atau impian yang ingin dicapai sebuah perusahaan/instansi di masa depan dalam rangka menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang. Misi (mission) menyatakan tujuan atau alasan eksistensi perusahaan/instansi melalui penyediaan layanan baik berupa produk ataupun jasa, (Wibisono: 2006).
      Dalam hal pelaksanaan suatu proyek melibatkan dua atau lebih perusahaan dengan visi dan misi yang berbeda pasti akan menghambat pencapaian tujuan. Menyikapi perbedaan tersebut maka yang harus dilakukan adalah dengan membuat suatu perjanjian tertulis (kontrak) yang disepakati dan mengikat pihak-pihak terkait sebagai langkah menyamakan tujuan. Perjanjian tertulis tersebut selanjutnya dapat dijadikan sebagai acuan visi-misi “kerjasama” yang hendak dicapai dengan mengesampingkan kepentingan sepihak (ego sektoral), karena tanpa adanya persamaan visi-misi dikhawatirkan tujuan kerjasama suatu proyek tidak bisa sejalan akibat perbedaan cara pandang, kepentingan atau bahkan bisa terjadi wanprestasi.
      Pihak-pihak yang bekerjasama masing-masing memiliki kelebihan maupun kekurangan, sehingga diharapkan dari kerjasama tersebut dapat dicapai hasil yang lebih baik dibandingkan jika pelaksanaan suatu proyek/pekerjaan dikelola sendiri. Jika dalam proses dan hasil akhir kerjasama proyek yang melibatkan dua atau lebih perusahaan tidak lebih baik dibandingkan dengan yang dilakukan sendiri (tanpa kerjasama dengan pihak lain), berarti visi-misi kerjasama tersebut belum tercapai.

      Salam, YN

      Hapus
  9. Dear all, Menarik sekali sharing teman-teman semua tentang visi dan misi. saya juga mau ikut sharing berdasarkan obrolan ringan dengan orang yang berasal negara yang saat ini sedang saya kagumi.. Negara asal Taeyeon SNSD, yaitu Korea Selatan..he he

    Ketika itu, seorang senior dari Samsung bercerita tentang Demam Korean Pop yang sekarang sedang mendunia (menimpa saya juga). bagaimana dunia hiburan korea bisa sukses di seluruh dunia, terutama di kalangan muda.. dan ternyata kesuksesan itu tidak terjadi begitu saja, "otak" dari kesuksesan ini adalah Kementerian Pariwisata di korea.

    Pada tahun 90an mereka mempunyai mimpi membangun industri wisata korea yang salah satunya adalah ingin memiliki industri entertainment yang mendunia. Lalu apa yang mereka lakukan?? mereka memilih orang-orang terbaik dan memiliki komitmen terhadap negara kemudian menyekolahkan mereka di bidang entertainment hingga ke jenjang s2 dan s3. mereka sekolah di universitas-universitas ternama di amerika dan eropa (yg saat itu industri hiburannya mendunia). mereka ditugaskan mempelajari kesuksesan negara lain dan kemudian membangun kesuksesan di korea tentu saja dengan ciri khas korea.

    Dan 10 tahun kemudian apa yang terjadi??? korean pop, drama dll menguasai industri hiburan di dunia... LUAR BIASA.. berkat orang2 yang disekolahkan di luar negeri kemudian membangun manajemen2 industri hiburan di korea. salah satu yang terbesar adalah SM Entertainment yang berhasil menelurkan SNSD, super junior, dll..

    Dari cerita ini, saya melihat teori DR.A.B.Susanto dalam bukunya yang berjudul Visi dan Misi, visi adalah sebuah gambaran mengenai tujuan dan cita-cita di masa depan yang harus dimiliki organisasi sebelum disusun rencana bagaimana mencapainya, sedangkan misi adalah bagaimana untuk menghadirkan impian tadi menjadi kenyataan..

    Kebanyakan kesuksesan berasal dari visi yang kuat yang kemudian diwujudkan

    Visi menunjukkan mengapa kita harus bergerak, dan kemana kita harus bergerak. Sedangkan misi menunjukkan bagaimana cara kita bergerak. Beliau pun menceritakan samsung electronics yang awalnya hanya ruangan kecil dengan 10 orang staf, saat ini menjadi salah satu industri terbesar mengalahkan organisasi induknya (awalnya samsung induk bergerak di bidang konstruksi).. JUGA LUAR BIASA..

    Sekian, semoga bisa menambah motivasi kita untuk belajar lebih banyak lagi dan menerapkan di bidang kita masing2..

    Salam Manajemen Strategis, Widi ME

    BalasHapus
  10. Ysh bapak ibu dan temen2 ME.


    menarik sekali mengenai pembahasan visi, misi....tapi masih ada paling sedikitnya 2 hal yang membutuhkan kan pencerahan terkait pembahasan bab ini sebagai berikut:

    1. bagaimana metode dan setiap berapa periode untuk mengevaluasi bahwa visi misi itu dapat diketahui tingkat keberhasilannya termasuk sektor pemerintah?

    2. Saya pernah melihat ada perusahaan yang merubah visi misi itu dalam tempo yang tidak jelas, kondisi yang pernah terjadi sebagai berikut:
    - pada tahun 2003 visi nya: ingin menjadi perusahaan kelas dunia biasa nya dikatakan dengan"world best company"
    - pada tahun 2005 visi berubah menjadi --> "Let's Go Number One"
    - pada tahun 2006 visi berubah lagi menjadi --> "menjadi perusahaan No 1 bidang XYZ di Indonesia"

    melihat kondisi ini sesungguhnya apa yang terjadi dengan perusahaan tersebut? (ini saya tanyakan karena perusahaan tersebut didalamnya banyak karyawannya sehingga banyak orang yang tergantung dengannya jikaa ada masalah dengan perusahaan tersebut)

    terima kasih atas pencerahannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menanggapi Pak Eko..pendapat pribadi sih, mungkin benar or tidak
      1. Kalau visi memang baiknya ada time frame, agar tidak terlalu mengawang-awang. Misal visi energi terbarukan 25/25, yaitu 25 % pangsa energi terbarukan pada tahun 2025. Setelah itu baru ada semacam roadmap, misal tahunan, sebagai panduan sekaligus tools untuk mengukur pencapaian visi. Atau kaya visi PLN yang 75/100, saya rasa spiritnya sama. Kalau di Pemerintah ada Indikator Kinerja Utama. Sehingga sebetulnya yang penting adalah kecerdasan pimpinan dalam merumuskan visi apa yang paling tepat untuk organisasi tsb
      2. Kalau visi berubah2 ya berarti memang bias itu perusahaanya, aneh dan terlalu dinamis. mungkin ada banhak variabel yang mempengaruhi..he he

      Hapus
  11. Salam Strategi,

    Menanggapi Mas Eko Hariyanto, tentang perubahan visi misi dikaitkan dengan waktu kedepannya. Menariknya Visi perusahaan yang tadinya sangat besar Visinya dan mendunia dalam tempo tiga tahun berubah menjadi No.1 di Indonesia. Visi adalah perekat bagi karyawan yang ada didalam organisasi atau perusahaan dimana mereka berada. Visi dimungkinkan berubah, namun menurut saya jangan terlampau cepat, sehingga didalam menentukan Visi apa yang akan diterapkan di perusahaan itu harus melalui proses yang kuat dan jelas, agar daya rekat bagi para karyawan atau resources yang ada didalamnya juga semakin erat didalam meraih tujuan perusahaan atau organisasi.

    Salam,VB ME12

    BalasHapus
  12. Menjawab pertanyaan Pak Eko dan sedikit menambahkan jawaban dari Pak Widya, saya akan sharing tentang Visi Misi dan Roadmap pada perusahaan dimana saya bekerja PT.Wijaya Karya (Persero)Tbk. Visi Misi Perusahaan dirumuskan setiap 1 dasawarsa dan setelah terumuskan, maka untuk mencapainya dibuatlah Road-Map perusahaan 10 tahun kedepan dengan menunjukkan target-target tiap tahapan pada perioda waktu tertentu. Visi 2020 adalah "To be one of the best integrated EPC and Investment Company in South East Asia". Dengan berdasar dari Visi Misi maka disusunlah Roadmap yang dibagi dalam 3 Milestone, yaitu : 2012 EPC Parenting Consolidation, 2014 Integrated EPC & Investment Company, 2020 Integrated EPC & Investment Company. Pada masing-masing milestone tersebut memiliki Grand Strategy untuk pencapaiannya. Menjelang berakhirnya setiap milestone, dilakukan evaluasi pencapaian dan digunakan untuk memastikan apakah grand strategy yang dicanangkan perlu disempurnakan atau kompetensi pelaksana strategi yang perlu ditingkatkan.
    Semoga bisa menambah pencerahan bagi Pak Eko.

    BalasHapus
  13. Q1/2014
    Apa kesimpulan Anda tentang visi dan misi berdasarkan masukan-masukan sebelumnya? Apa masukan tambahan yang perlu disampaikan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Visi dan Misi mutlak diperlukan bagi suatu organisasi atau perusahaan mencapai tujuan yang diharapakan. Dalam menyusun Visi Misi harus dilakukan secara bersama-sama oleh team pengambil keputusan sehingga Visi yang sama menciptakan kebersamaan kepentingan yang dapat mengangkat para pekerja keluar dari kemonotonan kerja sehari-hari serta menuntun mereka ke dunia baru yang ditandai oleh peluang dan tantangan. Visi Misi ini harus tertanam pada seluruh level atau lapisan karyawan.
      Sebagai tambahan, untuk mewujudkan Visi dan Misi secara nyata, maka harus dibuatkan Roadmap organisasi/perusahaan dan kemudian disusun strategi untuk pencapaiannya per tahapan/milestone.
      Pondy Tjahjono - ME13

      Hapus
    2. Beberapa hal sebagai berikut.

      Suatu perjanjian bersama mengenai pandangan dasar yang ingin dicapai suatu organisasi atau perusahaan merupakan hal yang amat penting. Visi tersebut seakan menanyakan organisasi tersebut dengan pertanyaan "...ingin menjadi seperti apakah kita..".

      Dari visi tersebut dapat dirumuskan pernyataan misi, yang merupakan pernyataan kegunaan, pernyataan filosofis, pernyataan kepercayaan, pernyataan prinsip-prinsip dan bahkan pernyataan yang dapat mendefinisikan aktivitas suatu organisasi atau bisnis suatu perusahaan.

      Banyak sisi positif yang dapat diperoleh suatu organisasi atau perusahaan apabila secara sistematis melihat kembali pernyataan visi dan misinya, kemudian memperlakukan visi dan misi tersebut sebagai living documents dan selanjutnya memasukkannya ke dalam budaya organisasi atau perusahaan tersebut secara keseluruhan.

      Keuntungan dan visi merupakan dua hal penting untuk memotivasi pekerja.

      Suatu misi yang jelas diperlukan sebelum strategi-strategi dapat diformulasikan dan diimplementasikan. Partisipasi manajer menengah semakin banyak akan semakin penting dalam membentuk misi, hal ini karena melalui involvement, maka komitmen pada organisasi akan terbentuk.

      Ada beberapa keuntungan dengan adanya pernyataan misi sebagai berikut:
      - Memiliki kebulatan tekad dan/atau tujuan
      - Alokasi sumber daya yang lebih baik
      - Pembentukan budaya
      - Focal point untuk setiap elemen organisasi atau setiap individu
      - Pembentukan struktur kerja yang efektif dan efisien
      - Dasar penilaian dan pengendalian
      - Resolusi dari berbagai sudut pandang yang berbeda
      - Berujung pada kinerja keuangan (finansial) yang lebih baik

      Sumber: David, F. R. 2010. Strategic Management: A Competitive Advantage Approach, Concepts and Cases, 13th ed. Prentice Hall International

      Hapus
    3. Dalam hal pencapaian suatu tujuan di perlukan suatu perencanaan dan tindakan nyata untuk dapat mewujudkannya, secara umum bisa di katakan bahwa Visi dan Misi adalah suatu konsep perencanaan yang di sertai dengan tindakan sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mencapai suatu tujuan.
      Bagi mereka yang berkecimpung dalam kegiatan organisasi tentu tidak asing dengan kalimat Visi dan Misi di karenakan suatu organisasi, kelompok atau badan suatu instansi pasti memiliki Visi dan Misi untuk mewujudkan tujuannya, tapi apakah Visi dan Misi hanya bisa di miliki dan di terapkan oleh Suatu Organisasi, kelompok atau bandan suatu instansi…? Jawabnya tentu tidak, Visi dan Misi pun bisa di miliki dan di terapkan secara personal dan individu.
      Dalam organisasi/perusahaan menurut saya perlunya juga untuk ditambahkan suatu core value yang dapat ditanamakan kepada seluruh individu-individu atau karyawan sebagai budaya guna menunjang pencapain visi dan misi suatu organisasi atau perusahaan.

      Hapus
    4. Sebuah perusahaan umumnya memiliki visi dan misi secara global. Setiap bidang dalam perusahaan tersebut juga perlu memiliki visi dan misi sendiri yang sudah berintegrasi dengan bidang-bidang lain. Visi dan misi perusahaan bersifat global sehingga setiap bidang menerjemahkan sendiri-sendiri dan dapat terjadi perselisihan karena penerjemahaan yagn berdeda dan disesuaikan dengan keadaan masing-masing, padahal bidang-bidang tersebut berada dalam satu perusahaan.

      Irham, ME'13

      Hapus
    5. Dalam praktek sebenarnya, terdapat berbagai variasi, komposisi, dan penggunaan kedua pernyataan visi dan misi. Menurut Kings dan Cleland, dalam mengembangkan peryataan visi dan misi secara tertulis suatu perusahaan harus melakukannya secara hati-hati karena alasan-alasan sebagai berikut:
      - Untuk memastikan tujuan dasar organisasi
      - Untuk memberikan basis atau standar untuk mengalokasikan sumber daya organisasi
      - Untuk menciptakan kondisi atau iklim organisasi yang umum
      - Untuk menjadi titik utama bagi individu dalam mengidentifikasi tujuan dan arah organisasi, serta mencegah mereka yang tidak sejalan untuk partisipasi lebih jauh dalam aktifitas organisasi
      - Untuk memfalisitasi penerjemahan tujuan menjadi struktur kerja yang melibatkan penugasan hingga elemen tanggung jawab dalam organisasi.
      - Untuk memberikan tujuan dasar organisasi dan kemudian untuk menerjemahkan tujuan dasar ini menjadi tujuan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga parameter waktu, biaya, dan kinerja dapat dievaluasi dan dikontrol.
      Sumber : David Fred R., Manajemen Strategis Konsep edisi12, Penerbit Salemba Empat, 2009.

      Willy, ME'13

      Hapus
    6. Ingin sedikit menambahkan

      Visi adalah “what we believe we can be”
      Visi merupakan gambaran masa depan mau jadi apa lembaga kita. Menentukan visi berarti menentukan tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai


      Dalam menentukan visi hendaknya memenuhi persyaratan:
      - Tidak berdasarkan kondisi saat ini
      - Berorientasi ke depan
      - Mengekspresikan kreatifitas
      - Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat


      Misi adalah “what we believe we can do”
      Misi adalah apa yang bisa dilakukan untuk mencapai gambaran masa depan (visi). Misi merupakan langkah-langkah dan strategi apa untuk mencapai visi kita.

      Kadangkala misi perlu dirubah sedemikian rupa apabila visi belum tercapai. Jadi bukan visinya yang dirubah hanya cara-caranya mencapai tujuan yang dirubah. Apabila visi berubah-ubah maka akan terkesan tidak konsisten gambaran masa depan tentang organisasi tersebut.

      Hapus
  14. Q2/2014
    Sejumlah pemimpin menyampaikan Visi dan Misi tapi banyak yang tidak terwujud. Dari pengetahuan di bab 1 & 2 ini, menurut Anda mengapa ini bisa sampai terjadi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa sebab Visi dan Misi tidak terwujud, pertama, perusahaan tidak mendefinisikan visi, misi, dan nilai perusahaannya. Kedua, tim manajemen telah merumuskan visi, misi, dan nilai perusahaannya namun tidak dishare kepada seluruh karyawannya. Ketiga, visi, misi, dan nilai perusahaan telah dirumuskan dan disebarkan pada karyawan tapi, mereka tidak merasa memiliki visi, misi, dan nilai perusahaannya. Para karyawan tidak diberi kesempatan untuk memberi masukan atau berpartisipasi dalam proses perumusannya. Keempat, visi, misi, dan nilai perusahaan telah dirumuskan, dan ‘dimiliki’ karyawan, namun tidak terintegrasi dengan sistem, prosedur, atau praktik organisasi.
      Pondy Tjahjono - ME13

      Hapus
    2. Kata "pemimpin" di sini adalah pimpinan puncak suatu organisasi atau perusahaan, misalnya direktur utama.

      Menurut Wheelen & Hunger (2007), tanggung jawab direktur utama umumnya berupa:
      (1) Memberikan visi strategis dan memimpin pelaksanaannya
      (2) Mengelola proses perencanaan strategis perusahaan

      Memimpin pelaksanaan misi di sini maksudnya adalah bahwa pimpinan puncak tersebut mengarahkan semua aktivitas agar perusahaan mencapai tujuannya. Sehingga ciri strategis yang menyeluruh akan terlihat jelas di sini.

      Sedangkan visi strategis tersebut merupakan gambaran terbaik tentang wujud perusahaan yang dikehendaki.

      Hal ini yang sering di-ejawantah-kan dalam pernyataan visi dan misi organisasi atau perusahaan, di mana diharapkan seluruh elemen organisasi atau seluruh karyawan menjadi bagian dari misi dan visi tersebut. Namun hal ini baru bisa tercipta apabila pimpinan puncak menunjukkannya, menjadi contoh, menjadi suru tauladan, dan menularkannya kepada seluruh elemen organisasi atau kepada semua karyawan di perusahaan. Beberapa referensi mengenai leadership menyebutkan pentingnya aspek transformatif dari kepemimpinan. Demi tujuan yang dirancang, seorang pemimpin akan mengarahkan perubahan dan pergerakan ke arah tujuan itu. Seorang pemimpin yang memiliki sifat transformatif akan membuat seluruh elemen organisasi bekerja lebih dari sekedar detil pekerjaan sehari-hari, dan bekerja untuk sesuatu yang jauh lebih besar. Segala perilaku, sikap, nilai-nilai (values) yang dianut dan segala tindak-tanduknya menjadi acuan dan dijadikan contoh bagi seluruh elemen organisasi atau semua karyawan. Apabila hal ini minim dimiliki seorang pemimpin atau bahkan terjadi inkonsistensi pada pribadi seorang pemimpin, maka akan berujung pada sulitnya visi dan misi yang dibuat akan terwujud.

      Hal berikutnya yang bisa menjadi penyebab adalah komunikasi ke seluruh elemen organisasi. Seorang pemimpin harus mampu mengkomunikasikan secara jelas, dalam berbagai kesempatan, bagaimana menjalankan misi dan mencapai visi tersebut. Seorang pemimpin juga harus dapat mengkomunikasikan di mana posisi organisasi atau perusahaan dalam perjalanannya meraih visi yang diinginkan, namun juga harus selalu siap mendengarkan umpan balik dari seluruh elemen organisasi atau karyawan akan langkah-langkah yang telah diambil dan kesulitan-kesulitannya.

      Apabila hal-hal ini tidak terdapat pada seorang pemimpin, maka seluruh elemen organisasi atau semua karyawan akan merasa skeptis dengan pemimpinnya dan bahkan setiap elemen organisasi menganggap atau memiliki visi masing-masing yang tidak sejalan.

      Sumber:
      (1) Wheelen, T. L., Hunger, J. D. 2011. Strategic Management and Business Policy: Toward Global Sustainability, 13th ed. Prentice Hall International.
      (2) Amir, M. T. 2012. Manajemen Strategik: Konsep dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali Pers

      Hapus
    3. Seorang pemimpin memiliki peran penting dalam mensukseskan proses perencanaan strategis perusahaan. Banyak sekali terjadi, rencana strategis yang sudah dibicarakan pada rapat-rapat perencanaan dan dirumuskan untuk dilaksanakan, tidak memperoleh hasil yang diinginkan karena lemahnya pengelolaan oleh puncak pimpinan.

      Suatu pendekatan top-down atau bottom-up harus sesuasi dalam pelaksanaannya. Ada beberapa tipe dan kondisi bisnis yang memerlukan pendekatan bottom-up namun beberapa memerlukan sebaliknya. Apapun itu, yang paling penting bagi pemimpin puncak adalah memastikan seluruh aktivitas yang dijalankan selaras dengan rencana strategis secara keseluruhan. Strategi-strategi yang dirumuskan dari visi tersebut harus dapat dijalankan dan tidak bertabrakan satu dengan yang lain.

      Hapus
    4. Kecendrungan dari visi dan misi tidak tercapai adalah organisasi tidak mampu menterjemahkan dari visi dan misi dari organisasi sehigga anggota organisasi bingung bagaimana mencapai visi dan misi organisasi
      Argianto ME 13

      Hapus
    5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    6. Dalam hal pencapaian suatu tujuan di perlukan suatu perencanaan dan tindakan nyata untuk dapat mewujudkannya, secara umum bisa di katakan bahwa Visi dan Misi adalah suatu konsep perencanaan yang di sertai dengan tindakan sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mencapai suatu tujuan.

      Bagi mereka yang berkecimpung dalam kegiatan organisasi tentu tidak asing dengan kalimat Visi dan Misi di karenakan suatu organisasi, kelompok atau badan suatu instansi pasti memiliki Visi dan Misi untuk mewujudkan tujuannya, tapi apakah Visi dan Misi hanya bisa di miliki dan di terapkan oleh Suatu Organisasi, kelompok atau bandan suatu instansi…? Jawabnya tentu tidak, Visi dan Misi pun bisa di miliki dan di terapkan secara personal dan individu.

      Lalu apakah pengertian dari Visi dan Misi…?

      Pengertian Visi
      Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan - tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi itu tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, dikarenakan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang tersebut. Beberapa persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan visi:
      - Berorientasi ke depan
      - Tidak dibuat berdasarkan kondisi saat ini
      - Mengekspresikan kreatifitas
      - Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat

      Pengertian Misi
      Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. Misi perusahaan adalah tujuan dan alasan mengapa perusahaan itu ada. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan proses pencapaian tujuan.

      Hapus
    7. Artinya visi dan misi yang telah ditetapkan menjadi tidak efektif karena tidak memberikan kontribusi apapun dalam proses perencanaan strategis (strategic planning) yang dilakukan. Dengan kata lain ada gap (kesenjangan) dalam proses perencanaan strategis yang dilakukan. Pada kenyataannya gap ini tidak hanya terjadi pada tahap perumusan visi dan misi dengan rumusan strategis tetapi juga terjadi pada tahap selanjutnya dalam strategic planning process.

      Secara umum, strategic planning process dimulai dari perumusan visi dan misi yang ingin dicapai 5, 10 atau 25 tahun kedepan. Tahap selanjutnya merumuskan tujuan dan sasaran kemudian strategi untuk dicapai, program yang dilaksanakan dan diaplikasikan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam rangka pencapaian program. Apabila gap terjadi pada salah satu tahap atau dalam setiap tahap pada perencanaan strategi tersebut maka dapat dipastikan organisasi apapun akan mengalami kegagalan. Gap ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya: perbedaan kepentingan, perencana tidak memahami keterkaitan antara tiap tahap perencanaan, serta adanya perubahan lingkungan secara cepat dan drastis.

      Mengapa visi dan misi selalu tidak efektif pada organisasi termasuk organisasi pemerintah? ada beberapa sebab, yaitu :

      1. Karena adanya kerancuan antara pengertian.
      2. Visi dan Misi tidak benar-benar didambakan
      3. Visi dan misi tidak mewakili kebersamaan kepentingan manajer dan karyawan terkait masa depan mereka sendiri.
      4. Visi dan misi tidak diyakini dapat dicapai
      5. Visi dan misi tidak fleksibel
      6. Visi dan misi tidak didukung oleh strategi dan system manajemen yang tepat

      Hapus
    8. Banyak pemimpin yang telah merumuskan visi dan misinya, namun gagal mewujudkannya hingga akhirnya mengalami kebangkrutan. Hal itu disebabkan visi dan misi yang dikemukakan hanya sampai pada tingkat konsep dan tanpa implementasi, hanya menjadi ucapan dan tidak keluar menjadi perilaku (behaviour).
      Kegagalan dalam membangun visi dan misi disebabkan oleh antara lain:
      1. Visi dan misi hanya disampaikan secara intelektual sehingga hanya menjadi “knowledge”.
      2. Visi dan misi tidak dikaitkan dengan keyakinan individu.
      3. Karyawan tidak merasakan adanya keselarasan (alignment) antara visi, misi, nilai pribadi dan perusahaan.
      Oleh karena itu, visi, misi, nilai tidak cukup dirumuskan secara intelektual (IQ) namun harus dikomunikasikan dan ditanamkan juga secara emosional (EQ), dan spiritual (SQ). Spiritualitas bertujuan agar visi, misi, dan value tersebut kepada belief system (system keyakinan) mereka.
      Menurut Prof. Barrett tujuan visi dan misi: secara Fisik menyediakan struktur pekerjaan, secara Emosional memberikan makna dan rasa kebanggaan, secara Mental dasar untuk pengambilan keputusan, secara Spiritual kejelasan untuk manifestasi.
      Sumber : http://esq-news.com/2012/berita/01/17/mengapa-perusahaan-gagal-membangun-budaya.html

      Irham, ME'13

      Hapus
    9. sekedar ingin menanyakan
      apakah dalam praktiknya visi dan misi dalam berbisnis dapat di update ? atau di revisi? bagai mana prosedurnya dan berapa lama?

      Hapus
    10. Menanggapi pertanyaan dari mas Difi, tentu saja hal itu dapat dilakukan. Bahkan secara periodik, visi dan misi harus dievaluasi baik terhadap eksternal maupun internal organisasi atau perusahaan tersebut.

      Beberapa contoh yang terjadi, misalnya di PT PJB (Pembangkitan Jawa Bali). Dalam catatan perjalanannya, PJB berdiri pada tahun 1995 sekaligus menetapkan visi dan misi-nya. Kemudian seiring perjalanannya, pada tahun 2009, dilakukan perubahan terhadap visi-nya, yakni “Menjadi perusahaan pembangkit tenaga listrik Indonesia yang terkemuka dengan standar kelas dunia.” Pada tahun yang sama juga dilakukan perubahan terhadap mission statements-nya.

      Contoh lainnya adalah perubahan visi dan misi PTPN X (PT Perkebunan Nusantara X Persero) pada tahun 2013 lalu menjadi perusahaan agroindustri, yang mana membuat PTPN X (Persero) menjadi perusahaan yang lebih berkembang dan luas. Sehingga, PTPN X (Persero) tidak hanya bergerak dalam bidang gula saja, namun bisa menjadi pabrik pupuk dan bio-etanol (biofuel).

      Demikian juga halnya dengan perubahan visi dan misi PT Angkasa Pura yang dilakukan beberapa tahun yang lalu pada saat terjadi transformasi di perusahaan tersebut.

      Terlihat jelas bahwa dalam perjalanannya, terjadi perubahan lingkungan, perubahan arena kompetisi dan tantangan yang berbeda, yang menyebabkan perlunya perubahan visi dan misi. Keputusan perubahan visi dan misi merupakan keputusan yang bersifat strategik. Sehingga, hal itu memiliki tiga karakteristik berikut.

      1. Jarang atau extraordinary. Perubahan visi dan misi bukanlah sesuatu yang bisa diambil secara sembarangan dengan cukup sering. Dimensinya akan memakan waktu yang cukup panjang karena implikasinya yang luas, baik dalam internal organisasi maupun penetrasi pasar.

      2. Signifikan atau penting. Perubahan visi dan misi merupakan keputusan yang sangat penting dan melibatkan sumber daya serta komitmen yang besar.

      3. Berdampak luas. Perubahan visi dan misi memiliki dampak luas dan menjadi dasar bagi keputusan-keputusan selanjutnya bagi keseluruhan organisasi.

      Bagus, ME’13

      Hapus
    11. Visi dan misi bersifat jangka panjang dan penerjemahaannya dalam jangka pendek umumnya disebut KPI (Key Performance Index) yang jangka waktunya hanya 1 semester atau 1 tahun. Dalam ilmu OPI (Operational Performance Improvement) yang saya pelajari KPI dapat dibedakan menjadi 2 macam, KPI hasil dan KPI proses. KPI proses seperti "langkah" menuju terwujudnya KPI hasil. Kejadian yang sering terjadi adalah dalam penetapan KPI didominasi KPI hasil sehingga pelaksanaannya menjadi mengejar hasil dalam waktu singkat dan akibatnya hasil yang diperoleh tidak dapat dipertahankan untuk periode-periode selanjutnya. Dalam jangka panjang mengakibatkan tidak tercapainya visi dan misi. Ibarat membangun gedung tiga lantai, maka lantai satu dan lantai dua juga harus kokoh agar gedung tersebut dapat berdiri dengan kokoh.

      Irham, ME'13

      Hapus
    12. menanggapi komentar mas bagus, ketika visi dan misi dapat diubah secara periodik maka kebijakan pun apa akan ikut berubah? ketika semua itu berubah apa tidak membingungkan dari sisi internal orgabisasi maupun eksternal? apakah visi misi itu bisa dikatakan cita cita organisasi?

      Hapus
    13. Menanggapi sharing dari mas Difi, “apakah visi misi itu bisa dikatakan cita-cita rganisasi”, jelas bahwa Visi menyatakan, “Kita bersama mau kemana?” sehingga ketika dinyatakan “kita bersama” maka yang harus diperhatikan adalah setiap perubahan terhadap visi haruslah melibatkan keseluruhan komponen organisasi, ketika dirasakan bahwa visi yang telah dicanangkan mengalami ketidaksesuaian kondisi perkembangan zaman, atau sudah tercapainya visi yang dicanangkan sebelumnya atau kondisi-kondisi seperti yang disampaikan dalam komentar Pak Bagus sebelumnya. Lalu mengenai Kebijakan, tentunya akan berubah dalam rangka mendukung visi yang baru dan hal ini sangat wajar dan tentunya akan diikuti seluruh komponen organisasi, apakah ini membingungkan? Tentu tidak, ketika visi yang dicanangkan telah melibatkan seluruh komponen organisasi maka yang terjadi adalah pengemangan kreativitas dalam mencapai visi tersebut.
      Lalu bagaimana dengan sisi eksternal? Boleh jadi perubahan visi yag dilakukan dalam menanggapi kondisi eksternal organisasi, dan tentunya perubahan visi bukan menjadi kebingunan bagi eksternal melainkan jawaban akan kondisi eksternal yang mugkin tidak terpenuhi dalam visi sebelumnya.

      Hapus
  15. Q3/2014
    Dapatkah Anda menemukan kriteria lain yang bisa digunakan untuk menilai sebuah visi dan misi ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Visi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan merupakan suatu cita-cita tentang keadaan di masa datang yang diinginkan untuk terwujud oleh seluruh personel perusahaan, mulai dari jenjang yang paling atas sampai yang paling bawah, bahkan pesuruh sekalipun. Cita-cita masa depan yang ada dalam benak pendiri yang kira-kira mewakili seluruh anggota perusahaan inilah yang disebut Visi.

      Pernyataan visi perlu diekspresikan dengan baik agar mampu menjadi tema yang mempersatukan semua unit dalam organisasi, menjadi media komunikasi dan motivasi semua pihak, serta sebagai sumber kreativitas dan inovasi organisasi. Kriteria-kriteria pembuatan visi meliputi :

      1. Visi bukanlah fakta, tetapi gambaran pandangan ideal masa depan yang ingin diwujudkan.

      2. Visi dapat memberikan arahan mendorong anggota organisasi untuk menunjukkan kinerja yang baik.

      3. Dapat menimbulkan inspirasi dan siap menghadapi tantangan.

      4. Gambaran yang realistik dan kredibel dengan masa depan yang menarik.

      5. Sifatnya tidak statis dan tidak untuk selamanya.

      Bila dikaitkan dengan teori piramida kebutuhan manusia oleh Maslow, maka visi adalah suatu perwujudan fase aktualisasi diri yang berada di puncak piramida. Piramida tersebut dimulai dari pemenuhan kebutuhan paling bawah sampai ke atasnya, yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosialisasi, kebutuhan berprestasi kemudian baru kebutuhan aktualisasi diri.

      Hapus
    2. Ada beberapa pendapat mengenai pengertian visi perusahaan, di antaranya adalah pendapat dari :
      1. J.B. Whittaker
      Menurut J.B. Whittaker dalam bukunya “Strategic Planning and Management”, visi perusahaan adalah gambaran masa depan yang akan dipilih dan yang akan diwujudkan pada suatu saat yang ditentukan.
      2. Wibisono
      Menrut Wibisono, visi merupakan rangkaian kali yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan.
      3. Kotler
      Menurut Kotler visi adalah pernytaan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang ditawarkan, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita masa depan.
      4. Kamus Besar Bahasa Indonesia
      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, visi perusahaan adalah pandangan terhadap suatu masalah, wawasan , kemampuan untuk melihat pada inti persoalan.

      Berdasarkan pengertian-pengertian visi perusahaan di atas maka dapat disimpulkan bahwa visi perusahaan adalah pandangan jauh ke depan, kemana perusahaan-perusahaan tersebut akan dibawa atau gambaran apa yang diinginkan oleh perusahaan. Visi perusahaan akan menunjukan suatu kondisi ideal tentang masa depan yang realistis, dapat dipercaya, meyakinkan, serta mengandung daya tarik
      Dalam penetapan visi perusahaan harus memenihi persyaratan dan kriteria. Adapun persyaratan dan kriteria visi perusahaan antara lain :
      1. Dapat dibayangkan oleh seluruh jajaran organisasi perusahaan
      2. Dapat dikomunikasikan dan dapat dimengerti oleh seluruh jajaran organisasi perusahaan
      3. Berwawasan jangka panjang dan tidak mengabaikan perkembangan zaman
      4. Memiliki nilai yang memang diinginkan oleh anggota organisasi perusahaan
      5. Terfokus pada permasalahnan instansi perusahaan agar dapat beroperasi

      Selain menetapkan visi perusahaan wirausahawan juga harus menetapkan misi. Ada beberapa pendapat mengenai pengertian misi di antaranya :
      1. Drucker
      Menurut Drucker, pada dasarnya misi merupakan lasan mendasar eksistensi suatu organisasi. Pernyataan misi oreganisasi, terutama ditingkat unit bisnis menentukan batas dan maksud aktifitas perusahaan.
      2. Wheelen
      Menurut Wheelen misi adalah rangkaian kalimat yang menyatakan tujuan atau alasan eksistensi organisasi yang memuat apa yang disediakan oleh perusahaan kepada masyarakat, baik berupa produk ataupun jasa.

      Secara umum misi perusahaan adalah suatu tindakan untuk mewujudkan atau merealisasikan apa yang menjadi visi dari perusahaan.
      Adapun Kriteria perumusan misi perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai cara berikut:
      1. Melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan
      2. Menyelaraskan kegiatan proses utama dengan sumber daya yang ada, untuk memungkinkan perusahaan melaksanakan kegiatannya lebih baik dan dengan seefesien mungkin
      3. Menentukan apakah misi organisasi perusahaan tidak bertentangan secara internal dan eksternal

      sumber

      Hapus
    3. Berikut ini visi Ditjen Ketenagalistrikan: Terwujudnya industri ketenagalistrikan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan melalui pendayagunaan sumber daya energi yang optimal, pelayanan universal dengan kualitas tinggi, andal, sehingga memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Terwujudnya penyediaan dan pemanfaatan energi yang efisien, bersih, andal, dan harga yang terjangkau dalam kerangka pembangunan yang berkelanjutan.
      Impian yang terlalu tinggi, dengan realisasi yang masih jauuuuuuh, anggaran APBN cuma dapat kurang dari 0,0sekian % dari total APBN.

      Bandingkan dengan visi Departemen Energi Amerika Serikat: to ensure America’s security and prosperity by addressing its energy, environmental and nuclear challenges through transformative science and technology solutions. Relatif singkat, tak banyak cakap, tapi implementasinya benar2 serius dengan anggaran jutaan dolar dengan dukungan beberapa national lab yang highly sophisticated.

      Dari nilai anggaran bisa dinilai suatu visi cuma ngimpi atau mau benar2 direalisasi.

      Hapus
  16. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan sebuah visi menurut Bryson (2001:213) antara lain:
    - Visi harus dapat memberikan panduan/arahan dan motivasi.
    - Visi harus disebarkan di kalangan anggota organisasi (stakeholder)
    - Visi harus digunakan untuk menyebarluaskan keputusan dan tindakan organisasi yang penting.

    Kriteria visi yang baik seharusnya memberikan isyarat:
    (1) Visi berorientasi ke masa depan, untuk jangka waktu yang lama.
    (2) Menunjukkan keyakinan masa depan yang jauh lebih baik, sesuai dengan norma dan harapan masyarakat.
    (3) Visi organisasi harus mencerminkan standar keunggulan dan cita-cita yang ingin dicapai.
    (4) Visi harus mencerminkan dorongan yang kuat akan tumbuhnya inspirasi, semangat dan komitmen bagi stakeholder.
    (5) Mampu menjadi dasar dan mendorong terjadinya perubahan dan pengembangan ke arah yang lebih baik.
    (6) Menjadi dasar perumusan misi dan tujuan organisasi.
    (7) Dalam merumuskan visi harus disertai indikator pencapaian visi.

    Ada beberapa kriteria dalam pembuatan misi, antara lain:
    (1) Penjelasan tentang produk atau pelayanan yang ditawarkan yang sangat diperlukan oleh masyarakat.
    (2) Harus jelas memiliki sasaran publik yang akan dilayani.
    (3) Kualitas produk dan pelayanan yang ditawarkan memiliki daya saing yang meyakinkan masyarakat.
    (4) Penjelasan aspirasi bisinis yang diinginkan pada masa mendatang juga bermanfaat dan keuntungannya bagi masyarakat dengan produk dan pelayanan yang tersedia.

    Sumber:
    Bryson, J. M. (2005). Strategic Planning for Public and Non-Profit Organizations : A Guide to Strengthening and Sustaining Organizational Achievement, CA: Jossey Bass.

    BalasHapus
  17. Q-04/2014
    Jika topik ini diabaikan, apa saja potensi masalah yang akan muncul dan berapa fatal akibatnya? Mohon dijelaskan ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Visi merupakan dasar filosofis bagi suatu organisasi untuk bergerak. Apabila visinya terlalu melangit justru tidak akan bisa direalisasikan sehingga sama halnya dengan tidak punya visi. Apabila visinya bersifat subyektif dari kepala pimpinan tertinggi dan dipaksakan ke bawahan, saat pimpinan itu pindah atau pensiun, visinya akan diganti dengan visi pimpinan baru. Visi yang berganti-ganti akan membuat organisasi “berputar-putar” dan tidak bergerak maju. Apabila organisasi tanpa visi, organisasi itu hanya akan bekerja seadanya, yang penting hidup, karena tidak ada yang perlu dikejar atau direbut.

      Hapus
    2. Dari penjelasan tulisan di atas dan diskusi selama ini, terlihat jelas bahwa visi dan misi bisnis sangat penting bagi perusahaan / organisasi. Pernyataan misi dan visi juga merupakan komponen utama dan mendasar pada formulasi strategi.

      Tanpa adanya visi atau visi yang tidak jelas, berarti tidak ada pandangan ideal di masa depan atau cita-cita yang akan diraih. Sehingga tujuan menjadi kabur. Hal ini sangat berbahaya, karena strategi dan kebijakan merupakan alat untuk mencapai tujuan. Dengan tujuan yang tidak jelas, semua strategi dan kebijakan akan terlihat benar.

      Begitu pula dengan pernyataan misi, tanpa adanya pernyataan misi tersebut (dengan atau tanpa visi) maka perusahaan atau organisasi akan sulit memberikan arahan pada bisnis-bisnis atau usaha yang dijalankannya.
      Sehingga pada akhirnya akan berujung pada hilangnya kemampuan kompetitif (keunggulan & daya saing).

      Hapus

Membuat Link Pada Komentar Anda
Agar pembaca bisa langsung klik link address, ketik:
<a href="link address">keyword </a>
Contoh:
Info terkini klik <a href="www.manajemenenergi.org"> disini. </a>
Hasilnya:
Info terkini klik disini.

Menambahkan Gambar Pada Komentar
Anda bisa menambahkan gambar pada komentar, dengan menggunakan NCode berikut:

[ i m ] URL gambar [ / i m ]

Gambar disarankan memiliki lebar tidak lebih dari 500 pixels, agar tidak melebihi kolom komentar.