.

Jumat, 15 Februari 2013

01. HAKIKAT Manajemen Strategis


Seri Konsep Manajemen Strategis
oleh: Fajardhani

(artikel sejenis baca disini)

Gagasan yang diajukan studi tentang manajemen strategis adalah mencapai dan mempertahankan keunggulan kompetitif.

Tujuan manajemen strategis adalah untuk mengeksploitasi dan menciptakan peluang-peluang baru dan berbeda untuk hari esok, dimana dalam hal ini ada perbedaan dengan perencanaan jangka panjang yang berusaha untuk mengoptimalkan berbagai tren yang ada saat ini untuk masa depan.

Mengapa suatu perusahaan perlu memiliki sebuah rencana strategis yang baik? Itu karena saat ini hanya tersedia sedikit ruang untuk berbuat kesalahan. Rencana strategis dihasilkan dari pilihan yang sulit atas banyak alternatif yang baik.

Proses manajemen strategis terdiri dari tiga tahap yaitu tahap perumusan, tahap penerapan atau implementasi, dan tahap evaluasi. Termasuk dalam perumusan strategi adalah identifikasi peluang dan ancaman dari eksternal dan kesadaran akan kekuatan dan kelemahan internal selain pengembangan visi dan misi dan lain sebagainya.
                                  
Strategi menentukan keberadaan keunggulan kompetitif jangka panjang yang dimiliki.

Tahap penerapan merupakan yang paling sulit. Pada tahap ini perubahan budaya, struktur organisasi, anggaran, SDM, sistem informasi perlu dilakukan. Persoalannya adalah kita menyadari bahwa perubahan adalh hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Disini diperlukan kemampuan interpersonal yang sangat baik karena membutuhkan komitmen yang besar, disiplin dan pengorbanan personal.

Tidak heran jika banyak perencanaan yang disusun secara luar bisa tidak dijalankan.

Tahap penilaian adalah cara utama yang digunakan untuk mendapatkan informasi apakah strategi tertentu berjalan baik atau tidak. Saatnya untuk menguji kembali faktor-faktor eksternal dan internal yang dijadikan landasan dalam perencanaan, pengukuran kinerja, serta melakukan langkah koreksi.

Semua strategi harus terbuka untuk dimodifikasi di kemudian hari karena berbagai faktor di eksternal dan internal senantiasa berubah.

Perencanaan strategis merupakan istilah lain untuk manajemen strategis yang merumuskan, menerapkan, dan menilai keputusan-keputusan lintas fungsional yang memungkinkan organisasi mencapi tujuannya. Namun demikian, aktivitas perumusan, penerapan, dan penilaian strategi terjadi pada tingkat korporat, divisional / unit bisnis strategis, dan fungsional.

Beberapa organisasi beruntung dapat berkembang dan bertahan karena memiliki orang-orang yang dengan intuisi yang luar biasa. Namun tidak semua organisasi seberuntung itu atau bisa dikatakan itu ada batasnya. Dalam batas tertentu dapat dikatakan proses manajemen strategis merupakan bentuk upaya untuk menduplikasikan yang dimiliki mereka yang luar biasa ke dalam bentuk formal untuk bertahan dan berkembang.

Untuk itu semua organisasi harus mampu mengidentifikasi dan melakukan penyesuaian diri dengan perubahan pada waktu diperlukan. Proses manajemen strategis bertujuan membantu organisasi beradaptasi terhadap berbagai perubahan untuk jangka panjang dengan prinsip going concern dengan memahami berbagai faktor. Diantara faktor-faktor tersebut adalah pemahaman tentang pesaing, pasar, harga, vendor, distributor, pemerintah, kreditor, shareholder, dan konsumen.

Pada intinya manajemen strategis adalah mengenai upaya memperoleh keunggulan kompetitif dan mempertahankannya. Keunggulan kompetitif adalah segala sesuatu yang dapat dilakukan dengan lebih baik dibandingkan pesaing. Namun demikian keunggulan kompetitif ini pada umumnya sulit dipertahankan dalam waktu yang lama. Untuk itu organisasi perlu berjuang untuk meraih keunggulan kompetitif yang berkelanjutan dengan jalan tertentu.

Para penyusun strategi membantu organisasi dengan mengumpulkan informasi, menganalisis, dan mengorganisasikannya. Mereka melacak berbagai kecenderungan industri dan kompetitif, mengembangkan model untuk peramalan (forcasting), melakukan evaluasi kinerja, mencari peluang-peluang pasar, mengidentifikasi ancaman terhadap bisnis, dan mengembangkan rancangan aksi (action plan) yang kreatif.

Namun demikian, manajemen strategis bukanlah jaminan keberhasilan suatu organisasi secara berkelanjutan.

Sumber:
David Fred R., Konsep Manajemen Strategis, Penerbit Salemba Empat, 2009

Artikel Terkait

104 komentar:

  1. Saya melihat dari sudut pandang pengertian manajemen strategis menurut H. Igor Ansoff, yang dimana Manajemen strategi adalah analisis yang logis tentang bagaimana perusahaan dapat beradaptasi terhadap lingkungan, baik yang berupa ancaman maupun kesempatan dalam berbagai aktivitasnya.
    Oleh karena itu dilihat dari pengertian diatas, Strategi dapat dirumuskan dalam dua perspektif berbeda, yang pertama strategi adalah adalah program yang luas mendefinisikan dan mencapai tujuan organisasi dan melaksanakan misinya. Pengertian ini lebih mengarahkan pada peranan aktif organisasi untuk melaksanakan program sebagai strategi organisasi menghadapi perubahan lingkungan. Strategi ini dikenal sebagai perencanaan strategi.
    Perspektif kedua strategi adalah pola tanggapan organisasi yang dilakuan terhadap lingkungan sepanjang waktu. Pengertian ini lebih mengarahkan organisasi untuk bersikap positif, yang artinya para manajer akan menganggapi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan hanya jika mereka merasa perlu untuk melakukannya. Strategi ini dikenal sebagai strategi adaptif. Pembahasan pada materi ini akan lebih ditekankan pada peranan aktif manajer yang dikenal sebagai perencanaan strategis yang fokusnya luas dan berjangka panjang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menarik. Lalu apakah dengan melakukan perencanaan strategis itu akan menjadikan institusi tersebut bisa 'survive' sepanjang masa? Kenapa tidak?

      Hapus
    2. Menanggapi pernyataan Pak Harun "...perencanaan strategis yang fokusnya luas dan berjangka panjang".
      Setuju dengan pernyataan ini, dan saya mencoba menambahkan: pentingnya melihat kemungkinan - kemungkinan "What's The Next Great Thing?" yang perlu dimasukkan dalam perencanaan strategi.

      The next great thing ini bukan hanya bentuk pengembangan dari produk/servis saat ini tapi penting juga untuk dipikirkan inovasinya terkait bidang lain di masa depan. Contohnya adalah kebangkrutan toko buku raksasa Borders Group. Kebangkrutannya bukan karna dampak persaingan dengan toko buku sejenis, tetapi salah satunya karna tumbuhnya model toko buku lain yang berkembang sejalan dengan perkembangan internet, termasuk juga revolusi e-reader. Ini salah satu contoh dari yang saya sebut 'the next great thing' yang perlu diperkirakan, yaitu adanya inovasi pengembangan dari toko buku tradisional dengan menggunakan internet yang lebih modern.


      Regards,
      LIA ASTARI
      MANAJEMEN TELEKOMUNIKASI 2012

      Hapus
    3. Untuk menghindari terjadinya collaps, perencanaan strategis yang telah dilakukan implementasinya kemudian dievaluasi secara berkala sehingga setiap ada perubahan external maupun internal dapat dilakukan dengan segera.

      Hapus
    4. Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini. (sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Perencanaan_strategis) Jadi perencanaan strategis masih merupakan tahap awal, yaitu tahapan awal dari manajemen strategis. Seperti kita tahu, selain ada perencanaan tentu saja ada implementasi, baru kemudian ada yang namanya evaluasi. Pertanyaan muncul kapankah perlunya dilakukan evaluasi? apakah setiap tahun, setiap dua tahun, atau setelah mencapai target? Setiap perusahaan/organisasi dalam menentukan target tentu memiliki mekanisme yang berbeda-beda dalam proses evaluasinya sesuai kebutuhan dari perusahaan/organisasi tersebut, yang pasti saya setuju dengan pendapat Pak Heri diatas bahwa evaluasi berkala penting dilaksanakan untuk menghindari collaps dan agar dalam pelaksanaan sejalan dengan visi misi organisasi.

      Anandita Willy Kurniawan, ME'14

      Hapus
    5. ya, untuk dapat bertahan dan berkembang menurut saya sebuah perusahaan harus menyusun perencanaan strategi jangka panjang, namun terus fokus pada strategi jangka panjang tanpa memikirkan apa yang sedang terjadi di dunia saat ini juga kurang tepat.
      Mengambil contoh dari Ibu Lia Astari mengenai kebangkrutan Borders Group:
      Jaringan toko buku terkemuka di Amerika Serikat, Borders Group, jatuh bangkrut. Didirikan pada 1971, Borders tidak mampu menanggung utang lebih dari US$1 miliar dan gagal mengantisipasi perubahan cepat atas selera konsumen, yang kini menggandrungi buku elektronik atau e-book dan melakukan pemesanan lewat Internet. selengkapnya bisa dibaca disini http://dunia.news.viva.co.id/news/read/205041-jaringan-toko-buku-terbesar-di-as-bangkrut
      Namun moment kebangkrutan ini harusnya bisa menjadi pembelajaran bagi bisnis serupa maupun bisnis lainnya sehingga bisa mengantisipasi dan terus berkembang di era digital. (Disini peran evaluasi external yang dilakukan).
      Dengan kemajuan teknologi dan koneksi internet yang semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan masyarakat maka pihak terkait manajemen strategis harus terus belajar dan mengikuti perkembangan yang ada serta terus melakukan pengembangan-pengembangan yang bisa dilakukan melalui proses evaluasi berkala seperti yang disampaikan Pak Hery Wahyudi.

      Hapus
    6. Manajemen strategis adalah sebuah tools untuk membuat meningkatkan kualitas dari sterategi yang akan diambil. Jadi bukan berarti perusahaan yang menerapkan manajemen strategi bisa survive sepanjang masa, tetapi perusahaan yang menerapkan manajemen strategis dapat mengambil keputusan yang lebih terarah sesuai dengan kondsisi yang ada, serta dapat menyiapkan back-up planning atau manajemen resiko jika terjadi situasi yang tidak diinginkan.

      Sumber: Strategic Management Concept and Cases 13th Edition by Fred R.David, Chapter 6.

      Hapus
    7. Selamat Malam, Sedikit menambahkan

      Tujuan suatu perusahaan sangat terkait dengan aktivitas perencanaan strategis sebagai upaya manajemen dalam menentukan arah yang ingin dicapai. sebagai langkah awal setiap perusahaan perlu mengembangkan visi dan misi. Visi adalah pernyataan yang menjelaskan apa yang dicapi suatu organisasi dalam jangka panjang. Sementara itu, misi adalah pernyataan tentang “alasan keberadaan” suatu organisasi dan menjelaskan pertanyaan seputar “apa bisnis kita”. Pada perusahaan-perusahaan besar, manajemen tingkat atas menggambarkan visi dan misi ini dengan sangat jelas karena semua karyawan harus memahami dua pernyataan ini.

      Perusahaan umumnya memilki tujuan jangka panjang, menengah, dan pendek.

      Tujuan jangka panjang (long term goals) adalah serangkaian tujuan yang ditetapkan untuk jangka waktu yang panjang, biasanya untuk lima tahun mendatang atau lebih.
      Tujuan jangka menengah (intermediate goals) merupakan serangkaian tujuan untuk jangka waktu satu sampai lima tahun mendatang.
      Tujuan jangka pendek (short term goals) merupakan serangkaian tujuan untuk jangka waktu kurang dari setahun.

      Pada umumnya tujuan jangka panjang menggambarkan mengenai tujuan besar yang ingin dicapai oleh perusahaan. Sedangkan pada tujuan jangka pendek berkaitan dengan target pencapaian perusahaan dalam jangka waktu yang lebih singkat, yaitu 1 atau 2 tahun. Apabila perusahaan memilki beberapa departemen/unit kerja maka umumnya setiap departemen tersebut memilki tujuan-tujuan jangka pendek masing-masing yang selaras dengan tujuan jangka panjang perusahaan.

      Salam Hangat,
      Dimas ME'2014

      Hapus
    8. Perencanaan strategis terdiri dari serangkaian proses terdiri dari perencanaan implementasi dan evaluasi apabila proses-proses tersebut dilakukan sesuai dengan kondisi yang aktual maka peluang untuk survive semakin besar, tetapi apabila salah satu proses tersebut terhambat atau tidak dilakukan maka hal sebaliknya yaitu kegagalan akan terjadi

      Hapus
    9. Saya ingin bertanya jika ada perusahaan yang menerapkan budaya latah atau ikut-ikutan dan dia lebih sukses daripada perusahaan yang ditiru apakah ini termasuk perencanaan strategis yang baik dalam perusahaan tersebut? dan apa dampak untuk perusahaan yang ditiru?

      Syamsyarief Baqaruzi (ME 14)

      Hapus
    10. Penilaian intuitif dan perumusan strategi seharusnya berjalan bersamaan. intuisi tidak dapat berdiri sendiri dan perencanaan strategi akan lebih matang jika sudah memiliki insting bisnis yang tajam. perumusan, penerapan, dan evaluasi harus memiilki motivasi continous learning sehingga menjadi suatu hubungan yang berkesinambungan dengan peningkatan performa.

      Salam
      Toni S

      Hapus
  2. Beberapa JURUS Manajemen Strategis yang terbukti jitu dalam strategi bisnis antara ain:

    1. Manajemen Strategi yang berorientasi pada product leadership (keunggulan produk). Perusahaan yang mengunakan manajemen strategis ini selalu berupaya menciptakan produk-produk dengan kualitas premium, dan selalu one ste ahead dibanding produk kompetitor. Mereka tak sungkan-sungkan mengeluarkan dana besar untuk bagian R&Dnya demi terciptanya produk yang berkualitas.

    2. Manajemen Strategis yang berorientasi pada operational excellence (keunggulan operasional). Dalam manajemen strategi ini yang paling utama adalah membangun proses bisnis yang efektif & efisien. Sehingga dengan proses bisnis yang efektif & efisiensi ini, mereka mampu menekan biaya produksi, sehingga mereka mampu menjual produknya dengan harga yang lebih kompetitif dibanding kompetitornya.

    3. Manajemen Strategi yang berorientasi pada customer intimacy (keakraban/keintiman dengan pelanggan). Yang paling utama dalam manajemen strategis ini adalah membangun hubungan yang akrab dengan semua pelanggannya sehingga akan membentuk mitra bisnis/relasi yang langgeng dan berkelanjutan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menarik. Apakah semua institusi menghasilkan produk dan punya pelanggan (customer)?

      Hapus
    2. ingin menambahkan komentar dari mas aldo

      Tentu saja, banyak perusahaan yang juga mengkombinasikan beragam jurus itu, dan tidak hanya berfokus pada satu jurus. Honda misalnya, selain dikenal memiliki produk-produk yang unggul, juga dikenal memiliki proses bisnis yang amat efisien. Demikian juga, Singapore Airline. Selain memiliki produk penerbangan yang ciamik, mereka juga memiliki keahlian dalam membangun hubungan yang intim dengan para pelanggannya. - See more at: http://strategimanajemen.net/2007/10/11/tiga-jurus-strategi-bisnis/#sthash.9grK18dX.dpuf

      Hapus
    3. Selamat pagi,
      saya mencoba untuk menjawab pertanyaan pak Fajar, sebelumnya saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai pengelompokan 4 jenis organisasi (institusi), yaitu :
      1. Organisasi Publik/Sosial "murni";
      2. Organisasi Sosial-ekonomi;
      3. Organisasi Ekonomi-sosial;
      4. Organisasi Swasta (Perusahaan).
      Pada organisasi publik/sosial "murni" lebih ditekankan pada upaya memecahkan problematika kemasyarakatan, sehingga penciptaan dan pendistribusian nilai-nilai publik/kemasyarakatan menjadi fokus utamanya.
      Pada Organisasi Sosial-ekonomi berupaya meraih, baik tujuan sosial maupun ekonomi, namun penciptaan dan pendistribusian nilai-nilai kemasyarakatan lebih diutamakan dan nuansa ekonomi secara terselubung, misalnya : melayani pekerjaan tertentu dengan; menjadi perusahaan bayangan, memiliki rumah sakit dan lain-lain.
      Dalam organisasi Ekonomi-sosial lebih mengutamakan penciptaan dan pendistribusian nilai-nilai ekonomi ketimbang nilai-nilai publik/kemasyarakatan. Pilihan untuk memberikan pelayanan suatu jasa tertentu dengan motif sosial yang terkait konteksnya dengan ekonomi tidak lahir sepenuhnya dari keterampilan sosial organisasi itu, akan tetapi lebih banyak ditentukan atas dasar upaya-upaya ekonomi yang digulirkan perusahaan (misalnya dengan menyantuni: rumah jompo, panti asuhan anak-anak).
      Untuk organisasi swasta (perusahaan) yang akan bergerak atas dasar rasionalitas, yang menempatkan penciptaan dan pendistribusian nilai-nilai ekonomi.
      Penciptaan dan pendistribusian nilai-nilai yang dilakukan oleh organisasi tersebut adalah merupakan produk yang dihasilkan oleh suatu organisasi. Sedangkan untuk pelanggan (customer) nya adalah masyarakat atau orang yang memakai atau memanfaatkan jasa atau barang atau produk yang dihasilkan dari suatu organisasi tersebut. Ini berarti semua institusi (organisasi) menghasilkan produk dan punya pelanggan (customer).
      Demikian jawaban dari saya, terima kasih
      Sumber : Heene A., & Desmidt S.,: "Strategie En Organisatie Van Publieke Organisaties", 2005.

      Salam,
      Ari D. Putra ME - 2014

      Hapus
    4. Menarik saya mendapatkan artikel tentang poin ke 3 mengenai keintiman dengan pelanggan. yang bisa didapat dengan menerapkan metoda Customer Relationship Management (CRM)
      yaitu merupakan hubungan kerjasama antara pihak provider dengan customer sehingga kedua belah pihak saling menguntungkan.

      dengan Tahap-tahap CRM yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu diantaranya:

      1. Mendapatkan Pelanggan Baru (Acquire), pelanggan baru didapatkan dengan memberikan kemudahan pengaksesan informasi, inovasi baru, dan pelayanan, dan pelayanan yang menarik.
      2. Meningkatkan Hubungan Dengan Pelanggan Yang Ada ((Enhance), perusahaan berusaha menjalin hubungan denganpelanggan melalui pemberian pelayanan yang terbaik terhadap pelanggannya (Customer Service). Penerapan Cross Selling atau Up Selling pada tahap ke dua dapat meninggkatkan pendapatan perusahaan dan mengurangi biaya untuk memperoleh pelanggan (Reduce Cost)
      3. Mempertahankan Pelanggan (Retain), merupakan usaha mendapatkan loyalitas pelanggan dengan medengarkan pelanggan dan berusaha memenuhi keinginan pelanggan.

      yang jadi pertanyaan apa manfaat dari CRM tersebut jika kita terapkan dalam strategi suatu perusahaan?

      Syamsyarief Baqaruzi (ME 14)

      Hapus
  3. Yts.Teman-Teman Majemen Energi,

    Termaktub dalam artikel Ir.Fajardhani,MBA diatas, bahwa salah satu proses manajemen strategis adalah "perumusan", sejauh mana kita dapat merumusan visi misi bisnis yang kita jalankan.

    Terkadang ada perusahaan yang memiliki visi-misi baik, tetapi implementasinya kurang tepat. Ada juga yang memiliki visi misi kurang baik, tetapi bisnisnya bisa maju.

    Visi-Misi tidak hanya sekedar dokumen, tetapi buatlah seperti "dokumen hidup" yang mampu mengimplementasi tujuan suatu bisnis dan membawa pihak-pihak terkait dalam suasana kondusif untuk merealisasikan tujuan perusahaan.

    Peter Drucker-Bapak Manajemen Modern-dalam membuat suatu misi sebaiknya didalamnya terdapat 9 unsur yaitu: konsumen, produk/jasa, teknologi, citra publik , pasar, fokus pada lingkungan hidup,filosofi,konsep diri, dan karyawan.

    Johnson & Johnson adalah salah satu perusahaan yang sangat peduli untuk mengadakan meeting dengan tujuan mengkaji ulang visi-misi yang telah ada.

    Pertimbangkan tidak hanya profitabilitas yang akan kita dapatkan tetapi juga prepare for the worst. Jangan biarkan perumusan yang telah kita tetapkan diawal strategi, mengalami ketidakpastian.

    George L.Kelling dan Catherine M.Coles menjelaskan dalam "The Broken Window" yang diperkuat oleh "Tipping Point" dari Gladwell, mengingatkan kita akan satu hal, yaitu senantiasa waspada terdapat kerusakan/kelemahan sekecil apapun dalam bisnis kita.

    Tetapkan perumusan visi-misi yang tepat pada awal strategi kita.

    Salam Bisnis.

    Wassalamu`alaykum wr.wb.

    RENNI EKAPUTRI (MATEL-TEKNIK ELEKTRO)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menarik. Kriteria untuk menilai visi dan misi telah disebutkan diatas. Lalu, mengapa sebuah visi besar tidak berjalan? Bisa bantu memberi penjelasan ya....

      Hapus
    2. Ykh bapak dan ibu.

      saya mencoba berpendapat (yang belum tentu pendapat saya ini benar/sesuai jika ditinjau dari berbagai sisi) terkait mengapa visi besar tidak berjalan/atau gagal.

      Tidak sedikit perusahaan yang telah merumuskan visi, misi, dan nilainya, namun gagal sehingga mengalami kebangkrutan. Hal itu disebabkan antara lain:
      1.visi, misi, dan nilai hanya ada pada tataran konsep tanpa implementasi, hanya menjadi pajangan dan tidak keluar menjadi perilaku (behaviour).bisa dikatakan visi,misi hanya disampaikan secara intelektual sehingga hanya menjadi “knowledge”.
      2.visi, misi, nilai tidak dikaitkan dengan keyakinan individu.
      3.karyawan tidak merasakan adanya keselarasan (alignment) antara visi, misi, nilai pribadi dan perusahaan.

      Hapus
    3. Ykh Bapak&ibu
      saya mencoba berpendapat terkait pertanyaan Bpk Fadjardani mengapa sebuah visi tidak berjalan.

      Beberapa perusahaan yang telah merumuskan visi, misi, dan nilainya, namun gagal sehingga mengalami kebangkrutan. Hal itu disebabkan visi, misi hanya ada pada tataran konsep tanpa implementasi, hanya menjadi pajangan dan tidak keluar menjadi perilaku (behaviour).

      Beberapa kegagalan dalam membangun visi, misi perusahaan di antaranya:
      Pertama, visi, misi hanya disampaikan secara intelektual sehingga hanya menjadi “knowledge”.
      Kedua, visi, misi, nilai tidak dikaitkan dengan keyakinan individu.
      Ketiga, karyawan tidak merasakan adanya keselarasan (alignment) antara visi, misi, nilai pribadi dan perusahaan.

      Oleh karena itu, visi, misi, nilai tidak cukup dirumuskan secara intelektual namun harus dikomunikasikan dan ditanamkan juga secara emosional. hal tersebut bertujuan agar visi, misi, dan value tersebut menjadi belief system (system keyakinan).
      Menurut Prof. Barrett tujuan visi dan misi: secara Fisik menyediakan struktur pekerjaan, secara Emosional memberikan makna dan rasa kebanggaan, secara Mental dasar untuk pengambilan keputusan.

      terima kasih.
      mohon maaf jika pendapat ini kurang sesuai.

      Hapus
    4. Menurut saya visi yang besar tidak berjalan disebabkan ketidakmampuan menterjemahkan visi dan misi tersebut ke dalam strategi, sasaran, target dan program kerja perusahaan termasuk ketidakmampuan mengimpletentasikan dan mengukur kinerjanya atau dengan kata lain visi misi tersebut hanya sekedar slogan.

      Hapus
    5. Saya sependapat dengan komentar sebelumnya, sedikit menambahkan saja bahwa untuk memastikan Visi besar bisa berjalan, peran seorang leader sangat diperlukan. Leader harus mengkomunikasikan visi besar perusahaan sehingga seluruh karyawan dapat memahami dan perusahaan akan berjalan menuju visi tersebut.
      Dalam hal ini peran seorang leader dalam mengkomunikasikan visi (sekaligus misi) besar perusahaan dapat melalui:
      1. Education (menumbuhkan pemahaman terhadap visi)
      2. Authentication (menumbuhkan keyakinan kepada semua pihak bahwa “kata sesuai dengan perbuatan”)
      3. Motivation (menumbuhkan kemauan dari dalam diri pegawai – self motivated workforce – untuk berperilaku sesuai dengan tujuan perusahaan).
      Sehingga bisa saja visi besar perusahaan kurang berjalan yang diakibatkan karena kurangnya komunikasi antara leader dengan bawahan maupun sesama karyawan akan arti pentingnya nilai visi dan misi untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut. Akibat lanjutannya dengan kurangnya pemahaman akan visi misi perusahaan tersebut akan berakibat pada kurang meresapnya nilai nilai visi misi tersebut dalam penerapan strategic perusahaan.

      Sumber:
      https://www.academia.edu/4634541/ANALISA_PENGARUH_VISI_DAN_MISI_PERUSAHAAN_DALAM_MANAJEMEN_STRATEGIK_Analysis_Of_Effect_To_Vision_And_Mission_Management_Company_In_Strategic_Literature_Fred_R._David_Strategic_Management_And_Consept_Diajukan_sebagai_salah_satu_tugas_Mata_Kuliah_Manajemen_Startegik_Oleh

      Hapus
    6. Selamat malam,

      Menanggapi mengapa visi/misi tidak tercapai ada 5 penyebab :

      1. KOMUNIKASI
      Tanpa adanya komunikasi yang baik ke seluruh elemen organisasi, maka visi dan misi tidak dapat diserap dengan baik oleh seluruh elemen organisasi.

      2. LEADERSHIP
      Leadership yang kurang baik menghasilkan banyak dampak buruk, antara lain alokasi sumber daya yang kurang tepat, control yang kurang, tidak selarasnya tujuan/strategi/aksi, system reward dan punishment yang tidak efisien dan sebagainya.

      3. TIDAK DIDUKUNG PERENCANAAN YANG BAIK
      Seringkali visi dan misi yang bagus hanya sekedar konsep saja, kemudian langsung diimplementasikan. Jika langsung diimplementasikan, tanpa PERENCANAAN yang matang, maka visi dan misi tersebut tidak dapat berjalan dengan baik.

      4. MANAJEMEN PASIF
      Visi dan misi harus dikelola secara aktif. Karena jika tidak, maka hasilnya bisa buruk. Manajemen disini berbeda dengan leadership. Jika leadership diharapkan untuk mengkomunikasikan visi dan mendukungnya dengan tindakan yang sesuai, maka manajemen diharapkan untuk mengetahui bagaimana eksekusi masing-masing taktik. Manajemen yang pasif tidak mengalokasikan pekerjaan-pekerjaan seharusnya pada masing-masing individual. Tidak ada yang melakukan follow up ketika seseorang tidak memenuhi deadline.

      5. LOW MOTIVATION
      Tanpa motivasi yang baik di seluruh lini organisasi, maka tidak ada yang mau menjalankan visi dan misi. Intinya, orang hanya mau mengimplementasikan strategi jika itu menguntungkan dirinya.
      Gejala-gejala terjadinya adalah penolakan dari karyawan, bisa karena karyawan tidak melihat visi dan misi tersebut sebagai sesuatu yang penting.

      Terima kasih.

      Salam,
      ARD - ME 14

      sumber : https://uwiiii.wordpress.com/2010/05/10/192/

      Hapus
    7. Menambahkan komentar dari bapak willy diatas, saya setuju dengan pendapatnya pak willy setiap karyawan harus paham, keyakinan yang tumbuh dari visi sebagai motivasi bersama. Visi lahir harusnya dari permasalahan bersama, dan menjadi kepentingan bersama dalam mewujudkanny. Sehingga Visi perusahaan benar-benar melekat dalam setiap pribadi karyawan.

      Hapus
    8. Bagaimana untuk perusahaan yang visi dan misi tidak jelas tertulis? Apakah perlu ada penyuluhan ke karyawan atau adakah cara agar orang tetap dapat menangkap visi dam misi dari perusahaan tersebut?

      Contoh klik disini.

      Hapus
    9. Sedikit menanggapi komentar dari Bapak Mario, bahwa visi misi sangat diperlukan dalam menentukan arah perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan.Perusahaan memiliki caranya sendiri dalam menyampaikan visi misi ke publik dan karyawan, tidak selalu dalam bentuk tulisan bisa juga dalam bentuk video atau media lain. Hendaknya segenap karyawan mengetahui dan mampu mengimplementasikan visi dan misi dalam semangat kerjanya. Bentuk penyampaiannya bisa dalam suatu rapat besar yang diikuti segenap karyawan atau top down, penyampaian dari atasan ke bawahan melalui semangat kerja dan penjabaran misi visi dari tiap Bagian di perusahaan yang bermuara pada visi misi besar perusahaan.
      Salam,

      Hapus
    10. saya sangat setuju dengan pendapat beberapa teman di atas, saya hanya ingin sedikit menambahkan mengapa visi tidak berjalab sesuai dengan apa yang diharapkan, mungkin dari beberapa faktor:(disini yang diambil contoh adaah dalam sisi bisnis)


      Kemampuan Manajerial yang Tidak Handal

      Menjalankan usaha atau bisnis tidak lepas dai peran pelakunya. Dalam hal ini kita sendri sebagai pemilik usaha. Dan sebagai pemilik usaha kemampuan manajerial mutlak harus kita kuasai. Karena dengan kemampuan tersebut kita bisa membuat strategi usaha yang baik, membuat rencana pengembangan, dan hal-hal lain yag berhubungan dengan fungsi manajerial untuk mengatasi hal ini, segera luangkan waktu kita untuk mengasah kemampuan seperti dengan mengkuti seminar, membaca buku, browsing di internet, atau pun berdiskusi dengan banyak orang. Banyak orang terjatuh bukan karena bodoh melainkan malas belajar.

      Kurang Menguasai Bidang Usaha yang Dilakoni

      Jika kita mengalami hal ini, sama saja kita sedang menghambur-hamburkan modal usaha. Sebagai contoh, bagaimana outlet pulsa yang kita jalankan bisa maju jika kita sendiri tidak memahami apa saja produk pulsa yang bisa kita jual. Pemahaman bisnis atau bidang usaha yang diambil secara kontekstual sangat membantu arah, tujuan, misi, dan visi usaha.

      Pengelolaan Administrasi dan Keuangan yang Buruk

      Pengelolaan administrasi dan keuangan yang buruk akan mempersulit majunya usaha. Pencatatan administrasi dan keuangan secara sembarang akan semakin memperburuk kondisi usaha karena tidak dapat membaca transaksi dan aktivitas yang telah terjadi. Pemasukan yang besar pun menjadi sia-sia tidak dikelola dengan baik. Jika pengelolaan ini tidak bisa dilakukan sendiri tidak ada salahnya meminta bantuan orang lain untuk melakukannya.

      Perencanaan yang Tidak Matang

      Perencanaan menjadi faktor pertama dalam menentukan keberhasilan sebuah usaha. Tidak ada kesuksesan atau keberhasilan yang datang begitu saja. Semuanya berawal dari perencanaan yang matang. Tidak jarang perencanaan yang dibuat tidak berjalan karena yang kita buat adalah berdasarkan pengalaman orang lain tanpa disesuaikan dengan kondisi kita terlebih dahulu.

      Tempat Usaha Tidak Mendukung

      Ada istilah tempat menentukan prestasi. Pernyataan tersebut benar adanya, apalagi hubungannya dengan dunia usaha atau bisnis. Banyak faktor yang mempengaruhi baik buruknya tempat usaha yang kita miliki. Sebagai contoh, kita tentu tidak ingin mendirikan usaha dilokasi yang rawan kejahatan. Kita juga tidak ingin mendirikan usaha ditengah-tengah masyarakat yang daya belinya tidak sesuai dengan harga jual produk kita. Tempat usaha sebisa mungkin dipelajari dulu keunggualan dan kekurangannya seperti budaya, karakter, strata sosial, pendapatan, selera, keamanan dan faktor lainnya.

      Salam Hangat,
      Dimas ME'2014

      Hapus
    11. komentar yang sangat menarik dari teman-teman sekalian.

      saya ingin menanggapi komentar bapak Dimas point yang sangat penting menurut saya adalah perencanan yang tidak matang.

      bisa kita lihat disini kita membahas visi dan misi perusahaan tersebut yaitu mau menjadi apa perusahaan tersebut jika perusahaan tersebut tidak memiliki perencanaan yang matang tentunya ini adalah penyakit kronis jika diibaratkan tubuh manusia, banyak perusahaan-perusahaan di Indonesia memiliki penyakit kronis ini satu-satunya jalan tentu segera memperbaiki dan mencari akar permasalahan perusahaan tersebut.

      Syamsyarief Baqaruzi (ME 14)

      Hapus
  4. Salah satu pemikiran yang dapat kita ambil sebagai penyusunan startegis oleh seorang pengambil keputusan dan jajarannya adalah berpikir Mega, cara berpikir seperti seorang ibu itu merupakan cara termudah untuk memahami konsep berpikir Mega yang diperkenalkan Kaufman. “Secara sederhana, berpikir Mega bermakna berpikir bukan untuk kepentingan diri sendiri, perusahaan, dan bahkan juga bukan untuk pelanggannya, tetapi berpikir untuk komunitasnya atau bangsanya.

    Berpikir Mega adalah konsep berpikir berawal dari akhir dan berawal bukan dari kepentingannya. Seorang pemimpin, perusahaan, atau brand harus membiasakan dirinya untuk selalu berorientasi kepada tujuan (goal) terlebih dahulu, bukan berdasarkan input yang ada saat ini. Langkah selanjutnya adalah melihat masalah, fakta pahit, serta kesenjangan apa yang menyertai upaya pencapaian tujuan itu. Setelah itu, barulah memikirkan bagaimana cara untuk mencapainya.

    Roger Kaufman membagi pemikiran atau perencanaan dalam tiga level. Level pertama adalah level berpikir Mikro yang bersifat memikirkan dirinya sendiri atau perusahaannya sendiri (professional/individual needs) dengan hasil berupa produk. Level kedua adalah level berpikir Makro yang bersifat memikirkan pelanggan atau konsumennya ((industrial/organization needs) dengan hasil berupa output. Level ketiga adalah berpikir Mega yang bersifat memikirkan komunitasnya dengan hasil berupa outcomes.

    Kaufman berpendapat banyak model perencanaan organisasi tidak tepat karena hanya berpikir secara Mikro ataupun Makro. Hasil dari berpikir Mikro atau Makro seperti tingkat laba, peringkat, atau penguasaan pasar, memang penting, tetapi hal itu tidak mencerminkan dampak dari organisasi itu terhadap pihak-pihak di luar relasi perusahaan ataupun masyarakat luas. Menurut Profesor Emeritus di Florida State University dan Distinguished Professor di Sonora Institute of Technology ini, perencanaan perusahaan seharusnya tidak dimulai dan diakhiri dengan indikator internal atau kinerja perusahaan semata, tetapi harus mempertimbangkan nilai-nilai apa yang diberikan kepada community (society).

    Menurut Kaufman, cara berpikir dan bertindak yang benar adalah berpikir mulai dari level Mega, kemudian Makro, dan terakhir Mikro. Begitulah seharusnya orang berpikir. Sedangkan dalam bertindak, mulailah dari Company, kemudian Customer, dan terakhir Community.

    Salah satu strategi organisasi agar dapat bertahan dalam persaingan yang ketat adalah dengan, "mendapatkan hasil yang luar biasa dapat dicapai dengan cara yang tidak biasa".

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menarik. Boleh berbagi link untuk dokumennya ya.... Tetapi fikiran MEGA seseorang tentu berbeda yang lainnya di dalam suatu komunitas atau institusi. Jika terjadi perbedaan yang mendalam, bagaimana mencari jalan keluarnya? Bisa bantu penjelasan ya....

      Hapus
    2. Maaf linknya ketinggalan.
      Konsep Roger Kaufman klik disini. .
      Referensi buku disini. .

      Perbedaan pendapat atau ketidaksepahaman dalam berfikir MEGA, merupakan poin yang sulit, dan dapat menimbulkan persoalan jika tidak terpecahkan. Ada beberapa contoh akibat dari ketidaksepahaman yang tidak terselesaikan mengakibatkan W.T. Grant bangkut dan dilikuidasi.
      Dalam setiap institusi atau organisasi, baik dimanapun, dan di bidang apapun, pasti ada saja perbedaan/ketidaksepahaman yang terjadi di dalamnya. Bagi setiap individu yang terlibat dalam suatu institusi pasti terdapat perbedaan karakter sikap dan perbedaan konsep pemikiran dalam melaksanakan kegiatan. Perbedaan-perbedaan inilah yang mengakibatkan konflik di dalam suatu organisasi. Setiap individu dalam suatu organisasi pasti mempunyai pendapat dan pemikirannya masing-masing. Perbedaan pendapat sering sekali membuat konflik di antara individu yang lain. Si X berpendapat begini, si Y berpendapat begitu, bayangkan saja jika ada 20 anggota dalam suatu organisasi, maka ada 20 pendapat yang harus disatukan. Semua anggota ingin agar pendapatnya diterima. Dalam hal ini, Pimpinan dalam institusi tersebut, harus bersikap bijak dalam memilih pendapat yang obyektif dan harus dapat merangkum semua pendapat yang ada menjadi satu kesatuan yang mempunyai tujuan yang sama. Sebagai anggota, seharusnya berjiwa besar bila pendapatnya tidak diterima dalam pengambilan keputusan. Tetapi sebaliknya anggota-anggota yang pendapatnya diterima harus dapat memberikan usul-usul atau masukan-masukan yang membangun demi tercapainya tujuan bersama.

      Hapus
  5. Menarik mencermati komentar-komentar pak Fajardhani yang seolah mempertanyakan efektifitas dari kegiatan perencanaan strategis yang sebenarnya bukan hal yang asing bagi berbagai perusahaan.

    Dengan segala jurus, metode dan variasi, masing-masing institusi telah melakukan apa yang dikenal sebagai Manajemen Strategi. Pada awal tahun mereka melakukan rapat-rapat rutin untuk menilai kinerja tahun sebelumnya dan mulai membuat target-target di tahun yang baru. Beberapa institusi menyewa konsultan-konsultan strategi dan menjaring ide dari para karyawannya lewat kuosioner dan bahkan kompetisi ide. Sebagian lainnya bahkan membuat kontes ide dengan target masyarakat di luar perusahaan.

    Namun apakah semuanya efektif? Apa yang menjamin dengan segala macam strategi yang berfokus pada keunggulan produk, keunggulan operasional dan pengenalan pelanggan akan membuat perusahaan survive dalam artian dapat merawat jumlah pelanggannya.

    Sebagian perusahaan mungkin berhasil dengan cara ini, mereka berhasil mempertahankan posisi.
    Namun tanpa adanya suatu INOVASI dapat diramalkan keunggulan-keunggulan tersebut akan direbut pihak lain.

    Satu hal yang menarik adalah ungkapan "less is more". Cukup banyak contoh bahwa strategi yang berhasil tidak harus rumit dan dihasilkan dalam waktu lama. Terkadang sebuah inovasi "sederhana" menjadi faktor pembeda yang membawa keunggulan dari perusahaan.

    Saya beri contoh dari soal brand positioning saja. Anda tentu kenal dengan slogan "Begitu dekat, begitu nyata", "Paling Indonesia", atau "Sinyal Kuat".

    Bandingkan dengan "Internet Untuk Rakyat" dan "GSM yang Baik".

    Hasilnya? Perusahaan dengan slogan terakhir yang iklan-iklannya dinilai norak oleh sebagian orang meraup kenaikan laba 200% pada tahun ini. Bandingkan dengan kompetitornya yang "pamer kualitas" yang hanya mencatatkan kenaikan keuntungan hanya 10% sampai 20% saja.

    Semoga menjadi bahan perenungan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menanggapi pernyataan Sdr. Zulfadli, Apa yang telah disampaikan adalah uraian tentang suatu kompetisi bisnis, dan hal itu adalah realita yang akan selalu ada dan tidak mungkin dapat dihindari. Lingkungan bisnis banyak diwarnai dengan perubahan dan persaingan yang terus-menerus (hiperkompetitif) sebagai akibat adanya dinamika pasar global dan kemudahan akses informasi, dimana informasi yang dulunya dianggap sangat mahal sekarang dengan sekali klik di “search engine” telah tersedia begitu banyak informasi secara gratis yang dapat dijadikan sebagai referensi sekaligus bahan pembanding untuk meningkatkan nilai tawar baik untuk produk maupun layanan/jasa. Sementara untuk memenangkan persaingan tersebut diperlukan taktik/strategi, kreatifitas dan kemampuan melakukan inovasi untuk menciptakan jenis produk/layanan baru yang khas, langka (rare) dan sukar ditiru (hard to imitate).

      Suatu perusahaan memiliki keunggulan kompetitif ketika perusahaan tersebut mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki “pesaing” (perusahaan/instansi lain), bisa melakukan sesuatu proses lebih baik dari perusahaan lain, atau mampu melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh perusahaan lain.

      Yunan N, ME 2012

      Hapus
    2. Sangat menarik.saya setuju dengan pendapat pak zufadi ZE bahwa tanpa adanya suatu INOVASI dapat diramalkan keunggulan-keunggulan tersebut akan direbut pihak lain.Hal ini akan mudah diterapkan di perusahaan consumer goods,namun bagaimana dengan perusahaan energy?khususnya perusahaan yang merupakan single player atau perusahaan yang belum banyak kompetitornya?
      Salam,
      Sinung

      Hapus
  6. Manajemen strategis bukanlah jaminan keberhasilan organisasi secara berkelanjutan, itu benar, jika manajemen strategis dianggap sebagai proses yang statis. Untuk "sedikit lebih menjamin", manajemen strategis harus menjadi proses yang dinamis, adaptif, dan repetitif. Selain itu manajemen strategis membutuhkan 2 elemen yang paling penting dalam implementasinya, yakni leader dengan leadershipnya dan karyawan/anggota organisasi yang berdaya dan merasa ikut memiliki.

    Manajemen Strategis adalah proses yang dinamis, adaptif dan repetitif. Proses manajemen strategis yang 3 tahapan itu, Perencanaan --> Implementasi --> Evaluasi, bukan proses yang one-through atau sekali jalan. Proses manajemen strategis seharusnya merupakan siklus yang tertutup dan berulang (repetitif). Jadi, setelah evaluasi dilakukan, perlu disusun perencanaan berikutnya dengan mempertimbangkan (adapt) perubahan dan tantangan dari luar dan dalam organisasi itu sendiri, sehingga strategi yang dijalankan adalah strategi yang hidup dan up to date. Perubahan dan tantangan yang datang dari luar seperti pasar dan kompetitor mudah untuk dikenali, tetapi yang berasal dari dalam seringkali lebih sulit. Tantangan dari dalam misalnya adalah kapasitas SDM yang lemah, budaya kerja yang buruk, suasana politik kantor yang kental, dll.

    Tantangan dari dalam tersebut dapat diatasi jika organisasi memiliki pemimpin dengan kepemimpinan yang kuat (Fred R. David, hal 35), karena semangat organisasi diciptakan oleh pemuncaknya. Organisasi yang hebat semangatnya dikarenakan pemimpin yang hebat semangatnya, dan organisasi yang membusuk dikarenakan pemimpin yang membusuk.

    Kekuatan dari pemimpin yang bersemangat akan berlipat ganda manakala anggota organisasi merasa menjadi bagian dari organisasi dan ikut memiliki strategi, itulah mengapa banyak perusahaan besar kelas dunia yang mendesentralisirkan divisi perencanaannya misalnya Walt Disney Co (Fred R. David hal 23). Kita yang bekerja pada sebuah institusi atau perusahaan pasti mengenali suasana ini. Karyawan yang hanya diperintah dan diperintah tanpa mengenali makna atau tujuan besar dari perintah itu akan cepat merasa lelah dan putus asa saat menghadapi masalah. Lain halnya jika karyawan tersebut memahami tujuan di balik tugas-tugasnya dan apa manfaatnya bagi organisasi yang juga berarti karyawan itu sendiri.

    Jadi, jaminan 100% bahwa manajemen strategis pasti berhasil secara berkelanjutan memang mustahil, karena dalam strategi perang yang sudah menghitung kemenangan 90%, masih menyisakan 10% kekalahan. Tapi jaminan 90% berhasil dan 10% gagal masih jauh lebih baik daripada sebaliknya. Dan manajemen strategis yang baik memastikan agar angka itu tidak terbalik.

    BalasHapus
  7. Menarik pada bagian akhir dari Lead artikel Pak Fajar "Namun demikian, manajemen strategis bukanlah jaminan keberhasilan suatu organisasi secara berkelanjutan.".
    Pada balasan atas komen Pak Harun juga dikatakan "Lalu apakah dengan melakukan perencanaan strategis itu akan menjadikan institusi tersebut bisa 'survive' sepanjang masa? Kenapa tidak?

    Menarik, sepintas kontradiktif namun sebenarnya ada korelasi yang kuat yakni sebuah strategi memerlukan kondisi dan prasyarat yang boleh jadi berbeda bilamana kita kaitkan dengan waktu yang berkelanjutan. Ditahun tahun awal pelaksanaan mungkin kondisi persaingan tidak terlalu gencar namun karena pihak kompetitor melakukan strategi yang serupa didalam memperoleh keunggulan komparatif akan menjadi lain, diperlukan langkah inovasi dan perubahan aktif terus menerus. Dan disinilah letak 'seni'nya bagi 'pemain' dalam organisasi itu didalam me'main'kan perannya, karena disisi lain manajemen strategi adalah sebuah ilmu pengetahuan yang harus selalu dikembangkan juga dari waktu ke waktu.

    BalasHapus
  8. Bagi saya pada periode saat ini sangat menarik apabila kita mengamati Perusahaan Korea yang sudah menjadi market leader dibidang elektronika, telekomunikasi dan sebentar lagi mungkin di sektor otomotif.
    Berkembangnya Perusahaan Samsung yang asalnya produsen Mie menjadi suatu Holding Company yang menghasilkan beragam produk yang mayoritas diantaranya menjadi produk leader. Yang belum terpikir oleh saya bagaimana cara mereka merumuskan Visi dan Misi yang demikian Visioner sehingga organisasi mereka dapat mengalahkan pemain eksisting dari Jepang yang dikenal dengan Kulitasnya juga dapat berkompetisi dengan Perusahaan Cina yang terkenal murah.
    Bagaimana Visi dan Misi yang mereka buat sehingga mampu menghasilkan produk yang asalnya dianggap “mengekor”, tetapi pada saatnya menjadi suatu produk berteknologi terkini (seperti apa R&D mereka bekerja?).
    Bagaimana Visi dan Misi Nokia yang terlambat diperbaharui sehingga mereka benar-benar tergilas oleh New Comer.

    BalasHapus
  9. Menarik sekali membaca artikel dan komentar-komentar yang muncul dari terbitnya artikel ini. Ada hal yang ingin sebenarnya masih mengganjal pikiran saya. Dalam sebuah proses Manajemen Strategis, tentunya pada akhirnya akan berbuah pada suatu keputusan yang akan diambil menyangkut suatu kepentingan organisasi.
    Misalkan kita ambil contoh, terngiang di pikiran sebuah penjelasan dari Pak Fajar ketika memberi kuliah di kelas bahwa Nokia mengambil keputusan untuk tetap bertahan dengan keadaan yang semakin memburuk meskipun pada awalnya Nokia dapat membeli teknologi Samsung, tapi Nokia lebih memilih untuk karam bersama para karyawannya. Mc.Donald yang memperluas usahanya dengan menambah variasi menu adalah salah satu keputusan strategi agar tetap maju. Dan masih banyak lagi kasus-kasus yang dapat dijadikan contoh sebagai penerapan manajemen strategi.
    Yang ingin saya tanyakan adalah, kapan dan bagaimana suatu keputusan yang dirumuskan dan dihasilkan oleh para penyusun strategi dinyatakan tepat?
    Sementara jika kita lihat contoh Nokia dan IBM, mereka memutuskan sebuah keputusan yang ternyata diketahui pada akhirnya adalah merugikan perusahaan tersebut. Ada pula keputusan Mc Donald yang terus memperluas usahanya dan menambah outlet-outlet di setiap kota bahkan seluruh penjuru negeri, kini dikatakan tepat karena berhasil memperluas wilayah usahanya. Jadi bagaimanakah keputusan yang tepat itu?

    BalasHapus
  10. Q-1/2014
    Artikel di CNNMoney menyebutkan ada 10 kebangkrutan terbesar di US. Temukan nama 10 perusahaan tersebut dan jenis usaha masing-masing (setiap grup agar saling melengkapi)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lehman Brothers Holding bergerak di bidang investasi perbankan
      Washington Mutual bergerak di bidang keuangan (penerbitan kartu kredit)
      WorldCom bergerak di bidang komunikasi
      General Motor bergerak di bidang otomotif
      CIT bergerak di bidang keuangan (penyedia kredit usaha menengah)
      Enron bergerak di bidang elektrik dan natural gas
      Conseco bergerak di bidang finansial dan asuransi
      Chrysler bergerak di bidang otomatif
      Thornbug Morgage bergerak di bidang pembiayaan dan perdagangan
      Pacific gas & Electric co. Bergerak di bidang minyak dan gas

      Indrawan Nugrahanto ME13

      Hapus
    2. Sedikit koreksi untuk mas Indrawan, Pacific Gas & Electric (PG&E) bergerak di bidang utility dengan menyalurkan gas dan listrik ke pelanggan di daerah California.

      Sumber: Company Profile PG&E

      Hapus
    3. 1. Lehman Brothers Holdings
      Bank investasi raksasa Lehman Brothers telah menjadi korban berikutnya dari krisis kredit macet di AS. Catatan Okezone, kebangkrutan ini adalah yang terbesar dalam sejarah AS, Lehman mencatat kerugian sekitar USD3,9 miliar pada triwulan III-2008 menyusul beberapa kejadian penghapusan buku pada aset kredit perumahan yang dipegang perusahaan itu.
      linknya
      Industri Jasa investasi
      Nasib Pailit Bab 11
      Didirikan 1850, Montgomery, Alabama, AS[1]
      Pendiri Henry Lehman
      Emanuel Lehman
      Mayer Lehman
      Ditutup 2008, New York City, AS
      Kantor pusat New York City, Amerika Serikat
      Daerah layanan Seluruh dunia
      Tokoh penting Richard S. Fuld, Jr.
      (Bekas Ketua dan CEO)
      Bart McDade
      (Former President and COO)
      Brian Marsal
      (CEO)
      Produk Jasa finansial
      Bank investasi
      Manajemen investasi
      Karyawan 26.200 (2008)
      Slogan Where Vision
      Sister company Lehman Brothers Inc., Neuberger Berman Inc., Aurora Loan Services, Inc., SIB Mortgage Corporation, Lehman Brothers Bank, FSB, Eagle Energy Partners, dan Crossroads Group
      Situs web www.lehman.com

      2. Washington Mutual
      WaMu kemudian menyusul Lehman menduduki peringkat kedua kebangkrutan dalam sejarah Amerika. Bank simpan pinjam terbesar yang ditutup pemerintah AS beberapa waktu lalu, mengajukan proposal petisi Pasal 11 mengenai kebangkrutan ke pengadilan Delaware. Dalam petisi tersebut, perusahaan mendaftarkan aset senilai US$ 32,9 miliar, dan utang senilai US$ 8,2 miliar. Kebangkrutan Washington Mutual atau WaMu ini merupakan yang terbesar dalam sejarah AS. sumber
      Industry Finance and Insurance
      Fate Insolvency
      Washington Mutual, Inc.'s banking subsidiaries were closed by the OTS, placed into the receivership of the FDIC, and, in September 2008, their assets were sold to JPMorgan Chase, which now operates the former banking assets as a part of Chase Bank.
      The holding company Washington Mutual, Inc. (the former bank owner) subsequently filed for Chapter 11 bankruptcy.
      Founded 1889
      Defunct 2009
      Headquarters Seattle, Washington, U.S.
      Key people Alan H. Fishman, CEO
      Products Consumer Banking
      Financial Services
      Revenue US$15.962 billion
      Employees 49,403
      Parent Washington Mutual Inc.
      Subsidiaries WaMu Investments, Inc; Washington Mutual Insurance Services; Washington Mutual Card Services
      Website Wamu.com (defunct, redirects to Chase)

      3. Worldcom
      WOrldcom yang juga sering disebut MCI juga menorehkan tinta sejarah kebangkrutan di AS. Kebangkrutan WorldCom, Terbesar dalam Sejarah Industri AS, WorldCom Inc. akhirnya meminta perlindungan pailit dengan menggunakan Chapter 11 di bawah US Bankruptcy Code, empat minggu setelah perusahaan telekomunikasi raksasa itu ketahuan melakukan manipulasi keuangan senilai US$ 3,85 miliar.
      Industry Telecommunications
      Founded 1983
      Headquarters Ashburn, Virginia, USA
      Key people Francis J. Shammo – President
      Kerry T. Bailey – Senior Vice President – Global Services
      Rommel Santos- CFO
      Products Conferencing, Contact Centers, Data and IP Services, Internet access, IT Solutions and Hosting, Managed Networks, Premises Equipment (CPE), Security, Voice, VoIP, Wireless
      Revenue $20.6 billion USD (2005)
      Employees 30,000+
      Parent Verizon Communications (2006-present)
      Website Verizon Enterprise Solutions mci.com

      Hapus
    4. 4. General Motor
      Industri Otomotif
      Didirikan 1908
      Kantor pusat Detroit, Michigan; fasilitas produksi di 30 negara bagian A.S. dan 32 negara
      Tokoh penting Daniel Akerson, Chairman dan CEO
      Produk mobil
      mesin
      elektronik
      komunikasi
      Pendapatan ▲ US$ 150,276 milyar (2011)[1]
      Laba usaha ▲ US$ 9,287 milyar (2011)[1]
      Laba bersih ▲ US$ 7,585 milyar (2011)[1]
      Jumlah aset ▲ US$ 144,6 milyar (2011)[1]
      Jumlah ekuitas ▲ US$ 38,99 milyar (2011)[1]
      Karyawan 202.000 (2012)[2]
      Divisi Chevrolet
      Buick
      Cadillac
      GMC
      Anak perusahaan OnStar
      Adam Opel AG
      GM Holden Ltd
      GM Financial
      Vauxhall Motors
      GM Korea
      General Motors do Brasil
      Situs web www.gm.com

      5. CIT
      Bank UKM terbesar di AS, CIT Group Inc akhirnya mendaftarkan perlindungan kebangkrutan. Krisis finansial menyebabkan bank tersebut tidak dapat mendanai diri mereka sendiri sehingga akhirnya berakhir layaknya Lehman Brothers.
      Type Public
      Traded as NYSE: CIT
      Industry Financial services
      Founded 1908
      Founder(s) Henry Ittleson
      Headquarters 11 West 42nd Street,
      New York City, United States
      Key people John Thain
      CEO & Chairman[1]
      Scott T. Parker
      CFO[2]
      Nelson Chai
      President[3]
      Revenue Increase US$ 6.363 billion (2010)[4]
      Net income Increase US$ 0.516 billion (2010)[4]
      Total assets Decrease US$ 51.0 billion (2010)[4]
      Total equity Increase US$ 8.9 billion (2010)[4]
      Website cit.com


      Hapus
    5. sekedar menambahkan beberapa perusahaan yang mengalami keunduran pada tahun 2011, yaitu

      AMR Corp
      perusahaan maskapai penerbangan di Amerika Serikat dengan Aset: US$ 25,09 miliar
      Karyawan: 78.250
      Untuk penjelasan mengapa perusahaan ini mengalami kebangkrutan akan dibahas pada poin selanjutnya

      dynegy hodings
      Aset: US$ 9,95 miliar
      Karyawan: 1.650
      Dynegy Holdings, unit dari produsen energi Dynegy Inc

      Terrestar Corp,
      perusahaan operator jaringan satelit selular yang berbasis di Virginia

      Hapus
    6. Menambahkan juga beberapa posting diatas salah satu perusahaan yang juga mengalami kebangkrutan terbesar di AS yaitu MF Global Holdings.

      New York -Empat bulan terakhir di tahun 2011 mencatat rekor lonjakan kebangkrutan di Amerika Serikat. Yang terbesar dari proses perlindungan kebangkrutan di AS selama tahun 2011 adalah MF Global pada bulan Oktober.

      MF Global Holdings

      •Aset: US$ 40,54 miliar
      •Karyawan: 2.850
      •Tanggal kebangkrutan: 31 Oktober.

      Perusahaan berusia lebih dari 200 tahun ini akhirnya mendaftarkan kebangkrutan dan menjadi kasus kebangkrutan korporasi terbesar di Wall Street setelah bangkrutnya Lehman Brothers pada September 2008. Malapetakan perusahaan pialang derivatif itu terjadi karena melakukan pertaruhan yang sangat berisiko pada surat utang Eropa.

      MF Global yang dipimpin mantan eksekutif Goldman Sachs dan mantan senator dan Gubernur New Jersey, Jon Corzine diketahui meningkatkan eksposure pada surat utang pemerintah Eropa pada akhir 2010 dari US$ 1,5 miliar pada US$ 6,3 miliar. Namun meningkatnya masalah krisis Eropa telah menekan MF Global hingga titik berbahaya, sebelum kemudian Moody's memangkas peringkatnya ke satu notch di atas 'sampah'.

      Hapus
    7. Berdasarkan data di CNNMoney, 10 kebangkrutan terbesar yang pernah terjadi di US adalah:

      1) Lehman Brothers Holdings (Lembaga keuangan )
      Bangkrut pada September 2008, nilai aset US$ 691 miliar.

      2) Washington Mutual (Bank)
      Bangkrut pada September 2008 dengan nilai aset US$ 327,9 miliar.

      3) WorldCom (Penyedia telepon jarak jauh)
      Bangkrut pada Juli 2002 dengan nilai aset US$ 103,9 miliar.

      4) General Motors (otomotif)
      Bangkrut pada Juni 2009 dengan aset mencapai US$ 91 miliar.

      5) CIT Group (penyedia kredit usaha menengah,)
      Bangkrut pada November 2009 dengan nilai aset US$ 80,4 miliar.

      6) Enron Group (Pabrik turbin dan mesin,)
      Bangkrut pada 2001 dengan nilai aset US$ 65,5 miliar.

      7) Conseco ( Lembaga keuangan,)
      bangkrut pada 2002 dengan nilai aset US$ 61,4 miliar.

      8) Chrysler (Pabrik mobill
      Bangkrut pada April 2009 dengan nilai aset US$ 39,3 miliar.

      9) Thornburg Mortgage (Perusahaan pembiayaan dan perdagangan,)
      Bangkrut pada Mei 2009 dengan nilai aset US$ 36,5 miliar.

      10) Pacific Gas & Electric Co., (Preusahaan minyak dan gas,)g
      Bangkrut pada 2001 dengan nilai aset US$ 36,15 miliar.

      Salam Hangat,
      Dimas ME'2014

      Hapus
  11. Q-2/2014
    Berlandaskan pada pengetahuan Anda di Bab 1, dapatkah Anda memperkirakan penyebab kebangkrutan masing-masing perusahaan? (tugas individu).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berdasarkan pemahaman yang saya dapat setelah membaca bab I, Penyebab terjadinya kebangkrutan pada suatu perusahaan antara lain :
      1. Tindakan immoral oleh pihak manajemen
      Seringkali praktek bisnis yang kita temukan diwarnai oleh perilaku tidak fair, tidak etis, ataupun kecurangan yang justru malah akan merugikan perusahaan itu sendiri. Kecurangan dapat berupa korup, nepotisme, manipulasi kotor malah akan membawa perusahaan pada kebangkrutan.
      2. Lemahnya perencanaan, lemahnya decision-making
      Sebagaimana dipelajari bahwa perencanaan merupakan awal mula suatu pencapaian. Jika perencanaan tidak dilakukan dengan baik maka dapat ditebak bagaimana hasilnya. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa lemahnya misi dan tujuan dari suatu perusahaan memiliki korelasi dengan terjadinya kebangkrutan. Termasuk decision-making yang menyangkut berjalannya suatu perusahaan.
      3. Masalah finansial, Lemahnya cash-flow
      Jika hutang kian menumpuk yang tidak dibarengi dengan pemasukan yang didapat, bisa jadi merupakan awal mula atau gejala terjadinya kebangkrutan pada suatu perusahaan. Seringkali lack of cash-flow ini dijadikan indikator kebangkrutan.
      4. Kehilangan key person, para penyusun strategi

      Hapus
    2. Salah satu perusahaan yang disebutkan adalah Pacific Gas and Electric Company atau lebih dikenal sebagai PG&E yang bergerak di utilitas publik. PG&E menyatakan bangkrut pada bulan April 2001. Kebangkrutannya diawali dengan krisis listrik di California, negara bagian Amerika Serikat, pada awal 2000-an.

      Dilatarbelakangi deregulasi listrik (perubahan regulasi listrik) di California pada tahun 1996, krisis tersebut merupakan salah satu krisis energi (listrik) terburuk. Akibat krisis tersebut, terjadi serangkaian pemadaman masal (blackout) pada tahun 2000 dan 2001. Weare (2003) bahkan menyebutkan total kerugian akibat krisis listrik ini mencapai 40 hingga 45 milyar dolar pada saat itu.

      Paper yang ditulis oleh James L. Sweeney dan paper yang ditulis Paul L. Joskow, keduanya menjelaskan kronologi krisis listrik tersebut dan penjelasannya secara detail, termasuk berbagai situasi dimana PG&E diharuskan membeli listrik dari luar dimana harga listrik dari luar tersebut sangat tinggi. Tarif listrik ke pelanggan telah ditetapkan komisi (CPUC) atau pemerintah negara bagian California, dimana tarif tersebut jauh dibawah biaya yang harus dikeluarkan PG&E untuk pembelian listrik. Secara hukum, PG&E diharuskan tetap memberikan listrik sebagai bentuk layanan publik. Sehingga hal ini berujung pada habisnya kas perusahaan dan bahkan kebangkrutan. Perusahaan IOU (Investor Owned Utilities) lainnya, Southern California Edison (SCE) dan San Diego Gas and Electric (SDG&E), nyaris berakhir sama dengan PG&E. Setelah itu, barulah pemerintah negara bagian turun tangan untuk melakukan pembelian listrik.

      Selain itu, paper tersebut juga menjelaskan manipulasi pasar yang dilakukan oleh perusahaan yang mengambil keuntungan berlebih dari spot market energi pada saat itu. Salah satunya, menurut FERC report, adalah ENRON.

      PG&E akhirnya keluar dari kebangkrutan pada tahun 2004 dengan hutang sebesar 10 milyar dolar. Sebagai bagian dari reorganisasinya, semua pelanggannya, sekitar lima juta pelanggan, diharuskan membayar tarif listrik di atas harga pasar.

      Permasalahan ini merupakan mismanagement energi (listrik) oleh gubernur California dan CPUC (komisi utilitas publik / pemerintah negara bagian California).

      Sumber paper & laman:
      1. James L. Sweeney, The California Electricity Crisis: Lessons for the Future, Stanford University
      2. Paul L. Joskow (MIT), 2001, California’s Electricity Crisis, MA: National Bureau of Economic Research
      3. Weare, Christopher. 2003. The California Electricity Crisis: Causes and Policy Options; p. 3–4; San Francisco: Public Policy Institute of California
      4. Wikipedia

      Bagus, ME’13

      Hapus
    3. GENERAL MOTOR
      Pada tahun 1910, GM memproduksi mobil bermerk Chevrolet. Selama tahun 1920-an hingga 1940-an, Chevrolet terus berkompetisi dengan Ford, apalagi setelah Chrysler membentuk Plymouth tahun 1928, Plymouth, Ford, dan Chevrolet dikenal sebagai "Tiga pembuat mobil murah". Di tahun 1933, Chevrolet meluncurkan Standard Six, yang mereka iklankan di Amerika Serikat sebagai mobil bermesin 6 silinder termurah pada saat itu.Chevrolet berhasil mendapatkan pengaruh yang besar di pasar Amerika Serikat pada tahun 1950-an dan 1960-an
      Bisa dikatakan inilah keunggulan kompetitif dari GM. Seiring berjalannya waktu, GM kehilangan daya saingnya karena ketergantungannya pada penjualan jenis truk. GM bahkan baru saja kehilangan mahkotanya sebagai raja penjualan kendaraan, setelah dilibas Toyota.
      Pada era ini GM gagal untuk mempertahankan keunggulan kompetitifnya dan terlambat untuk meraih keunggulan kompetitif yang baru dan berkelanjutan. Inilah penyebab utama kebangkrutan GM.
      Pondy Tjahjono - ME13

      Hapus
    4. saya ambil kasus contoh perusahaan enron secar singkat

      Saham Enron yang pada Agustus 2000 masih berharga US$ 90 per lembar, terjerembab jatuh hingga tidak lebih dari US$ 45 sen. Tidak heran kalau banyak kalangan menyebut peristiwa ini sebagai kebangkrutan terbesar dalam sejarah bisnis di Amerika Serikat.

      Dalam waktu sangat singkat perusahaan yang tahun lalu masih membukukan pendapatan US$ 100 miliar, sekonyong-konyong harus melaporkan kebangkrutannya kepada otoritas pasar modal. Sebagai entitas bisnis, nilai kerugian Enron diperkirakan mencapai US$ 50 miliar. Sementara itu, pelaku pasar modal kehilangan US$ 32 miliar dan ribuan pegawai Enron harus menangisi amblasnya dana pensiun mereka tak kurang dari US$ 1 miliar.

      Dalam proses pengusutan sebab-sebab kebangkrutan itu, belakangan Enron dicurigai telah melakukan praktek window dressing. Manajemen Enron telah menggelembungkan (mark up) pendapatannya US$ 600 juta, dan menyembunyikan utangnya sejumlah US$ 1,2 miliar Menggelembungkan nilai pendapatan dan menyembunyikan utang senilai itu tentulah tidak bisa dilakukan sembarang orang. Diperlukan keahlian “akrobatik” yang tinggi dari para profesional yang bekerja pada atau disewa oleh Enron untuk menyulap angka-angka, sehingga selama bertahun-tahun kinerja keuangan perusahaan ini tampak tetap mencorong. Dengan kata lain, telah terjadi sebuah kolusi tingkat tinggi antara manajemen Enron, analis keuangan, para penasihat hukum, dan auditornya.

      Pada kuliah BAB ke 1 yang telah kita bahas kasus ini merupakan pelanggaran etika bisnis dimana dapat kita kategorikan deception (penipuan)terbongkarnya praktek persekongkolan tingkat tinggi ini menjadi bukti bahwa praktek bisnis yang bersih dan transparan akan lebih langgeng (sustainable). Prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik (good corporate governance), saat ini boleh jadi menjadi cibiran di tengah situasi yang serba semrawut. Tetapi berusaha secara transparan, fair, akuntabel, seraya menjaga keseimbangan lingkungan, kiranya merupakan sikap yang lebih bertanggung jawab.

      Indrawan Nugrahanto ME 13

      Hapus
    5. General Motors Corporation (GMC) telah dikenal sebagai salah satu perusahaan otomotif terbesar didunia yang memiliki reputasi sangat baik, dimana mereka pernah berhasil membukukan nilai penjualan sebesar 1 milliar AS pada tahun 1955. GMC juga dikenal sebagai satu-satunya industri otomotif kelas dunia yang mempekerjakan karyawan dengan jumlah yang sangat besar. Namun ditahun-tahun ini GMC sedang meghadapi masalah keuangan yang disinyalir karena adanya krisis ekonomi global.

      Masalah keuangan yang dihadapi GMC saat ini telah menjadi salah satu pusat pemberitaan dunia. Bersama dua perusahaan otomotif raksasa lainnya, Ford dan Chrysler, the big three kini tengah mencari dana talangan untuk mendukung operasional perusahaan sebagai upaya untuk mencegah kebangkrutan

      Krisis ekonomi global telah membawa dampak negatif pada penjualan kendaraan otomotif. Fakta bahwa produk otomotif yang diproduksi oleh GMC yang dicitrakan memiliki kualitas tinggi, bahan bakar yang efisien, dan kuantitas penjualan yang besar di semua segmen pasar tidak menarik pasar saat ini. Krisis ekonomi berdampak pada pelemahan daya beli konsumen yang terbukti dengan menurunnya nilai penjualan produk otomotif GMC di bulan November 2008 sebesar 41 persen dibanding bulan yang sama tahun 2007. Lebih parah lagi, para analis otomotif dunia memprediksikan bahwa keadaan ini akan terus berlanjut dan berpotensi menjadi lebih buruk selama krisis keuangan global terjadi.

      Dengan kondisi penjualan yang memburuk ini, GMC berencana menutup sementara sebagian pabriknya dimulai pada bulan Juli 2009 dan merumah-kan sedikitnya 30.000 orang karyawannya. Dengan demikian GMC akan menurunkan kapasitas produksinya mengingat masih banyaknya sisa persediaan kendaraan otomotif yang belum terjual.

      Pengurangan kapasitas produksi ini juga diperkirakan akan membawa dampak yang buruk bagi pemasok suku cadang yang selama ini menjual suku cadang kepada GMC. Selama pengurangan produksi terjadi, pihak pemasok suku cadang akan mengalami penurunan pendapatan secara drastis yang juga membawa potensi kebangkrutan bagi perusahaan mereka.

      Berdasarkan kondisi ini dapat disimpulkan bahwa GMC telah memasuki fase kesulitan keuangan (financial distress) yang berpotensi membawa kebangkrutan. Hal ini tercermin dari fakta bahwa GMC telah beroperasi dengan dana kredit talangan senilai 13,4 miliar dollar AS yang telah disetujui oleh pemerintah AS pada Desember 2008 yang lalu dan wajib memenuhi tenggat waktu pelunasan utang sampai dengan tanggal 1 Juni 2009, mengurangi jumlah karyawan dan memotong gaji dilevel eksekutif dan mengambil langkah restrukturisasi keuangan lainnya. Apabila GMC tidak berhasil memenuhi tenggat waktu ini, maka GMC harus mengambil langkah proteksi kebangkrutan.

      Hapus
    6. Kabar buruk kondisi keuangan GMC juga membawa dampak pada anjloknya harga pasar saham GMC ke posisi terendah dalam 60 tahun terakhir.

      Laporan tahunan General Motors yang dikeluarkan baru – baru ini memperlihatkan kondisi raksasa otomotif nomor satu AS itu masih sangat memprihatinkan. Operasional GMC masih merugi, nilai saham defisit, dan tidak mampu menghasilkan uang tunai yang mencukupi guna memenuhi semua kewajibannya. Auditor independen mengatakan, semua kondisi yang dialami GMC tersebut mengundang keprihatinan dan keraguan apakah kelangsungan bisnis GMC masih bisa berlanjut.

      Kondisi krisis keuangan global juga membawa dampak negatif bagi industri otomotif besar lainnya seperti Toyota dan Honda. Dalam keadaan krisis ini, posisi industri nomor satu dunia kini diambil alih Toyota Motor Corp. Hal ini menjadi sangat menarik, karena disaat mengalami penurunan penjualan dan krisis keuangan yang sama, justru perusahaan – perusahaan otomotif yang lain tidak mengalami kemerosotan keuangan separah yang dialami oleh General Motor.

      http://binainsani.ac.id/berita.php?id=30

      Hapus
    7. Kebangkrutan Bank Washington Mutual pada tahun 2008 disebabkan karena terjadi kecurangan dan kegagalan manajemen dalam mengatasi masalah internal, dari hasil investigasi menemukan kecurangan operasional bank, yaitu produsen tingkat atas, petugas penyaluran kredit, dan para eksekutif membuat keputusan untuk memberikan pinjaman kepada nasabah yang berisiko tinggi gagal bayar. Namun, para eksekutif WaMu memoles kredit berisiko tinggi itu seolah-olah aman. Pemolesan itu disulap menjadi surat berharga yang dijual di bursa saham New York, Wall Street. WaMu menunjukkan bahwa mereka berhasil menjual rumah-rumah kepada nasabah, dan tagihan berupa cicilan bayaran pinjaman rumah itu akan menjadi agunan bagi surat berharga yang terjual di Wall Street.
      Borok produk bodong WaMu belum terlihat karena meledaknya penjualan sektor perumahan. Namun, keadaan kemudian memburuk. Sebuah surat berharga bertenor 119 tahun bernilai 307 miliar dollar AS mengalami gagal bayar pada September 2008. Dalam beberapa kasus, penjual produk di kantor WaMu di California membuat dokumen palsu dengan memasang nama palsu pada rekening bank debitor. Penjual ini ingin dapat bonus dengan alasan telah berhasil menjual produk ke nasabah walau nasabah itu fiktif. WaMu dikritik oleh internal auditornya serta regulator federal karena ceroboh memberikan pinjaman kepada nasabah.

      Sumber klik.

      Salam strategis,
      Ilham B, ME 13

      Hapus
    8. Pada kasus Worldcom, Tindakan immoral oleh pihak manajemen dan Masalah finansial, Lemahnya cash-flow menjadi sumber kebangkrutan.
      WorldCom pada saat itu sebenarnya merupakan perusahaan telekomunikasi yang besar. Dengan jumlah karyawan mencapai 80.000, WorldCom menyediakan layanan telepon jarak jauh dan memiliki backbone jaringan Internet terbesar. WorldCom berawal dari merger perusahaan Long Distance Discount Services, Inc (LDDS) dengan Advantage Companies Inc.

      WorldCom sendiri adalah salah satu pionir di balik booming telekomunikasi di AS, yang menjadi besar karena mengakuisisi banyak perusahaan kecil-kecil. Akuisisi itu membuat WorldCom yang hanya berskala kecil melejit menjadi perusahaan besar berskala dunia. Namun, pada saat yang sama, WorldCom terbebani utang 30 milyar dollar AS.

      Skandal WorldCom mencuat setelah perusahaan ini terbukti telah menggelembungkan keuntungannya hingga US$ 3,8 milyar pada periode Januari 2001 dan Maret 2002. Pada tahun 2001 hingga awal 2002, WorldCom memasukan USD 3,8 milyar yang merupakan biaya operasi normal ke dalam pos investasi. Hal ini memungkinkan perusahaan tersebut menekan biaya selama bertahun-tahun. Dengan hilangnya pos biaya operasional ini, maka pos keuntungan menjadi lebih besar karena biaya yang seharusnya mengurangi keuntungan sudah diperkecil. Dengan keuntungan yang terlihat besar, maka akan menunjukkan bahwa kinerja WorldCom sangat bagus. Saham WorldCom yang dicatatkan di bursa tahun 1999 pada harga US$ 62, langsung anjlok 94 persen sejak Januari 2002 akibat mencuatnya skandal tersebut.

      Hapus
    9. Skandal akuntansi di dalam tubuh perusahaan Worldcom ini sendiri dimulai sejak pertengahan tahun 1999 dan terus berlanjut hingga Mei 2002. Di bawah Bernard Ebbers (CEO), Scott Sullivan (CFO), David Myers (Pengawas) dan Buford "Buddy" Yates (Direktur Jenderal Akuntansi) memanipulasi laporan akuntansi perusahaan, membuat laporan akuntansi palsu untuk menutupi pendapatan WorldCom yang hakikatnya mengalami penurunan dengan membuat gambar pertumbuhan keuangan dan profitabilitas palsu untuk menopang harga saham WorldCom di pasar saham. Penipuan itu dilakukan terutama dalam dua cara:
      1. Underreporting 'line cost` (biaya interkoneksi dengan perusahaan telekomunikasi lainnya) dengan memanfaatkan biaya-biaya pada neraca daripada fakta pengeluaran mereka.
      2. Menggelembungkan pendapatan dengan memasukkan catatan akuntansi palsu dari "alokasi dana perusahaan yang belum diisi".

      WorldCom pada akhirnya harus meminta perlindungan pailit agar untuk sementara bisa terbebas dari tuntutan kreditor maupun investor yang merasa dirugikan. Pertengahan Juli, para kreditor WorldCom yang terdiri dari 25 bank termasuk Deutsche Bank AG dan ABN Amro Holding NV, menuntut WorldCom ke pengadilan.
      Beberapa kreditor yang mengajukan tuntutan ke Mahkamah Agung New York itu antara lain J.P. Morgan Trust Company yang menuntut US$ 17,2 miliar, Mellon Bank N.A. US$ 6,6 miliar, dan CitiBank sekitar US$ 3,3 miliar. Para kreditor menuding WorldCom telah melakukan penipuan besar-besaran ketika meminjam dana senilai US$ 2,5 miliar, enam minggu sebelum mengumumkan kinerja keuangan yang dimanipulasi senilai US$ 3,8 miliar pada waktu itu.

      sumber

      Hapus
    10. Menambahkan tentang kasus Enron. Perusahaan Enron mengalami kebangkrutan setelah adanya kecurigaan oleh wartawan Wall Street Journal bernama Jonathan Weil yang menulis tentang metode akuntansi Enron yaitu : mark to mark accounting dan special purpose entities. Dengan metode ini, Enron tidak membayar pajak selama 4 tahun.
      1. mark to mark, metode pencatatan aset dalam laporan keuangan berdasarkan nilai pasar setelah aset tersebut dinilai oleh lembaga independent. Selisih harga pasar dengan nilai sebelumnya menjadi laba/rugi. Beberapa aset Enron dijual namun dibeli oleh anak perusahaannya sendiri.
      2. special purpose entities (SPE), kontrak yang diterima Enron dipinjamkan kepada anak perusahaan untuk pengajuan kredit sehingga Enron tampak mampu membiayai sendiri kegiatannya tanpa adanya kredit dari bank.

      Sumber : http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2010/11/30/bangkrutnya-perusahaan-amerika-penyebabnya-sederhana-321700.html

      Irham, ME'13

      Hapus
    11. CIT Group mengalami kebangkrutan karena strategi yang kurang tepat. CIT Group terlalu mengandalkan pendanaannya pada obligasi dan hutang jangka pendek sehingga mereka menderita kerugian 3 milyar dollar akibat dari krisis finansial di Amerika.
      Hal ini menjadi pelajaran bagi CEO sekarang, John Thain sehingga CIT sekarang berbeda dengan yang dulu. Pada Oktober 2011, CIT memiliki 14 milyar dollar aset dan 11 milyar dollar deposito.

      Sumber :
      http://en.wikipedia.org/wiki/CIT_Group#Bankruptcy
      http://www.bloomberg.com/apps/news?pid=newsarchive&sid=a3.t_GrxbL2U
      http://www.forbes.com/sites/halahtouryalai/2013/08/09/back-from-bankruptcy-cit-and-john-thains-stunning-turnaround/

      Irham, ME'13

      Hapus
    12. dari perusahaan yang saya sebutkan pada pertanyaan 2,
      yaitu AMR Corp
      perusahaan ini mengalami kebangkrutan akibat terus melonjaknya harga bahan bakar dan pesawat-pesawatnya yang sudah tua. Maskapai itu memiliki rata-rata penerbangan berusia 15 tahun, sehingga membuat American Airlines sebagai maskapai tertua dan paling tidak efisien dibandingkan rivalnya.Biaya tenaga kerja juga mencatat beban finansial terbesar bagi perusahaan tersebut. Pada laporan keuangan tahun 2010, American Airlines memperkirakan biaya tenaga kerja yang sekitar US$ 600 juta per tahun lebih besar ketimbang rivalnya. Menurut Pension Benefit Guaranty Corp. rencana pensiun maskapai tersebut mencakup 130.000 pekerja dan pensiunan dengan dana sekitar US$ 10 miliar.

      Pada dasarya perusahaan ini telah melakukan manajemen strategis, dengan dibuktikan kekuatannya selama 80 tahun perusahaan ini berdiri, namun seiring berkembangnya pertumbuhan ekonomi dunia serta kebutuhan energy global yang tidak diikuti dengan kemajuan teknologiyang dimiliki akhirnya perusahaan ini harus kalah dengan waktu. seperti dalam buku manajemen strateis disebutkan bahwa dalam lingkungan berbisnis, satu satunya hal yang tetap adalah perubahan, perusahaan yang mampu secara efektif mengelola perubahan, terus menerus menyesuaikan perubahan zaman mereka agar mampu bertahan terhadap guncangan serta bertumbuh berkat kekatan yang memangkas kmpetisi

      Hapus
    13. Empat bulan terakhir di tahun 2011 mencatat rekor lonjakan kebangkrutan di Amerika Serikat.

      Kebangkrutan juga meluas dari mulai sektor penerbangan, telekomunikasi, energi dan perbankan. Menurut Moody's dan Standard & Poor's, naiknya trend gagal bayar diperkirakan berlanjut pada tahun 2012 akibat ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global, krisis utang Eropa dan ketatnya kondisi likuiditas.

      Menurut laporan dari Standard & Poor's, akibat merosotnya permintaan, sektor seperti ritel, media dan entertainment serta minyak dan gas menjadi sektor yang paling rentan dalam kondisi ini.

      Hapus
    14. .Organisasi Pailit adalah organisasi yang bisa di bilang kurang berhasil dalam melakukan kerjasama antara debitor dengan kreditor seperti yang telah disampaikan diatas lalu mengalami hal yang dinamakan pailit.sehingga Organisasi tersebut tidak bisa melakukan perencanaan untuk mengembangkan Organisasi, adakalanya penyebab dari kepailitan suatu Organisasi berdasar atas;

      Berhentinya debitor yang membayarkan hutang pada kreditor
      Kurang baik/tepatnya struktur dari Organiasi
      Jaringan Organisasi sempit dan tidak ada yang mengetahui
      Tidak memiliki hubungan bisnis yang menguntungkan
      Kurangnya kerjasama antar Organisasi
      Kurang memadainya sistem permodalan dan dokumentasi Organisasi

      Contoh perusahaan organisasi yang bangkrut atau pailit.

      NEW YORK - Wall Street menutup bulan terbaik dalam 20 tahun dengan tidak sempurna. Kegagalan dari perusahaan perdagangan MF Global Holdings Ltd dan kekhawatiran baru tentang krisis utang Eropa memukul saham keuangan, sehingga membuat Dow Jones cs terpuruk.

      Salam Hangat,
      Dimas ME2014

      Hapus
    15. Penyebab kebangkrutan dari 10 perusahaan besar di AS dapat dikelompokkan dalam 3 hal, yaitu:
      1. Perusahaan yang bangkrut karena melakukan kecurangan dalam membuat laporan keuangan / akutansinya. Perusahaan dibuat seolah-olah berkinerja bagus padahal boroknya banyak. Ketika borok itu terbongkar maka kepercayaan pada perusahaan itu langsung jatuh. Perusahaan yang termasuk kelompok ini adalah Lehman Brothers, Washington Mutual, Worldcom dan Enron.
      2. Perusahaan yang bangkrut karena tidak siap dengan kondisi eksternal. Ketika terjadi krisis keuangan global perusahaan-perusahaan ini tidak dapat mampu bertahan sehingga mengalami masalah keuangan yang parah. yang termasuk kelompok ini adalah CIT Group, Conseco dan Thornburg Mortgage.
      3. Perusahaan yang bangkrut karena lemahnya manajemen, sehingga hutang makin menumpuk, sementara penjualan makin menurun. Yang termasuk kelompok ini adalah General Motors, Chrysler dan Pacific Gas & Electric Co.

      Salam Hangat,
      Dimas ME'2014

      Hapus
  12. Q-3/2014
    Dengan mengetahui hal tersebut, menurut Anda, mengapa manajemen strategis masih layak untuk dipelajari? (tugas individu)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemampuan manajemen strategis sudah selayaknya dimiliki dan terus dipelajari tidak hanya oleh pengambil keputusan di suatu organisasi atau perusahaan tetapi juga yang duduk di pemerintahan atau penentu regulasi. Sebelumnya kita telah mendiskusikan dan mengetahui bahwa perusahaan pembangkitan, perusahaan utilitas dan pemerintah memiliki keterkaitan yang erat. Dan salah satu esensi manajemen strategi adalah kemampuan mengidentifikasi permasalahan apa saja yang akan timbul dari suatu regulasi atau dari keadaan yang ada (environment) dan bagaimana menghadapi permasalahan yang akan (mungkin) timbul tersebut.

      Bagus, ME'13

      Hapus
    2. sangat layak karena manajemen strategis adalah kunci dasar menuju sebuah keberhasilan perusahaan di dalam manajemen strategis ada bagian-bagian penting seperti visi dan misi,swot analisis dsb,dalam manajemen strategis pun tidak akan berjalan kalo tidak di implementasikan maka dari itu ada 3 tahapan yang sangat penting yang utama yaitu Perumusan,Implementasi dan Evaluasi.

      berangkat dari itu smua dapat di tarik kesimpulan bahwa manajemen strategis atau yang dapat di katakan strategi bisnis dalam bidang industri sangat layak di pelajari.

      Indrawan Nugrahanto ME 13

      Hapus
    3. Dari 10 contoh kebangkrutan perusahaan-perusahaan diatas sebenarnya sudah sangat jelas manfaat dari manajemen strategis. Kita sudah mengetahui bahwa tujuan ManStra adalah menciptakan peluang baru yang berbeda dan strategi menentukan keunggulan kompetitif jangka panjang yang dimiliki. Inilah salah satu kunci kelangsungan perusahaan atau organisasi untuk tumbuh, sehingga peran manajemen strategis mutlak harus dipelajari, dipahami, dimengertindan diaplikasikan dalam kegitan organisasi atau perusahaan bila ingin tumbuh. Hanya yang unggul yang akan tumbuh.
      Pondy Tjahjono - ME13

      Hapus
    4. Manajemen Strategik terdiri dari 2 suku kata yaitu antara manajemen dan strategik. Sebuah strategik biasanya kita temukan dalam sebuah medan peperangan, dimana cara kita berusaha untuk memenangkan peperangan. Didalam bisnis, strategik dimaksudkan beberapa tindakan perencanaan dan persiapan yang matang sehingga perusahaan yang ada dibawahnya dapat mencapai sasaran yang sudah ditargetkan. Manajemen Strategik begitu pentingnya hingga kita tidak boleh salah dalam menganalisanya. Seperti dalam perang bahwa strategik yang baik membawa kita dalam kesuksesan besar, bahkan puncaknya bila dapat menundukan musuh tanpa harus berperang.

      Hapus
    5. Manajemen strategis layak untuk dipelajari untuk menghasilkan suatu keputusan strategis dalam menentukan arah masa depan dan posisi kompetitif sebuah perusahaan dengan tetap memperhatikan pengaruh faktor internal maupun eksternal untuk jangka waktu lama.

      Hapus
    6. Manajemen strategis layak untuk dipelajari karena dapat dikatakan merupakan suatu filosofi, cara berpikir dan cara mengelola organisasi. Manajemen strategis tidak terbatas pada bagaimana mengelola pelaksanaan kegiatan di dalam organisasi, tetapi juga bagaimana mengembangkan sikap baru berkaitan dengan perubahan eksternal.
      Pemahaman mengenai makna manajemen strategis tidak
      hanya terbatas pada aspek pelaksanaan rencana, tetapi lebih
      jauh lagi ke aspek misi, visi, dan tujuan kelembagaan.

      Hapus
    7. Manajemen strategis layak untuk dipelajari, bahkan contoh kasus yang terjadi di Amerika dapat menjadi studi kasus untuk perkembangan ilmu manajeman strategis selanjutnya sehingga kesalahan serupa dapat dihindari.
      Mengutip perkataan Sir Winston Churchill : “Those who fail to learn from history are doomed to repeat it.”

      Irham, ME'13

      Hapus
    8. Layak, mungkin pada dasarnya manajemen strategis sdah diterapkan pada masa masa lalu dan atau masa kerajaan sebelum ilmu ini ditemukan, untuk mempertahankan sesuatu organisasi dan lain sebagainya seperti yang dikatakan greenlay dalam bukunya bahwa salah satu keuntungan dari ilmuini ialah meminimalkan efek efek dari kondisi dan perubahan perubahan yang tidak menguntungkan, artinya kehidupan suatu bisnis berlangsung sangat dinamis, setiap detik mngkin akan menimbulkan keputusan yang berbeda, namun semua itu pasti memiliki pola yang apa bila kita pandai dalam menjawabnya organisasi yang kita jalankan pasti dapat berjalan dengan baik yaitu dengan MANAJEMEN STRATEGIS

      Hapus
    9. Jika manajemen strategis dihadirkan untuk mencapai keberlangsungan perusahaan yang tumbuh berkelanjutan, maka tentu saja perlu dihadirkan manajemen strategis ini, beda dengan pedagang kaki lima yang tidak membutuhkan karena yang sifatnya yang hanya temporary. Meskipun tidak akan ada yang sustain terus menerus, namun setidaknya manajemen strategis akan memperpanjang masa keberhasilan perusahaan dalam melaksanakan usahanya. Dan dengan memahami hambatan ataupun celah-celah kegagalan yang mungkin dihadapi manajemen strategis seperti kasus-kasus diatas tentu akan memperkaya kita utuk menggunakan manajemen strategis dengan lebih tepat.
      Pemahaman yang baik mengenai manajemen strategis terutama di pucuk pimpinan atau pengambil keputusan akan sangat dominan diperlukan karena akan menjadi acuan dalam pelaksanaan manajemen ditingkat pelaksana.

      Hapus
    10. manajemen strategis layak untuk dipelajari namun juga diterapkan dalam suatu organisasi atau bidang usaha agar perusahaan tersebut mempunyai keunggulan kompetitif dan yang berkelanjutan. Dengan demikian, perusahaan tersebut minimal dapat bertahan dan berkembang untuk jangka waktu yang panjang. Dengan manajemen strategis, organisasi dan perushaan dapat mengantisipasi setiap perubahan, baik itu terhadap pasar atau perilaku konsumen, sehingga langsung dapat menerapkan strategi yang tepat.

      Hapus
    11. Manajemen strategik adalah perencanaan berskala besar (disebut Perencanaan Strategik) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut VISI), dan ditetapkan sebagai keputusan manajemen puncak (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut MISI), dalam usaha menghasilkan sesuatu (Perencanaan Operasional) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut Tujuan Strategik) dan berbagai sasaran (Tujuan Operasional) organisasi.”
      Pengertian yang cukup luas ini menunjukkan bahwa Manajemen Strategik merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi, dan bergerak secara serentak ke arah yang sama pula. Komponen pertama adalah Perencanaan Strategik dengan unsur – unsurnya yang terdiri dari Visi, Misi, Jadi bisa disebutkan bahwa manajemen strategik adalah inti dari perencanaan

      Salam Hangat,
      Dimas ME'2014

      Hapus
    12. Manajemen strategis merupakan suatu sistem satu kesatuan yang memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi serta bergerak menuju ke arah yang sama secara serentak. Konsep manajemen strategis layak dipelajari karena penerapannya dapat mewujudkan perusahaan yang memiliki keunggulan dalam hal profitabilitas, produktifitasi tinggi, kompetitif, keunggulan teknologi dan sumber daya manusia, iklim kerja kondusif serta pengembangan etika dan tanggung jawab sosial. Selain keunggulan tersebut, implementasi manajemen strategis memberikan manfaat bagi perusahaan untuk berkembang dan dinamis, memiliki fungsi kontrol yang efektif dan efisien, mengeliminasi perbedaan dan pertentangan pendapat untuk menciptakan keunggulan, memberikan kemudahan dalam mewujudkan perubahan atau pengembangan strategi, mendorong perilaku proaktif bagi semua pihak dalam menciptakan keunggulan serta meningkatkan jiwa untuk memiliki, berpartisipasi aktif dan bertanggung jawab bagi semua komponen perusahaan.

      Hapus
    13. contoh-contoh perusahaan yang sudah pailit atau bangkrut seperti yang diutarakan teman-teman diatas menjadi acuan dan bukti bahwa manajemen strategis itu sangat perlu dan mendorong suatu perusahaan tersebut untuk menerapkan standar-standar yang layak agar jelas arah bisnis mereka dengan memanfaatkan sumber daya yg ada dari perusahaan itu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan yaitu kebangkrutan.
      oleh karenanya sangat penting kita mempelajari dan mendalami ilmu manajemen strategis agar perusahaan tersebut bisa terus bersaing dan tumbuh.

      Syamsyarief Baqaruzi (ME 14)

      Hapus
  13. Manajemen strategis sangat layak untuk dipelajari karena manajemen strategis memungkinkan suatu perusahaan untuk lebih produktif serta mengarahkan untuk dapat membuat keputusan yang efektif. Sebagaimana yang kita ketahui dan tercantum pada buku Konsep Manajemen Strategi, perubahan-perubahan yang terjadi adalah tetap sifatnya. Manajemen strategi membantu perusahaan untuk menghadapi perubahan-perubahan yang tidak siap diantisipasi oleh perusahaan dalam kondisi sekarang. Memang keuntungan yang diperoleh ketika suatu perusahaan menerapkan manajemen strategi dapat berupa manfaat keuangan, tapi lebih jauh lagi, manfaat non keuangan memberi nilai lebih pada manajemen strategis ini. Rencana Masa Depan(jangka panjang) bagi suatu perusahaan adalah perencanaan agar perusahaan kedepannya akan lebih baik, namun karena masa depan tidak dapat diprediksi, untuk menghadapinya perlu dibuat suatu perencanaan strategis.

    BalasHapus
  14. saya setuju dengan pendapat dari teman-teman di atas, bahwa manajemen strategis masih layak untuk dipelajari, karena manajemen strategis merupakan suatu cara yang dapat digunakan untuk mempertahankan keunggulan dan kompetitif perusahaan utnuk jangka panjang. Hal ini dikarenakan saat ini ruang untuk membuat kesalahan semakin sempit sehingga sebuah perusahaan atau organisasi membutuhkan suatu manajemen strategis untuk tetap menjaga berlangsungnya suatu perusahaan tersebut.

    BalasHapus
  15. Sesusai dengan makna harfiahnya bahwa Manajemen Strategis adalah Seni dan pengetahuan dalam merumuskan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi keputusan-keputusan lintas fungsional yang memampukan sebuah organisasi mencapai tujuan. Simpelnya bahwa tidak hanya hitungan semata yang dibutuhkan dalam menentukan strategic keberlangsungan masa depan suatu perusahan, tetapi diperlukannya suatu insting/intuisi yang jeli dalam memprediksi peluang-peluang di masa depan, lemahnya atau kurangnya intuisi dalam menangkap prospek bisnis masa depan dapat membuat perusahaan tersebut kalah dalam bersaing secara tiba-tiba. sehingga menurut saya bahwa paduan antara pengetahuan dan seni intuisi didalam manajemen strategis tersebut sangat penting dalam mempertahankan keberlangsungan dan pekermbangan perusahaan dimasa mendatang sehingga ilmu manajemen strategis menurut saya sangat layak untuk dipelajari.

    BalasHapus
  16. Q-04/2014
    Jika topik ini diabaikan, apa saja potensi masalah yang akan muncul dan berapa fatal akibatnya? Mohon dijelaskan ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saat ini banyak perusahaan yang marak menyebutkan penggunaan perencanaan strategis dan memakai istilah manajemen strategis dalam menjalankan usahanya, namun sebenarnya yang ingin dicapai oleh perusahaan dalam menjalankan manajemen strategis ini adalah perusahaan ingin terus profit dan tumbuh, di tengah berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan usahanya. Perusahaan membutuhkan operasi yang efisien, tepat pada waktunya dan cepat. Dengan bantuan manajemen strategis inilah perusahaan memiliki gambaran menyeluruh atas perusahaannya.

      Sehingga dengan diabaikannya manajemen strategis, dapat berakibat fatal bagi kelangsungan hidup/usaha perusahaan dalam jangka yang panjang. Ketika perusahaan kehilangan daya saing dan tidak ada pertumbuhan dalam jangka panjang maka perusahaan tersebut akan mati.

      Hapus
    2. Menambahkan komentar dari Pak Bagus, manajemen strategis merupakan suatu tools dalam memetakan tumbuh kembangnya suatu institusi/organisasi. Perencanaan strategis sangat diperlukan untuk mencapai goal dengan memperhatikan aspek eksternal dan potensi internal. Jika hal tersebut diabaikan, dengan sendirinya produk yang dihasilkan akan kalah bersaing dan menyebabkan perusahaan tersebut mati perlahan-lahan

      Hapus
    3. Semangat malam,

      Manajemen strategis berguna untuk memetakan kekuatan dan kelemahan di sisi internal serta mengetahui peluang dan ancaman yang ada di sisi eksternal. Dengan hal-hal tersebut diharapkan strategi yang diambil dapat menonjolkan kekuatan kompetitif dan lebih peka terhadap peluang/ancaman yang ada.
      Jika manajemen strategi diabaikan, potensi-potensi ini akan muncul :
      1. Organisasi tidak dapat beradaptasi saat perubahan-perubahan yang terjadi
      2. Tujuan jangka panjang tidak jelas dan tidak tercapai
      3. Aktivitas organisasi menjadi tidak efektif
      4. Tidak dapat memprediksi hal-hal yang berkaitan yang akan terjadi di masa depan
      5. Tidak mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, sehingga kalah dari pesaing

      Terima kasih

      Salam,
      Arief RD - ME14

      (sumber : Irawan, Andhy. 2011. Pentingnya Manajemen Strategik Bagi Perusahaan.)

      Hapus
    4. Saya sepakat dengan pernyataan mas Bagus, bahwa diterapkannya manajemen strategis hakikatnya adalah "mencapai keunggulan kompetitif untuk keberlanjutan suatu perusahaan"

      Jika ini diabaikan, perusahaan tidak akan mampu mencapai keunggulan kompetitif dan tidak akan lama berada dalam suatu sistem kompetisi yang sangat dinamis ini

      "Without a strategy, an organization is like a ship without a rudder, going around in circles. It’s like a tramp; it has no place to go." — Joel Ross and Michael Kami

      Hapus
    5. Sebuah perusahaan harus dapat tumbuh dan dapat bertahan lama dalam persaingan merupakan faktor utama kenapa topik ini tidak boleh diabaikan, untuk merespon setiap perubahan yang ada membutuhkan manajemen strategi, mulai dari perumusan, implementasi, hingga evaluasi. Jika hal ini diabaikan sebuah perusahaan akan berdampak pada finansial yang merugi, fatal nya akan mengalami kebangkrutan.

      Hapus
    6. Potensi masalah yang muncul sebagai akibat dari kesalahan dalam menyusun strategi sangat banyak diantara sudah disebutkan oleh Bapak dan Ibu diatas.
      Kesalahan dalam menentukan strategi akan berdampak buruk pada masa yang akan datang dan sebagian besar dampak buruk tersebut tidak mungkin diperbaikan atau jika masih bisa diperbaiki maka memakan waktu dan biaya yang sangat panjang agar bisa kembali ke puncak kejayaan. Karena itu saya pribadi menyimpulkan penyusunan strategi termasuk didalamnya memetakan ancaman dan peluang serta kekuatan dan kelemahan adalah hal yang perlu dilakukan sebelum mengambil sebuah keputusan besar agar tidak terjadi penyesalan dimasa yang akan datang.

      Hapus
    7. Sebuah Perusahaan tanpa strategi dapat dianalogikan sebagai pasukan yang terjun ke medan perang tanpa tahu kondisi medan, kekuatan musuh yang dihadapi, dan tanpa persenjataan.

      Sebuah strategi memiliki impact yang sangat besar terhadap suatu perusahaan, karena hal tersebut menyangkut kinerja perusahaan dan posisi perusahaan.

      Strategi yang komperhensif, disusun atas pertimbangan-pertimbangan faktor eksternal dan internal yang ada, yang dapat disesuaikan untuk kelangsungan hidup perusahaan. Kesalahan dalam pengambilan strategi, berarti ancaman bagi kelangsungan hidup perusahaan.

      Salam Hormat
      Augtiaji A Baskoro
      Manajemen Energi 2014

      Hapus
    8. Selamat malam
      disebutkan diatas bahwa konsep manajemen strategik sangatlah penting dalam perumusan strategi apa yang akan dilakukan, dan jika perusahaan tanpa strategi maka perusahaan tersebut akan kalah bersaing dalam perusahaan lainnya yang memikirkan konsep mereka secara matang

      Salam Hangat,
      Dimas ME'2014

      Hapus
    9. Selamat pagi,
      saya setuju dengan pendapat teman-teman semua mengenai pentingnya manajemen strategis. Menurut saya manajemen strategis tidak hanya diperlukan oleh perusahaan saja yang memang bertujuan untuk mencari profit tetapi manajemen strategis juga diperlukan hampir disemua organisasi baik organisasi publik maupun organisasi sosial kemasyarakatan termasuk juga organisasi politik.
      Karena apabila manajemen strategis diabaikan maka akibat yang ditimbulkannya pun juga hampir sama seperti yang dialami oleh perusahaan seperti yang telah dijelaskan oleh teman-teman semua yang bisa berujung kepada bubarnya organisasi tersebut.
      Demikian pendapat dari saya, terima kasih

      Salam,
      Ari D. Putra ME - 2014

      Hapus
  17. Perencanaan strategis yang pada implementasinya lebih dikenal dengan istilah manajemen strategis adalah sebuah teknik yang dapat digunakan oleh sebuah organisasi untuk tetap bertahan dan tumbuh berkembang dimasa mendatang dengan cara mempertahankan keunggulan kompetitifnya.

    Jika sebuah organisasi mengabaikan proses ini, keunggulan kompetitif organisasi kemungkinan besar tidak akan dapat dipertahankan yang jika berlangsung dalam rentang waktu yang cukup panjang dapat mengakibatkan kerugian, kemundururan, organisasi yang tidak tumbuh dan berkembang, yang pada klimaksnya dapat membuat organisasi tersebut tutup usia.

    BalasHapus
  18. Salam, Pak Fajar dan tem-teman yang terhormat
    ada pernyataan menarik pada penutupnya

    "Namun demikian, manajemen strategis bukanlah jaminan keberhasilan suatu organisasi secara berkelanjutan"

    ternyata manajemen strategis bukan jaminan untuk organisasi berkelanjutan, lalu kira-kira faktor apa ya yang bisa membuat organisasi berkelanjutan jika manajemen strategis (perencanaan, implementasi dan evaluasi) yang sudah sekomprehensif ini tidak menjadi jaminan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya maksud dari manajemen strategis bukanlah jaminan keberhasilan suatu organisasi secara berkelanjutan adalah :

      Karena keberhasilan dari manajemen strategis sangat tergantung tergantung pada SDM atau pelaksananya bukan pada Manajemen Strategi sebagai sarana. SDM sebagai pelaksana harus terdiri dari personil yang profesional, memiliki wawasan yang luas dan yang terpenting adalah memiliki komitmen yang tinggi terhadap moral dan/atau etika untuk tidak menggunakan manajemen strategi demi kepentingan diri sendiri atau kelompok.

      Sumber daya manusia dalam tiap perusahaan adalah unik, maka kegiatan dalam departemen SDM akan beragam antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Menurut Sjafri Mangkuprawira (2002: 18) keragaman sumber daya manusia antara lain :
      1) isu- isu yang menyangkut kompensasi dan manfaat
      2) pelayanan terhadap karyawan
      3) kegiatan penguatan dan pemberian kesempatan pekerjaan yangs sama
      4) program analisis pekerjaan
      5) testing prapekerjaan
      6) penelitian tentang aspek karyawan

      Hapus
    2. Salam kompak ME 2014 pak dhanist, betul adanya bahwa strategi bukanlah jaminan keberhasilan suatu organisasi, karena masih banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi strategi tersebut untuk berhasil diaplikasikan, contohnya :

      1. Isu-isu manajemen
      2. Isu-isu di pemasaran
      3. Konflik
      4. Evaluasi yang tidak baik dari strategi sebelumnya.

      Hal-hal diatas adalah hal yang dapat mempengaruhi baik atau tidaknya sebuah strategi, dan berhasil atau tidaknya sebuah strategi. Strategi yang baik, bila diterapkan di waktu yang tidak tepat dan cara yang kurang tepat juga, serta dievaluasi dengan salah. Dapat menghasilkan sebuah efek domino serentetan strategi-strategi buruk di masa depan.

      Terima Kasih
      Augtiaji A Baskoro
      Manajemen Energi 2014

      Hapus
    3. Dari sumber disini.
      Berbagai kemungkinan formulasi & implementasi Strategi adalah :
      1. Success :
      • Hasil yg paling diinginkan oleh perusahaan
      • Terjadi pada saat perusahaan mampu melakukan formulasi strategi & sekaligus mampu mengimplementasikan secara baik juga.
      2. Roulette :
      • Situasi dimana strategi yg diformulasikan sesungguhnya kurang baik, akan tetapi hasil yg didapat tdklah terlalu mengecewakan karena perusahaan mampu mengimplementasikan strateginya dengan baik.
      3. Trouble :
      • Situasi dimana strategi perush sebenarnya diformulasikan dengan baik namun strategi tersebut kacau & tdk optimal karena manajemen perusahaan tidak mengimplementasikannya dengan baik.
      4. Failure :
      • Merupakan hasil yg paling buruk & paling tidak diinginkan oleh manajemen perusahaan.
      Dari pengertian diatas pemilihan strategi dan impelementasi strategi akan mempengaruhi sukses tidaknya suatu strategi.
      Juga satu faktor penting yaitu kepemimpinan yang diterapkan agar menyesuaikan sesuai dengan budaya dan organisasi sehingga implementasi strategi dapat diterapkan begitu pula analisis dan perumusan strategi.

      Salam,

      Mario W

      Hapus
    4. Organisasi merupakan suatu social arrangement yang memiliki sasaran bersama dalam melakukan pengendalian atas pencapaian targetnya dan memiliki suatu batasan yang memisahkannya dari lingkungan. Organisasi akan beradaptasi terhadap tantangan lingkungan dalam mempertahankan atau memperkuat eksistensinya, yang merupakan esensi atas perubahan terhadap suatu kebiasaan dalam organisasi tersebut. Perubahan perlu dilakukan saat lingkungan mengalami perubahan fundamental dan organisasi selalu didorong untuk memiliki nilai sangat tinggi. Organisasi dapat semakin kompetitif atau semakin memburuk akibat perubahan lingkungan secara cepat.

      Perubahan lingkungan yang semakin cepat menyebabkan manajemen organisasi memiliki waktu yang singkat dalam mewujudkan visi dan misi organisasi. Visi baru tercipta akibat respon organisasi terhadap perubahan besar yang mempengaruhi implementasi strateginya. Hal ini tentu membutuhkan metode dalam mengkomunikasikan visi dan misi baru dari suatu organisasi, salah satunya melalui pelatihan dan pengembangan. Oleh karena itu, keberlanjutan (sustainability) suatu organisasi ditentukan oleh kemampuan manajemennya dalam merespon perubahan lingkungan melalui pernyataan visi dan misinya.

      Hapus
    5. Organisasi merupakan suatu social arrangement yang memiliki sasaran bersama dalam melakukan pengendalian atas pencapaian targetnya dan memiliki suatu batasan yang memisahkannya dari lingkungan. Organisasi akan beradaptasi terhadap tantangan lingkungan dalam mempertahankan atau memperkuat eksistensinya, yang merupakan esensi atas perubahan terhadap suatu kebiasaan dalam organisasi tersebut. Perubahan perlu dilakukan saat lingkungan mengalami perubahan fundamental dan organisasi selalu didorong untuk memiliki nilai sangat tinggi. Organisasi dapat semakin kompetitif atau semakin memburuk akibat perubahan lingkungan secara cepat.

      Perubahan lingkungan yang semakin cepat menyebabkan manajemen organisasi memiliki waktu yang singkat dalam mewujudkan visi dan misi organisasi. Visi baru tercipta akibat respon organisasi terhadap perubahan besar yang mempengaruhi implementasi strateginya. Hal ini tentu membutuhkan metode dalam mengkomunikasikan visi dan misi baru dari suatu organisasi, salah satunya melalui pelatihan dan pengembangan. Oleh karena itu, keberlanjutan (sustainability) suatu organisasi ditentukan oleh kemampuan manajemennya dalam merespon perubahan lingkungan melalui pernyataan visi dan misinya.

      Hapus
    6. saya sangat setuju dengan komentar pak mario mengenai kemungkinan formulasi dan implementasi strategi dan poin yang sangat-sangat penting disinilah diperlukan sosok pemimpin yg tepat untuk menganalisis dan merumuskan strategi karena jika yang membuat keputusan itu orang yang kadar kompetensinya kurang atau sama sekali tidak ada. perusahaan tersebut tetap tidak bisa menjadi apa-apa kedepannya walaupun memiliki sumber daya dan faktor-faktor pendukung lainnya.

      Syamsyarief Baqaruzi (ME 14)

      Hapus
  19. Untuk meraih segala cita-cita atau tujuan yang diinginkan oleh suatu organisasi atau perusahaan maka diperlukan manajemen strategis untuk dapat membuat perencanaan strategis serta penilaian strategis. jika manajemen strategis ini di abaikan oleh suatu perusahaan maka perusahaan tersebut tidak akan mampu untuk membuat keputusan strategis untuk mengembangkan perusahaannya. dampaknya tentu keuntungan keuangan dan keuntungan non-keuangan perusahaan tersebut akan terus tergerus. Pada akhirnya perusahaan tersebut akan kalah bersaing dengan perusahaan lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju dengan pak Alex, sedikit menambahkan saja, bahwa salah satu tujuan dari manajemen strategi adalah senantiasa memperbarui strategi yang dirumuskan agar sesuai dengan perkembangan lingkungan eksternal. Tentu saja dalam perkembangannya strategi yang diterapkan oleh perusahaan bahkan visi dan misinya bisa saja berubah mengikuti perkembangan lingkungan. Sehingga jika manajemen strategis ini diabaikan bisa saja strategi yang diterapkan oleh perusahaan sudah tidak sesuai dengan perkembangan, akibatnya perusahaan menjadi kurang sensitif dalam merespon segala perkembangan yang ada. Akibat lebih jauh yang dapat ditimbulkan adalah perusahaan menjadi kurang terarah dalam mencapai tujuan dari perusahaan.

      Hapus
    2. Menambahkan apa yang di sampaikan mas alex, sulit sekali membayangkan bahwa sebuah perusahaan tanpa manajemen strategis dapat survive di dalam mengelola bisnisnya krn tanpa manajemen strategis maka perusahaan tidak memiliki visi misi sebagai cita - cita tujuan, tidak memperhatikan perubahan kondisi internal dan eksternal perusahaan serta dalam berbisnis tidak menggunakan strategi. Sudah pasti tujuan perusahaan untuk memperoleh keunggulan yang kompetitive tidak mungkin tercapai.

      Hapus
    3. Berdasarkan pemaparan pak alex dan rekan - rekan diatas , bahwa manajemen strategis berkaitan dengan cita - cita perusahaan , berarti berhubungan dengan visi dan misi perusahaan.

      saya jadi timbul pertanyaan mengenai itu, bagaimana kedudukan manajemen strategis jika ditinjau dari misi dan visi perusahaan?
      sebagai contoh blackberry yang beralih ke jasa enterprise yang dimana telah keluar jalur dari misi perusahaan.

      http://beritaterkini.perpus.web.id/id/read/2015/05/29/57/1157284/bisnis-ponsel-lesu-blackberry-beralih-ke-jasa-enterprise

      Salam
      Adi Waskito ME 14

      Hapus
    4. Sependapat dengan pak Praditya.
      tetapi bagaimana jika kita balik perusahaan tersebut maju karena menerapkan strategi-strategi yang dalam bahasa lainnya "Black Business Strategy"?

      apa yang harus kita lakukan?

      Syamsyarief Baqaruzi (ME 14)

      Hapus
  20. Menindaklajuti pernyataan mas Alex, Saya setuju bahwa Manajemen kompetensi SDM sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu organisasi.
    Sumber daya manusia (SDM) merupakan sumber pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang terakumulasi dalam diri anggota organisasi. Kemampuannya ini terus diasah oleh perusahaan dari waktu ke waktu dan perusahaan terus mengembangkan keahliannya sebagai pilar perusahaan agar selalu memiliki keunggulan kompetitif.

    "Sangat pentingnya kontribusi SDM sebagai salah satu faktor pendukung kesuksesan perusahaan amat disadari oleh para pimpinan puncak organisasi. Sehingga perusahaan dituntut untuk melakukan pengembangan berkesinambungan terhadap kuantitas dan kualitas "stok" pengetahuan mereka melalui pelatihan kepada SDM atau merangsang SDM-nya agar "learning by doing" dalam sebuah semangat dalam learning organisasi"

    Sumber :
    http://www.ptpn3.co.id/ptb.pdf

    BalasHapus
  21. Saya setuju dengan mas Alex, tapi harus diperhatikan juga SDMnya.
    faktor penentu keberhasilan/kegagalan organisasi adalah faktor Sumber Daya Manusia (SDM).Sumber daya manusia menjadi factor penentu di setiap organisasi.

    Keunggulan mutu bersaing suatu organisasi sangat ditentukan oleh mutu SDM-nya. Penanganan SDM harus dilakukan secara menyeluruh dalam kerangka sistem pengelolaan SDM yang bersifat strategis, integrated, interrelated dan unity. Organisasi sangat membutuhkan SDM yang kompeten, memiliki kompetensi tertentu yang dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan pekerjaannya.

    http://www.ptpn3.co.id/ptb.pdf

    BalasHapus

Membuat Link Pada Komentar Anda
Agar pembaca bisa langsung klik link address, ketik:
<a href="link address">keyword </a>
Contoh:
Info terkini klik <a href="www.manajemenenergi.org"> disini. </a>
Hasilnya:
Info terkini klik disini.

Menambahkan Gambar Pada Komentar
Anda bisa menambahkan gambar pada komentar, dengan menggunakan NCode berikut:

[ i m ] URL gambar [ / i m ]

Gambar disarankan memiliki lebar tidak lebih dari 500 pixels, agar tidak melebihi kolom komentar.