.

Jumat, 22 Februari 2013

Pengantar Analisis Laporan Keuangan

Seri Konsep Manajemen Strategis

oleh: Fajardhani

Pendahuluan
Laporan keuangan merupakan catatan yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan organisasi masa lalu. Tanpa laporan keuangan, analisis keuangan dan evaluasi tidak mungkin dilakukan oleh manajemen, dewan komisaris, investor, dan masyarakat. Analisis keuangan dilakukan antara lain untuk menilai kelangsungan usaha berdasarkan profitabilitas, solvabilitas, dan likuiditas dari suatu usaha.

Disni kita menyebut ada tiga jenis laporan keuangan, yaitu: laporan neraca (balance sheet - B/S), laporan laba rugi (profit and loss - P/L), dan laporan arus kas (cash flow - C/F). Ketiga laporan tersebut tidak independen satu dengan lainnya seperti pada gambar berikut ini.


Gambar 1. Keterkaitan Antar Laporan
Dan ada tiga jenis analisis utama yang dibutuhkan dari laporan keuangan yang disajikan, yaitu:

  1. Rencana vs. Aktual: membandingkn pro forma financial statements dengan laporan keuangan akhir tahun. Pro forma financial statements didefinisikan sebagai laporan keuangan yang berfokus pada masa depan atau dipersiapkan sebelum transaksi tahun berjalan dimulai.
  2. Analisis tren: membandingkan laporan keuangan saat ini dengan laporan keuangan sebelumnya untuk melihat area mana dari bisnis yang telah berubah, seberapa besar perubahan yang terjadi, mengapa hal itu terjadi. Contoh: tren profit, biaya, persediaan, piutang, dan lain sebagainya. Analisis ini bisa disebut sebagai analisis horizontal.
  3. Perbandingan dengan standar: analisis ini tidak hanya membandingkan kinerja bisnis dengan bisnis sejenis dalam industri, tetapi juga terhadap standar yang ditetapkan oleh bankir, investor, komisaris, atau atasan langsung.. Perbandingan keuangan ini biasanya dibuat dalam bentuk "rasio".
Ada dua bidang amatan yang dipelajari disini, yaitu: kinerja operasi dan likuiditas perusahaan.

Kinerja Operasi
Kita dapat mengetahui profitabilitas perusahaan dengan melihat jumlah laba pada Laporan laba rugi dan mengaitkannya dengan aktiva yang digunakan pada Laporan neraca.

Informasi pada Laporan laba rugi berupa: EBIT (laba sebelum bunga dan pajak), EBT (laba sebelum pajak), dan EAT (laba setelah pajak). Informasi pada Laporan neraca berupa: TA (total aktiva), CE (modal yang digunakan), NW (kekayaan bersih).

Rasio-rasio antara nilai-nilai neraca dan laporan laba-rugi yang dipelajari adalah:
  1. pengembalian atas aktiva (return on assets – ROA)
  2. pengembalian atas aktiva bersih (return on net assets – RONA)
  3. pengembalian atas modal yang digunakan (return on capital employed – ROCE)
  4. pengembalian atas modal yang diinvestasikan (return of invested capital – ROIC)
  5. pengembalian atas investasi (return on investment – ROI)
  6. pengembalian atas total aktiva (return of total assets – ROTA)
  7. pengembalian atas ekuitas (return on equity – ROE)
Informasi ROTA memberikan suatu ukuran efisiensi operasi perusahaan secara keseluruhan, sedangkan ROE menilai pengembalian kepada ekuitas pemegang saham.

Metode perhitungan ROTA adalah EBIT/TA dimana penggeraknya adalah besarnya laba dan total aktiva. Kinerja dapat ditingkatkan dengan memperhatikan keduanya. Persentase margin 10% memberi informasi mengenai tentang struktur EBIT bahwa presentase biaya adalah sebesar 90%. Marjin dapat ditingkatkan hanya jika presentase ini dapat dikurangi. Pengurangan biaya dapat dianalisis melalui informasi komponen-komponennya yang ada pada Laporan laba rugi. Selanjutnya adalah dengan mengendalikan TA dimana blok pembentuk aktiva adalah aktiva tetap, persediaan, dan piutang usaha (debitor).

Penurunan presentase biaya dan penurunan total aktiva akan meningkatkan return of total assets (ROTA) secara drastis dan sebaliknya.

Likuiditas perusahaan
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat jatuh tempo. Ketika kas habis, manajemen akan kesulitan untuk membuat keputusan independen. Bahkan masa depan usaha ada di tangan pihak ketiga seperti pemasok atau kreditor yang belum dibayar. Masa depan tersebut dapat berupa kebangkrutan, pengambilalihan secara paksa, dan lain sebagainya. Intinya, manajemen dapat kehilangan otoritas dan pemilik kehilangan seluruh investasinya.

Ukuran-ukuran likuiditas terdiri dari ukuran likuiditas jangka pendek (short term liquidity measures) yang terdiri dari rasio lancar (current ration), rasio cepat (quick ratio), rasio modal kerja terhadap penjualan (working capital to sales ratio), dan Hari perputaran modal kerja (working capital days).

Rasio lancar adalah perbandingan antara total aktiva lancar dan kewajiban lancar. Perhitungan rasio cepat mirip dengan rasio lancar dengan mengurangi nilai persediaan dari aktiva lancar. Informasi untuk perhitungan diambil dari Laporan neraca.

Laporan Neraca (B/S)
Laporan neraca memberikan potret atau gambaran tentang aktiva pada suatu waktu misalnya jam 24:00 pada tanggal 31 Desember 2012. Potret ini akan diulangi pada internal yang tetap misalnya pada jam, tanggal, dan bulan yang sama tahun berikutnya (lihat Gambar 1).

Gambar 2. Struktur Laporan Neraca (BS)
Istilah-istilah umum pada laporan neraca yaitu:
  1. total aktiva atau TA = FA + CA atau TA = OF + LTL + CL
  2. modal yang digunakan atau CE = FA + CA – CL atau CE = OF + LTL
  3. kekayaan bersih atau NW = FA + CA – CL – LTL
  4. modal kerja atau WC = CA – CL
Laporan Laba Rugi (P/L)
Laporan laba rugi mengkuntifikasi dan menjelaskan keuntungan atau kerugian selma periode waktu yang dibatasi oleh dua laporan neraca.

Gambar 3. Struktur Sederhana Laporan Laba Ruga (P/L)

Laporan Arus Kas (C/F)
Laporan arus kas tergantung pada dua neraca serta laporan laba rugi.


Sumber:
Walsh Ciaran, Key Management Ratios 3 ed, Penerbit Erlangga, 2003

Artikel Terkait

18 komentar:

  1. Pak Fajar, mau tanya Pak, dari gambar 2 sepertinya belum jelas bagi saya, manakah yang dimaksud/kepanjangan apakah:
    - LTL
    - ETL
    - WC

    Terima kasih banyak Pak.

    Wassalamu`alaykum wr.wb.

    RENNI EKAPUTRI (Teknik Elektro-MANTEL)

    BalasHapus
  2. Ibu Renni Ekaputri,

    Makasih banyak atas koreksinya. Kesalahan tersebut sangat mengganggu.
    Gambar dan tulisan sudah diperbaiki.
    Salam

    BalasHapus
  3. Q-1/2014
    Jika pertumbuhan merupakan insentif bagi suatu keberhasilan suatu usaha, indikator apa yang dapat digunakan untuk menilai saat menganalisis laporan keuangan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indikator yang dapat digunakan adalah pertumbuhan asset terhadap struktur modal
      Asset merupakan aktiva yang digunakan untuk aktivitas operasional perusahaan. Semakin besar asset diharapkan semakin besar hasil operasional yang dihasilkan oleh perusahaan.
      Pecking order theory menyatakan bahwa perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi akan melakukan ekspansi dengan cara menggunakan dana eksternal berupa hutang. Terjadinya peningkatan asset yang diikuti peningkatan hasil operasi akan semakin menambah kepercayaan pihak luar terhadap perusahaan. Dengan meningkatnya kepercayaan pihak luar (kreditor) terhadap perusahaan, maka proporsi hutang akan semakin lebih besar daripada modal sendiri. Hal ini didasarkan pada keyakinan kreditor atas dana yang ditanamkan ke dalam perusahaan dijamin oleh besarnya asset yang dimiliki perusahaan (Robert Ang, 1997).

      Sumber: klik.
      Ilham B, ME'13

      Hapus
    2. Menambahkan pendapat mas Ilham, selain asset itu sendiri, indikator-indikator ROCE, ROA (dan/atau ROTA) serta ROE tetap harus diperhatikan...

      Peran ROCE sangat penting bagi perusahaan untuk menambah profit karena ROCE mengindikasikan seberapa baik kinerja perusahaan dalam memanfaatkan modalnya untuk memperoleh profit yang maksimal.

      ROA (atau sering ditampilkan dalam indikasi ROTA) berfungsi untuk memberikan ukuran efisiensi operasional perusahaan secara keseluruhan dalam menggunakan aset-asetnya untuk menghasilkan keuntungan. Semakin tinggi ROA atau ROTA menunjukkan efisiensi kinerja operasi perusahaan.

      ROE menunjukkan pengembalian pada ekuitas pemegang saham. Walsh (2003) menyebutkan bahwa ROE merupakan rasio yang paling penting dalam keuangan perusahaan. ROE mengukur pengembalian absolut yang akan diberikan perusahaan kepada para pemegang saham. Suatu angka ROE yang bagus akan membawa keberhasilan bagi perusahaan yang mengakibatkan tingginya harga saham dan membuat perusahaan dapat dengan mudah menarik dana baru. Hal itu juga akan memungkinkan perusahaan untuk berkembang, menciptakan kondisi pasar yang sesuai, dan pada gilirannya akan memberikan laba yang lebih besar dan seterusnya. Semua hal itu dapat menciptakan nilai yang tinggi dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

      Selain itu, Walsh juga menyebutkan filosofi bahwa seluruh perusahaan komersial menggunakan uang untuk membayar bahan baku yang digunakan. Oleh karena itu, perusahaan harus memperoleh pengembalian yang cukup untuk memenuhi pembayaran tersebut. Perusahaan-perusahaan yang dapat terus memperoleh pengembalian yang cukup untuk membayar suku bunga pasar atas dana pinjaman biasanya akan sejahtera atau makmur. Sementara perusahaan yang tidak berhasil selama periode yang cukup panjang untuk memenuhi suku bunga pasar ini biasanya tidak dapat bertahan setidaknya dalam bentuk yang sama dan di bawah kepemilikan yang sama.

      Sumber: Walsh, C. (translated by Haikal, S.) 2003. Key Management Ratios, ed. 3. Jakarta: Penerbit Erlangga

      Bagus, ME’13

      Hapus
    3. Mas ilham menanggapi antara hubungan asset dengan hutang ini sangat menarik diman mas ilham mengutip pada pernyataan (Robert Ang, 1997) bahwa semakin tinggi asset maka dengan kepercayaan kreditor dalam perkembangannya usaha tersebut juga akan semakin besar disini yang menarik bagi saya untuk menjadi pertanyaan bagaimanakah proporsi perbandingan antar hutang dan nilai asset tersebut apakah harus beimbang atau seperti apa?korelasinya bagi saya untuk menghitung jika hutang itu dalam jangka panjang apa pengaruhnya terhadap asset?

      Hapus
    4. mencoba menjawab pak indrawan,
      berdasarkan referensi yang ada, apabila debt ratio semakin tinggi, sementara proporsi total aktiva tidak berubah maka hutang yang dimiliki perusahaan semakin besar. Total hutang semakin besar berarti rasio financial atau rasio kegagalan perusahaan untuk mengembalikan pinjaman semakin tinggi.
      dan sebaliknya apabila debt ratio semakin kecil maka hutang yang dimiliki perusahaan juga akan semakin kecil dan ini berarti risiko financial perusahaan mengembalikan pinjaman juga semakin kecil.
      Menurut buku "key management ratios" (hal 123-124), untuk rasio hutang terhadap total aktiva berbeda beda setiap negara juga sektornya: contoh Negara AS, Inggris dan Jepang kurang dari 60%, sedangkan Uni Eropa melebihi 60%.

      Hapus
  4. Q-2/2014
    Jika tingkat kesehatan dapat menjadi indikator pertumbuhan yang berkelanjutan suatu usaha, apa yang diukur dari informasi yang disajikan laporan keuangan untuk menilai tingkat kesehatannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk mengukur tingkat kesehatan suatu perusahaan, dapat dilihat dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas.

      1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajian financial jangka pendek yang berupa hutang – hutang jangka pendek (short time debt). Menurut Van Horne :”Sistem Pembelanjaan yang baik Current Ratio harus berada pada batas 200% dan Quick Ratio berada pada 100%”. Adapun yang tergabung dalam rasio ini adalah :

      a. Current Ratio (Rasio Lancar)
      Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki,
      Contoh : Current Ratio Pada PT XYZ Medan adalah sebagai berikut (dalam Rupiah ) :
      Tahun 2005 : = 1,04
      Tahun 2006 : = 1,05
      Ini berarti bahwa kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar, untuk tahun 2005 adalah setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin oleh Aktiva lancar Rp. 1,04. Untuk tahun 2006 adalah setiap hutang lancar Rp. 1 dijamin oleh Rp.1,05 aktiva lancar.
      b. Quick Ratio (Rasio Cepat)
      Merupakan rasio yang digunaka untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid.
      c. Cash Ratio (Rasio Lambat)
      Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia dan yang disimpan di Bank.

      2. Ratio Solvabilitas
      Rasio ini disebut juga Ratio leverage yaitu mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya dengan dana yang dipinjam dari kreditur perusahaan tersebut. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang rasio ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman (Bank). Adapun Rasio yang tergabung dalam Rasio Leverage adalah :
      a. Total Debt to Equity Ratio (Rasio Hutang terhadap Ekuitas)
      Merupakan Perbandingan antara hutang – hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibanya.
      b. Total Debt to Total Asset Ratio ( Rasio Hutang terhadap Total Aktiva )
      Rasio ini merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang.
      3. Ratio Rentabilitas
      Rasio ini disebut juga sebagai Ratio Profitabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan, profitabilitas suatu perusahaan mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.Yang termasuk dalam rasio ini adalah :
      a. Gross Profit Margin ( Margin Laba Kotor)
      Merupakan perandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan Harga Pokok penjualan dengan tingkat penjualan, rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan.
      b. Net Profit Margin (Margin Laba Bersih)
      Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan.
      c. Earning Power of Total investment
      Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto.
      d. Return on Equity (Pengembalian atas Ekuitas)
      Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh pemegang saham, baik saham biasa maupun saham preferen.

      Sumber: klik.

      Hapus
  5. Q-3/2014
    Menurut Anda, mengapa instansi yang bekerja untuk sektor publik juga memerlukan pertumbuhan dan apa ada indikator keberhasilan yang digunakan di sisi publik? (sektor telekomunikasi dan sektor energi).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Instansi publik khususnya PT PLN (Persero) memerlukan pertumbuhan dalam rangka mengembangkan usahanya di bidang penyediaan tenaga listrik, indikator pertumbuan antara lain peningkatan asset, dengan meningkatnya asset tentunya akan mudah bagi PLN untuk melakukan pinjaman.
      Dengan PT PLN (Persero) saat ini masih mengandalkan besarnya margin keuntungan dalam membantu mengembangkan usahanya, maka Indikator keberhasilan yang dapat digunakan adalah sejauh mana PT PLN (Persero) dapat mengoptimalkan besarnya margin keuntungan yang diberikan untuk meningkatkan kapasitas pembangkit dan jaringan dalam memenuhi kebutuhan listrik serta menurunkan BPP tenaga listrik di sistem kelistrikan yang masih menggunakan pembangkit berbahan bakar minyak .

      Hapus
    2. Sektor publik dan instansi yang bekerja di sektor publik tersebut juga memerlukan pertumbuhan. Di sektor energi, misalnya ESDM, Minerba dan Ketenagalistrikan. Beberapa indikator yang dipakai adalah laporan keuangan dan laporan kinerja, atau sering disebut LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah). Indikator ini cukup penting karena memperlihatkan seberapa efektif dan efisien instansi tersebut bekerja, yang berujung pada pertumbuhan ekonomi skala makro dan kesejahteraan rakyat. Hal ini sedikit berbeda dengan perusahaan yang bergerak di sektor swasta yang menekankan laba dan tingkat pengembalian (return) yang cukup tinggi.

      Sektor ESDM tetap menjadi andalan dan berpengaruh dalam mendukung pembangunan dan perekonomian nasional, baik melalui sisi fiskal, moneter maupun sektor riil. Disamping itu sektor ESDM juga memiliki peranan penting yaitu sebagai penjamin sumber pasokan (energi dan minerba) yang didukung oleh harga energi yang terjangkau dan kemampuan meningkatkan nilai tambah.

      Dari sisi fiskal, sektor ESDM berkontribusi terhadap penerimaan negara (revenue) tapi di sisi lain menimbulkan konsekuensi subsidi energi.

      Dari sisi moneter, komoditas ESDM yang bersifat adminestered price akan berperan terhadap besaran/dinamika inflasi nasional.

      Sedangkan dari sektor riil, secara timbal balik, sektor ESDM berperan terhadap tumbuhnya investasi dan di saat bersamaan juga membutuhkan investasi untuk berkembang.

      Semua ini pada akhirnya akan menjadi landasan gerak untuk pembangunan nasional yang dilakukan melalui four tracks yaitu:
      - pertumbuhan (pro-growth)
      - penciptaan lapangan kerja (pro-job),
      - pemerataan pembangunan dengan orientasi pengentasan kemiskinan (pro-poor),
      - kepedulian terhadap lingkungan (pro-environment).
      Kinerja sektor ESDM secara umum dapat dinilai dari capaian indikator kinerja sektor ESDM yang mencakup antara lain, penerimaan sektor ESDM, subsidi energi, investasi, pasokan energi dan mineral, dan pembangunan daerah (Dana Bagi Hasil dan Community Development).

      Selain itu, capaian kinerja sektor ESDM juga dapat terlihat dari kegiatan atau capaian-capaian pembangunan yang berhasil dilaksanakan selama tahun berjalan seperti pembangunan infrastruktur, penandatangangan kontrak-kontrak ESDM, penyelesaian permasalahan, dan prestasi-prestasi kinerja strategis lainnya.

      Sehingga kinerja sektor ESDM ini menjadi indikator keberhasilan pembangunan nasional, antara lain: penerimaan negara, pembangunan daerah, investasi, subsidi, penyediaan energi dan bahan baku domestik serta efek berantai lainnya termasuk menciptakan lapangan kerja, yang secara tidak langsung akan memperbaiki Human Development Index (HDI).

      Sumber: LAKIP ESDM

      Hapus
  6. Q4/2014

    Fungsi laporan keuangan adalah menyajikan informasi keuangan dan bagi kita dapat dilihat sebagai laporan hasil pengukuran dari sebuah alat ukur.

    Lalu, informasi penting apa yang dapat kita ketahui dari sebuah Laporan Neraca?

    BalasHapus
  7. Q5/2014

    Kemudian, informasi penting apa yang dapat kita ketahui dari sebuah Laporan Laba Rugi?

    BalasHapus
  8. Q6/2014

    Apa penjelasan dan perbedaan CE (capital employed) dan WC (working capital) dan mengapa keduanya perlu dibedakan.

    BalasHapus
  9. Q7/2014

    Marii kita diskusikan persamaan dan berbedaan antara Revenue dengan Income serta Cost dengan Expense dan mengapa perlu dibedakan dalam konteks laporan keuangan?

    BalasHapus
  10. Q8/2014

    Ayo kita diskusikan disini kemungkinan-kemungkinan apa saja yang mungkin terjadi dari kasus dimana sebuah perusahaan yang mengalami penurunan total asset dan produksi tetapi justru mengalami peningkatan laba akhir tahun. Beri penjelasan singkatnya ya....

    (Tips: buat perkiraan dari struktur laporan Neraca dan Laba-Rugi)

    BalasHapus
  11. Q9/2014

    Menurut Anda, apakah DER (debt to equity ratio) perlu kita perhatikan? Dampak risiko apa saja yang akan dihadapi Perusahaan yang memiliki DER yang tinggi?

    BalasHapus

Membuat Link Pada Komentar Anda
Agar pembaca bisa langsung klik link address, ketik:
<a href="link address">keyword </a>
Contoh:
Info terkini klik <a href="www.manajemenenergi.org"> disini. </a>
Hasilnya:
Info terkini klik disini.

Menambahkan Gambar Pada Komentar
Anda bisa menambahkan gambar pada komentar, dengan menggunakan NCode berikut:

[ i m ] URL gambar [ / i m ]

Gambar disarankan memiliki lebar tidak lebih dari 500 pixels, agar tidak melebihi kolom komentar.