.

Jumat, 22 Februari 2013

Pengantar Analisis Laporan Keuangan

Seri Konsep Manajemen Strategis

oleh: Fajardhani

Pendahuluan
Laporan keuangan merupakan catatan yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan organisasi masa lalu. Tanpa laporan keuangan, analisis keuangan dan evaluasi tidak mungkin dilakukan oleh manajemen, dewan komisaris, investor, dan masyarakat. Analisis keuangan dilakukan antara lain untuk menilai kelangsungan usaha berdasarkan profitabilitas, solvabilitas, dan likuiditas dari suatu usaha.

Disni kita menyebut ada tiga jenis laporan keuangan, yaitu: laporan neraca (balance sheet - B/S), laporan laba rugi (profit and loss - P/L), dan laporan arus kas (cash flow - C/F). Ketiga laporan tersebut tidak independen satu dengan lainnya seperti pada gambar berikut ini.


Gambar 1. Keterkaitan Antar Laporan
Dan ada tiga jenis analisis utama yang dibutuhkan dari laporan keuangan yang disajikan, yaitu:

  1. Rencana vs. Aktual: membandingkn pro forma financial statements dengan laporan keuangan akhir tahun. Pro forma financial statements didefinisikan sebagai laporan keuangan yang berfokus pada masa depan atau dipersiapkan sebelum transaksi tahun berjalan dimulai.
  2. Analisis tren: membandingkan laporan keuangan saat ini dengan laporan keuangan sebelumnya untuk melihat area mana dari bisnis yang telah berubah, seberapa besar perubahan yang terjadi, mengapa hal itu terjadi. Contoh: tren profit, biaya, persediaan, piutang, dan lain sebagainya. Analisis ini bisa disebut sebagai analisis horizontal.
  3. Perbandingan dengan standar: analisis ini tidak hanya membandingkan kinerja bisnis dengan bisnis sejenis dalam industri, tetapi juga terhadap standar yang ditetapkan oleh bankir, investor, komisaris, atau atasan langsung.. Perbandingan keuangan ini biasanya dibuat dalam bentuk "rasio".
Ada dua bidang amatan yang dipelajari disini, yaitu: kinerja operasi dan likuiditas perusahaan.

Kinerja Operasi
Kita dapat mengetahui profitabilitas perusahaan dengan melihat jumlah laba pada Laporan laba rugi dan mengaitkannya dengan aktiva yang digunakan pada Laporan neraca.

Informasi pada Laporan laba rugi berupa: EBIT (laba sebelum bunga dan pajak), EBT (laba sebelum pajak), dan EAT (laba setelah pajak). Informasi pada Laporan neraca berupa: TA (total aktiva), CE (modal yang digunakan), NW (kekayaan bersih).

Rasio-rasio antara nilai-nilai neraca dan laporan laba-rugi yang dipelajari adalah:
  1. pengembalian atas aktiva (return on assets – ROA)
  2. pengembalian atas aktiva bersih (return on net assets – RONA)
  3. pengembalian atas modal yang digunakan (return on capital employed – ROCE)
  4. pengembalian atas modal yang diinvestasikan (return of invested capital – ROIC)
  5. pengembalian atas investasi (return on investment – ROI)
  6. pengembalian atas total aktiva (return of total assets – ROTA)
  7. pengembalian atas ekuitas (return on equity – ROE)
Informasi ROTA memberikan suatu ukuran efisiensi operasi perusahaan secara keseluruhan, sedangkan ROE menilai pengembalian kepada ekuitas pemegang saham.

Metode perhitungan ROTA adalah EBIT/TA dimana penggeraknya adalah besarnya laba dan total aktiva. Kinerja dapat ditingkatkan dengan memperhatikan keduanya. Persentase margin 10% memberi informasi mengenai tentang struktur EBIT bahwa presentase biaya adalah sebesar 90%. Marjin dapat ditingkatkan hanya jika presentase ini dapat dikurangi. Pengurangan biaya dapat dianalisis melalui informasi komponen-komponennya yang ada pada Laporan laba rugi. Selanjutnya adalah dengan mengendalikan TA dimana blok pembentuk aktiva adalah aktiva tetap, persediaan, dan piutang usaha (debitor).

Penurunan presentase biaya dan penurunan total aktiva akan meningkatkan return of total assets (ROTA) secara drastis dan sebaliknya.

Likuiditas perusahaan
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat jatuh tempo. Ketika kas habis, manajemen akan kesulitan untuk membuat keputusan independen. Bahkan masa depan usaha ada di tangan pihak ketiga seperti pemasok atau kreditor yang belum dibayar. Masa depan tersebut dapat berupa kebangkrutan, pengambilalihan secara paksa, dan lain sebagainya. Intinya, manajemen dapat kehilangan otoritas dan pemilik kehilangan seluruh investasinya.

Ukuran-ukuran likuiditas terdiri dari ukuran likuiditas jangka pendek (short term liquidity measures) yang terdiri dari rasio lancar (current ration), rasio cepat (quick ratio), rasio modal kerja terhadap penjualan (working capital to sales ratio), dan Hari perputaran modal kerja (working capital days).

Rasio lancar adalah perbandingan antara total aktiva lancar dan kewajiban lancar. Perhitungan rasio cepat mirip dengan rasio lancar dengan mengurangi nilai persediaan dari aktiva lancar. Informasi untuk perhitungan diambil dari Laporan neraca.

Laporan Neraca (B/S)
Laporan neraca memberikan potret atau gambaran tentang aktiva pada suatu waktu misalnya jam 24:00 pada tanggal 31 Desember 2012. Potret ini akan diulangi pada internal yang tetap misalnya pada jam, tanggal, dan bulan yang sama tahun berikutnya (lihat Gambar 1).

Gambar 2. Struktur Laporan Neraca (BS)
Istilah-istilah umum pada laporan neraca yaitu:
  1. total aktiva atau TA = FA + CA atau TA = OF + LTL + CL
  2. modal yang digunakan atau CE = FA + CA – CL atau CE = OF + LTL
  3. kekayaan bersih atau NW = FA + CA – CL – LTL
  4. modal kerja atau WC = CA – CL
Laporan Laba Rugi (P/L)
Laporan laba rugi mengkuntifikasi dan menjelaskan keuntungan atau kerugian selma periode waktu yang dibatasi oleh dua laporan neraca.

Gambar 3. Struktur Sederhana Laporan Laba Ruga (P/L)

Laporan Arus Kas (C/F)
Laporan arus kas tergantung pada dua neraca serta laporan laba rugi.


Sumber:
Walsh Ciaran, Key Management Ratios 3 ed, Penerbit Erlangga, 2003

Artikel Terkait

30 komentar:

  1. Pak Fajar, mau tanya Pak, dari gambar 2 sepertinya belum jelas bagi saya, manakah yang dimaksud/kepanjangan apakah:
    - LTL
    - ETL
    - WC

    Terima kasih banyak Pak.

    Wassalamu`alaykum wr.wb.

    RENNI EKAPUTRI (Teknik Elektro-MANTEL)

    BalasHapus
  2. Ibu Renni Ekaputri,

    Makasih banyak atas koreksinya. Kesalahan tersebut sangat mengganggu.
    Gambar dan tulisan sudah diperbaiki.
    Salam

    BalasHapus
  3. Q-1/2014
    Jika pertumbuhan merupakan insentif bagi suatu keberhasilan suatu usaha, indikator apa yang dapat digunakan untuk menilai saat menganalisis laporan keuangan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indikator yang dapat digunakan adalah pertumbuhan asset terhadap struktur modal
      Asset merupakan aktiva yang digunakan untuk aktivitas operasional perusahaan. Semakin besar asset diharapkan semakin besar hasil operasional yang dihasilkan oleh perusahaan.
      Pecking order theory menyatakan bahwa perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi akan melakukan ekspansi dengan cara menggunakan dana eksternal berupa hutang. Terjadinya peningkatan asset yang diikuti peningkatan hasil operasi akan semakin menambah kepercayaan pihak luar terhadap perusahaan. Dengan meningkatnya kepercayaan pihak luar (kreditor) terhadap perusahaan, maka proporsi hutang akan semakin lebih besar daripada modal sendiri. Hal ini didasarkan pada keyakinan kreditor atas dana yang ditanamkan ke dalam perusahaan dijamin oleh besarnya asset yang dimiliki perusahaan (Robert Ang, 1997).

      Sumber: klik.
      Ilham B, ME'13

      Hapus
    2. Menambahkan pendapat mas Ilham, selain asset itu sendiri, indikator-indikator ROCE, ROA (dan/atau ROTA) serta ROE tetap harus diperhatikan...

      Peran ROCE sangat penting bagi perusahaan untuk menambah profit karena ROCE mengindikasikan seberapa baik kinerja perusahaan dalam memanfaatkan modalnya untuk memperoleh profit yang maksimal.

      ROA (atau sering ditampilkan dalam indikasi ROTA) berfungsi untuk memberikan ukuran efisiensi operasional perusahaan secara keseluruhan dalam menggunakan aset-asetnya untuk menghasilkan keuntungan. Semakin tinggi ROA atau ROTA menunjukkan efisiensi kinerja operasi perusahaan.

      ROE menunjukkan pengembalian pada ekuitas pemegang saham. Walsh (2003) menyebutkan bahwa ROE merupakan rasio yang paling penting dalam keuangan perusahaan. ROE mengukur pengembalian absolut yang akan diberikan perusahaan kepada para pemegang saham. Suatu angka ROE yang bagus akan membawa keberhasilan bagi perusahaan yang mengakibatkan tingginya harga saham dan membuat perusahaan dapat dengan mudah menarik dana baru. Hal itu juga akan memungkinkan perusahaan untuk berkembang, menciptakan kondisi pasar yang sesuai, dan pada gilirannya akan memberikan laba yang lebih besar dan seterusnya. Semua hal itu dapat menciptakan nilai yang tinggi dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

      Selain itu, Walsh juga menyebutkan filosofi bahwa seluruh perusahaan komersial menggunakan uang untuk membayar bahan baku yang digunakan. Oleh karena itu, perusahaan harus memperoleh pengembalian yang cukup untuk memenuhi pembayaran tersebut. Perusahaan-perusahaan yang dapat terus memperoleh pengembalian yang cukup untuk membayar suku bunga pasar atas dana pinjaman biasanya akan sejahtera atau makmur. Sementara perusahaan yang tidak berhasil selama periode yang cukup panjang untuk memenuhi suku bunga pasar ini biasanya tidak dapat bertahan setidaknya dalam bentuk yang sama dan di bawah kepemilikan yang sama.

      Sumber: Walsh, C. (translated by Haikal, S.) 2003. Key Management Ratios, ed. 3. Jakarta: Penerbit Erlangga

      Bagus, ME’13

      Hapus
    3. Mas ilham menanggapi antara hubungan asset dengan hutang ini sangat menarik diman mas ilham mengutip pada pernyataan (Robert Ang, 1997) bahwa semakin tinggi asset maka dengan kepercayaan kreditor dalam perkembangannya usaha tersebut juga akan semakin besar disini yang menarik bagi saya untuk menjadi pertanyaan bagaimanakah proporsi perbandingan antar hutang dan nilai asset tersebut apakah harus beimbang atau seperti apa?korelasinya bagi saya untuk menghitung jika hutang itu dalam jangka panjang apa pengaruhnya terhadap asset?

      Hapus
    4. mencoba menjawab pak indrawan,
      berdasarkan referensi yang ada, apabila debt ratio semakin tinggi, sementara proporsi total aktiva tidak berubah maka hutang yang dimiliki perusahaan semakin besar. Total hutang semakin besar berarti rasio financial atau rasio kegagalan perusahaan untuk mengembalikan pinjaman semakin tinggi.
      dan sebaliknya apabila debt ratio semakin kecil maka hutang yang dimiliki perusahaan juga akan semakin kecil dan ini berarti risiko financial perusahaan mengembalikan pinjaman juga semakin kecil.
      Menurut buku "key management ratios" (hal 123-124), untuk rasio hutang terhadap total aktiva berbeda beda setiap negara juga sektornya: contoh Negara AS, Inggris dan Jepang kurang dari 60%, sedangkan Uni Eropa melebihi 60%.

      Hapus
  4. Q-2/2014
    Jika tingkat kesehatan dapat menjadi indikator pertumbuhan yang berkelanjutan suatu usaha, apa yang diukur dari informasi yang disajikan laporan keuangan untuk menilai tingkat kesehatannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk mengukur tingkat kesehatan suatu perusahaan, dapat dilihat dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas.

      1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratio) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajian financial jangka pendek yang berupa hutang – hutang jangka pendek (short time debt). Menurut Van Horne :”Sistem Pembelanjaan yang baik Current Ratio harus berada pada batas 200% dan Quick Ratio berada pada 100%”. Adapun yang tergabung dalam rasio ini adalah :

      a. Current Ratio (Rasio Lancar)
      Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki,
      Contoh : Current Ratio Pada PT XYZ Medan adalah sebagai berikut (dalam Rupiah ) :
      Tahun 2005 : = 1,04
      Tahun 2006 : = 1,05
      Ini berarti bahwa kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar, untuk tahun 2005 adalah setiap Rp. 1 hutang lancar dijamin oleh Aktiva lancar Rp. 1,04. Untuk tahun 2006 adalah setiap hutang lancar Rp. 1 dijamin oleh Rp.1,05 aktiva lancar.
      b. Quick Ratio (Rasio Cepat)
      Merupakan rasio yang digunaka untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid.
      c. Cash Ratio (Rasio Lambat)
      Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia dan yang disimpan di Bank.

      2. Ratio Solvabilitas
      Rasio ini disebut juga Ratio leverage yaitu mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya dengan dana yang dipinjam dari kreditur perusahaan tersebut. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang rasio ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman (Bank). Adapun Rasio yang tergabung dalam Rasio Leverage adalah :
      a. Total Debt to Equity Ratio (Rasio Hutang terhadap Ekuitas)
      Merupakan Perbandingan antara hutang – hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibanya.
      b. Total Debt to Total Asset Ratio ( Rasio Hutang terhadap Total Aktiva )
      Rasio ini merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang.
      3. Ratio Rentabilitas
      Rasio ini disebut juga sebagai Ratio Profitabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan, profitabilitas suatu perusahaan mewujudkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut.Yang termasuk dalam rasio ini adalah :
      a. Gross Profit Margin ( Margin Laba Kotor)
      Merupakan perandingan antar penjualan bersih dikurangi dengan Harga Pokok penjualan dengan tingkat penjualan, rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan.
      b. Net Profit Margin (Margin Laba Bersih)
      Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur laba bersih sesudah pajak lalu dibandingkan dengan volume penjualan.
      c. Earning Power of Total investment
      Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto.
      d. Return on Equity (Pengembalian atas Ekuitas)
      Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi seluruh pemegang saham, baik saham biasa maupun saham preferen.

      Sumber: klik.

      Hapus
  5. Q-3/2014
    Menurut Anda, mengapa instansi yang bekerja untuk sektor publik juga memerlukan pertumbuhan dan apa ada indikator keberhasilan yang digunakan di sisi publik? (sektor telekomunikasi dan sektor energi).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Instansi publik khususnya PT PLN (Persero) memerlukan pertumbuhan dalam rangka mengembangkan usahanya di bidang penyediaan tenaga listrik, indikator pertumbuan antara lain peningkatan asset, dengan meningkatnya asset tentunya akan mudah bagi PLN untuk melakukan pinjaman.
      Dengan PT PLN (Persero) saat ini masih mengandalkan besarnya margin keuntungan dalam membantu mengembangkan usahanya, maka Indikator keberhasilan yang dapat digunakan adalah sejauh mana PT PLN (Persero) dapat mengoptimalkan besarnya margin keuntungan yang diberikan untuk meningkatkan kapasitas pembangkit dan jaringan dalam memenuhi kebutuhan listrik serta menurunkan BPP tenaga listrik di sistem kelistrikan yang masih menggunakan pembangkit berbahan bakar minyak .

      Hapus
    2. Sektor publik dan instansi yang bekerja di sektor publik tersebut juga memerlukan pertumbuhan. Di sektor energi, misalnya ESDM, Minerba dan Ketenagalistrikan. Beberapa indikator yang dipakai adalah laporan keuangan dan laporan kinerja, atau sering disebut LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah). Indikator ini cukup penting karena memperlihatkan seberapa efektif dan efisien instansi tersebut bekerja, yang berujung pada pertumbuhan ekonomi skala makro dan kesejahteraan rakyat. Hal ini sedikit berbeda dengan perusahaan yang bergerak di sektor swasta yang menekankan laba dan tingkat pengembalian (return) yang cukup tinggi.

      Sektor ESDM tetap menjadi andalan dan berpengaruh dalam mendukung pembangunan dan perekonomian nasional, baik melalui sisi fiskal, moneter maupun sektor riil. Disamping itu sektor ESDM juga memiliki peranan penting yaitu sebagai penjamin sumber pasokan (energi dan minerba) yang didukung oleh harga energi yang terjangkau dan kemampuan meningkatkan nilai tambah.

      Dari sisi fiskal, sektor ESDM berkontribusi terhadap penerimaan negara (revenue) tapi di sisi lain menimbulkan konsekuensi subsidi energi.

      Dari sisi moneter, komoditas ESDM yang bersifat adminestered price akan berperan terhadap besaran/dinamika inflasi nasional.

      Sedangkan dari sektor riil, secara timbal balik, sektor ESDM berperan terhadap tumbuhnya investasi dan di saat bersamaan juga membutuhkan investasi untuk berkembang.

      Semua ini pada akhirnya akan menjadi landasan gerak untuk pembangunan nasional yang dilakukan melalui four tracks yaitu:
      - pertumbuhan (pro-growth)
      - penciptaan lapangan kerja (pro-job),
      - pemerataan pembangunan dengan orientasi pengentasan kemiskinan (pro-poor),
      - kepedulian terhadap lingkungan (pro-environment).
      Kinerja sektor ESDM secara umum dapat dinilai dari capaian indikator kinerja sektor ESDM yang mencakup antara lain, penerimaan sektor ESDM, subsidi energi, investasi, pasokan energi dan mineral, dan pembangunan daerah (Dana Bagi Hasil dan Community Development).

      Selain itu, capaian kinerja sektor ESDM juga dapat terlihat dari kegiatan atau capaian-capaian pembangunan yang berhasil dilaksanakan selama tahun berjalan seperti pembangunan infrastruktur, penandatangangan kontrak-kontrak ESDM, penyelesaian permasalahan, dan prestasi-prestasi kinerja strategis lainnya.

      Sehingga kinerja sektor ESDM ini menjadi indikator keberhasilan pembangunan nasional, antara lain: penerimaan negara, pembangunan daerah, investasi, subsidi, penyediaan energi dan bahan baku domestik serta efek berantai lainnya termasuk menciptakan lapangan kerja, yang secara tidak langsung akan memperbaiki Human Development Index (HDI).

      Sumber: LAKIP ESDM

      Hapus
  6. Q4/2014

    Fungsi laporan keuangan adalah menyajikan informasi keuangan dan bagi kita dapat dilihat sebagai laporan hasil pengukuran dari sebuah alat ukur.

    Lalu, informasi penting apa yang dapat kita ketahui dari sebuah Laporan Neraca?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di dalam akuntansi keuangan, Neraca atau laporan posisi keuangan (balance sheet) adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, liabilitas, dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaan akuntansi berikut:

      aset = liabilitas + ekuitas
      Informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas dan sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu periode akuntansi (triwulanan, caturwulanan, atau tahunan).

      Hapus
    2. laporan neraca atau yang juga disebut dengan balance sheet merupakan sebuah potret yang dapat menggambarkan posisi keuangan suatu perusahaan mulai dari aktiva (asset), liabilities (kewajiban) dan ekuitas (modal).

      1. Aktiva (Asset)
      yang dimaksud dengan aktiva disini adalah semua hak yang dapat digunakan dalam perusahaan. aktiva ini terbagi menjadi 2 yaitu aktiva tetap (jangka panjang) dan aktiva lancar (jangka pendek). Perbedaan antara keduanya adalah aktiva tetap memiliki jangka waktu perputaran lebih dari satu tahun, contohnya adalah bangunan gedung, tanah, gedung, dst. Sedangkan aktiva lancar merupakan aktiva yang mudah dijadikan uang dalam waktu relatif pendek (kurang dari satu tahun), contohnya: kas, piutang, peralatan kantor, dsb

      2. liabilities (kewajiban)
      liabilitis merupakan kewajiban perusahaan yang harus dibayarkan meliputi hutang-hutang yang harus dilunasi. kewajiban/liabilities ini dibedakan menjadi 2 macam, yaitu kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Kewajiban jangka pendek merupakan kewajiban yang harus segera dilunasi dalam jangka waktu yang relatif singkat (kurang dari 1 tahun), contohnya bunga, pajak, dsb. sedangkan kewajiban jangka panjang merupakan hutang yang bersifat jangka panjang dan dapat dilunasi dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun

      3. Ekuitas (modal)
      merupakan nilai dari besarnya aktiva dikurangi dengan nilai kewajiban perusahaan. nilai ekuitas menggambarkan kekayaan bersih pemilik perusahaan.

      dengan adanya laporan keuangan maka dapat menjadi suatu laporan keuangan yang kuantitatif untuk mendukung pemegang saham dalam mengambil suatu keputusan.

      Hapus
    3. Laporan Neraca memberikan kita informasi mengenai :

      1. Bagaimana melihat kekuatan finansial dan kapabilitas suatu bisnis
      2. Melihat dan mengkaji asset, debit dan working capital dari suatu bisnis
      3. Membandingkan nilai penurunan atau peningkatan suatu bisnis dari waktu ke waktu
      4. Melihat bagaimana liquidity suatu bisnis
      5. Melihat Bagaimana kempuan suatu perusahaan untuk membayar "debt" dalam jangka waktu yang pendek dan panjang

      Dengan laporan neraca ini kita bisa mengidentifikasi dan menganalisa suatu trend terutama di area penerimaan dan pembayaran. Dengan Laporan neraca beserta laporan "income statement" adalah dasar elemen untuk menyediakan laporan keuangan kepada pemberi/peminjam dana yang potensial seperti bank, investor dan vendor yang mempertimbangkan berapa banyak pinjaman yang akan diberikan untuk suatu perusahaan.

      Sumber :
      http://www.smallbusiness.wa.gov.au/understanding-balance-sheets/#why-prepare
      http://www.inc.com/articles/2000/05/18941.html
      http://work.chron.com/balance-sheet-used-for-9016.html

      William Maha Putra ME 14

      Hapus
  7. Q5/2014

    Kemudian, informasi penting apa yang dapat kita ketahui dari sebuah Laporan Laba Rugi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Laporan laba rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih, Sedangkan informasi yang diperoleh dari laporan laba rugi diantaranya: EBIT (laba sebelum bunga dan pajak), EBT (laba sebelum pajak), EAT (laba setelah pajak), dan RE (laba ditahan). Selanjutnya, laporan laba rugi ini memiliki beberapa manfaat terutama bagi perusahaan, diantaranya Untuk mengukur kinerja perusahaan, memberikan dasar untuk memprediksi kinerja masa depan, serta membantu menilai resiko arus kas

      Hapus
    2. Laporan Laba rugi merupakan ringkasan dari performa finansial dari suatu bisnis dari waktu ke waktu. Dengan adanya laporan ini, hal ini merefleksikan performa bisnis di masa lalu dan laporan ini banyak digunakan untuk bisnis kecil dalam memonitor bagiamana performa bisnis mereka.

      Menurut website http://www.smallbusiness.wa.gov.au/understanding-profit-loss-statements/, Dengan adanya laporan laba rugi kita dapat mengetahui informasi :
      1. Menjawab pertanyaan Berapa banyak uang yang telah saya buat?
      2. Bagaimana performa suatu bisnis dibandingkan dengan sektor tersebut.
      3. Menggunakan performa yang lalu untuk membuat perancanagan ke depan yang dapat dipertanggungjawabkan
      4. Mengetahui perkembangan bisnis dan kesehatan finansial sepanjang waktu
      5. Mendeteksi permasalahan yang berhubungan dengan sales.
      6. Menyediakan bukti penerimaan jika kita membutuhkan pinjaman
      7. Mengkalkulasi penerimaan dan pengeluaran ketika menyelesaikan "tax return"

      Informasi ini dapat digunakan oleh pemilik bisnis bagaimana mengidentifikasi kesuksesan mereka dan hambatan mereka. Investor akan menggunakan laporan ini sebagai alat ukur dalam kesehatan finansial ketika ingin berinvestasi.

      Sumber :
      http://www.dummies.com/how-to/content/understanding-profit-and-loss-reports.html
      http://www.smallbusiness.wa.gov.au/understanding-profit-loss-statements/
      http://www.business.qld.gov.au/business/running/making-and-managing-money/understanding-financial-terms-and-reports/understanding-profit-and-loss-reports

      William Maha Putra, ME 14

      Hapus
  8. Q6/2014

    Apa penjelasan dan perbedaan CE (capital employed) dan WC (working capital) dan mengapa keduanya perlu dibedakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Working Capital

      "Working capital: misalnya untuk investasi yang harus “diisi” ulang, seperti stok barang dagangan (karena dihitung sebagai aset, bukan biaya). Sering disebut current assets atau short-term" assets Sedangkan definisi working capital menurut answers.com "excess current assets over current liailities". di mana current asset tersebut akan dikonversikan ke cash dalam waktu periode tertentu.
      Capital Employed
      " Jumlah dari incremental fixed capital dan incremental working capital yang (dibutuhkan) atau yang (tidak lagi dibutuhkan) sebuah proyek disebut dengan istilah modal yang dipakai (capital employed. Capital Employeed total juga merupakan penjumlahan dari capital-capital employed dan kadang-kadang dianggap gross atau total aset sebelum depresiasi. Total Capital Employed ini meliputi dari fixed asset dan current asset. Ketika kita menghitung capital employed dengan basis asset, ada beberapa hal yang perlu dipelajari yakni. Setiap aset yang tidak digunakan harus dikeluarkan dari perhitungan contohnya seperti hak paten, trade mark, etc. Apabila mereka mempunyai potensi nilai jual, maka aset itu harus diperhitungkan. Dengan kata lain investasi yang tidak berhubungan dengan bisnis, harus dikeluarkan dari perhitungan.

      Sumber :
      http://itgov.cs.ui.ac.id/miti/handout%20miti.pdf
      http://www.answers.com/Q/Difference_between_working_capital_and_capital_employed

      Hapus
  9. Q7/2014

    Marii kita diskusikan persamaan dan berbedaan antara Revenue dengan Income serta Cost dengan Expense dan mengapa perlu dibedakan dalam konteks laporan keuangan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setelah membaca referensi yang ada :

      a). Perbedaan Revenue dan Income

      Pengertian income berbeda dengan pendapatan akan tetapi dalam ilmu ekonomi income dapat diartikan pendapatan. Income lebih menitikberatkan pada arti pendapatan bersih (net income) atau pendapatan yang telah dikurangi dengan biaya dan beban untuk mendapatkannya.

      Income : kelebihan revenue atas expired cost untuk mencapai revenue. Income merupakan keseluruhan pendapatan dikurangi biaya biaya operasionalnya.
      revenue :
      1. penghasilan yang timbul dari aktivitas utama kita dan dinyatakan dalam gross inflows.
      2. sesuatu (hasil imbalan) yang kita peroleh atau dapatkan terhadap adanya penyerahan barang atau jasa yang telah diproduksi dalam operasi perusahaan.

      b). Perbedaan Cost dan expenses

      Biaya atau cost adalah sesuatu yang kita keluarkan dalam bentuk kas atau setara kas dengan harapan kita akan mendapatkan keuntungan atau manfaat secara ekonomis dimasa mendatang

      Beban atau expense : Sesuatu yang kita korbankan dalam bentuk kas atau setara kas dalam rangka memperoleh pendapatan misalnya akun-akun yang tertera dalam laporan laba-rugi. Beban listrik, air , beban penyusutan. dll

      Sumber :

      http://nanangbudianas.blogspot.com/2013/02/pengertian-revenue-dan-income_7148.html
      http://blog.kangsatria.com/2013/04/perbedaan-antara-biaya-cost-dan-beban.html

      William Maha Putra ME 14

      Hapus
  10. Q8/2014

    Ayo kita diskusikan disini kemungkinan-kemungkinan apa saja yang mungkin terjadi dari kasus dimana sebuah perusahaan yang mengalami penurunan total asset dan produksi tetapi justru mengalami peningkatan laba akhir tahun. Beri penjelasan singkatnya ya....

    (Tips: buat perkiraan dari struktur laporan Neraca dan Laba-Rugi)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apabila terjadi suatu kasus dimana asset dan produksi perusahaan menurun namun mengalami laba akhir tahun maka faktor penyebabnya adalah :

      Efisiensi pengeluaran/biaya

      jika melihat dari laporan laba-rugi suatu perusahaan, salah satu hal yang menyebabkan laba tetap naik walaupun asset dan produksi menurun adalah melakukan effisiensi pada pengeluaran/biaya pada produksi perusahaan. Apabila penurunan/effisiensi pengeluaran lebih besar daripada penurunan jumlah produksi, maka akan menghasilkan selisih laba pada akhir tahun nya

      Hapus
  11. Q9/2014

    Menurut Anda, apakah DER (debt to equity ratio) perlu kita perhatikan? Dampak risiko apa saja yang akan dihadapi Perusahaan yang memiliki DER yang tinggi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ditinjau dari definisinya, DER atau Debt-To-Equity Ratio, adalah kewajiban perusahaan (liabilities) terhadap modal para pemegang saham (Shareholder's Equity).

      Umumnya wajar bagi suatu perusahaan untuk terus bertumbuh untuk mengembangkan perusahaanya, tetapi itu akan berdampak sangat buruk bila pertumbuhan perusahaan dibiayai dengan utang (Debt), dan Nilai perbandingan DER ini nantinya akan menjadi faktor penting bagi para stakeholder untuk memutuskan iya atau tidaknya mereka berinvestasi ke suatu perusahaan,karena nilai DER yang Tinggi, mengindikasikan bahwa investasi mereka itu High-Risk. Dikarenakan nilai DER yang tinggi menunjukan bahwa hampir sebagian besar aset yang dimiliki oleh perusahaan tersebut, dibiayai oleh utang, dibandingkan dengan dana investasi dari para pemegang saham, ini merupakan suatu kondisi yang tidak baik, karena apabila pendanaan aset dilakukan dengan nilai utang, maka pendanaan ini akan berimbas kepada keuntungan yang didapat oleh perusahaan, karena keuntungan yang mereka dapatkan akan digunakan untuk menutup utang tersebut, dan nantinya bila ratio utang sudah jauh lebih besar maka perusahaan tersebut akan berpotensi untuk bangkrut (collapse)

      Oleh karena itu, dampak risiko yang dihadapi oleh perusahaan yang memiliki DER yang tinggi, antara lain

      1. Income yang didapat akan cenderung menurun.
      2. Asset yang dibayarkan dengan hutang, tidak akan bertambah nilai asetnya
      3. Berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan investasi ke perusahaan tersebut
      4. Kebangkrutan

      -Sumber :

      http://www.investopedia.com/terms/d/debtequityratio.asp
      http://accountingexplained.com/financial/ratios/debt-to-equity


      Salam Energi,
      Augtiaji Awang Baskoro

      Hapus
    2. Ketika Debt to Equity Rationya tinggi maka kemungkinan terjadinya ketidakmampuan untuk membayar kembali itu juga tinggi. Resiko DER yang tinggi akan menjadikan sebuah bisnis rentan dengan "kebangkrutan". Ditambah lagi, umumnya sebuah bank akan menghendaki DER yang rendah ketika mereka ingin meminjamkan kepada pemilik bisnis. Hal ini dikarenakan nilai rasio yang tinggi pada DER akan mengurangi keyakinan bank dalam pengembalian uang mereka. Oleh karena itu, pemilik bisnis akan sulit sekali mendapatkan modal tambahan untuk bisnis mereka.

      Debt Equity ratio ini juga dapat dijadikan ratio untuk mengevaluasi bisnis kita. DER ini dapat memprediksi "wajah" bisnis kita di kemudian hari. Apabila kita memiliki DER yang tinggi, maka itu mengindikasikan harus adanya perubahan yang signifikan yang dilakukan untuk meningkatkan "profitability" di suatu bisnis di kemudian hari. DER yang tinggi membuat prospek suatu bisnis akan terlihat negatif.

      Sumber :

      http://smallbusiness.chron.com/advantages-disadvantages-debt-equity-financing-55504.html
      http://www.ehow.com/info_12057193_disadvantages-high-debttoequity-ratio.html
      http://smallbusiness.chron.com/disadvantages-high-debttoequity-ratio-56239.html

      William Maha Putra ME 14

      Hapus
    3. Debt-Equity Ratio (DER) merupakan perbandingan antara jumlah kewajiban jangka panjang perusahaan dengan jumlah ekuitas/modal perusahaan. ketika kita mengatahui DER suatu perusahaan, maka kita dapat menganalisa apakah dengan arus kas yang ada dapat menutupi kewajiban/hutang perusahaan.

      Semakin tinggi nilai DER maka akan mengharuskan pihak manajemen untuk menjaga agar arus kas perusahaan tetap "sehat" dikarenakan meningkatnya nilai DER artinya kewajiban/hutang perusahaan mengalami peningkatan dibandingkan dengan ekuitas, dan hal ini merupakan resiko besar bagi perusahaan.

      Khusus untuk bidang perbankan angka DER bisa mencapai di atas 7 , sesuai dengan peraturan yang ada. Angka DER yang besar pada bank dikarenakan tabungan dan deposito dianggap sebagai hutang. Saat ini pada bidang perbankan jumlah hutang yang diatas 7 kali modal dianggap wajar. Pada bidang lainnya angka DER yang sehat biasanya di bawah angka 1.

      sumber :
      http://sahamgembira.blogspot.com/2008/01/debt-to-equity-ratio-der.html
      http://economictimes.indiatimes.com/definition/debt-equity-ratio

      Hapus
    4. Berbicara DER (Debt To Equity Ratio) berarti membahas tentang kekuatan keuangan suatu perusahaan.Apa itu kekuatan keuangan, kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam operasi yang sedang menurun. dan untuk melihat kekuatan keuangan suatu perusahaan kita dapat lihat dari total pinjaman perusahaan dan kemudian menghubungkannya dengan arus kas perdagangan.Dengan demikian kita dapat memprediksi bisnis kita dikemudian hari.

      Analisis struktur modal sangat penting bagi perusahaan karena keputusan tentang Debt to Equity Ratio (DER) tertentu akan mempengaruhi baik nilai saham maupun earning per share. Nilai saham yang tinggi akan menarik bagi pemegang saham dan bagi investor untuk membeli saham perusahaan maka dari itu nilai DER tidak boleh tinggi.

      *sumber :
      Key managament ratio third edition ( ciaran walsh ).
      Analysis of financial statements third edition ( pamela peterson drake and frank j fabozzi

      Adi Waskito ME'14

      Hapus

Membuat Link Pada Komentar Anda
Agar pembaca bisa langsung klik link address, ketik:
<a href="link address">keyword </a>
Contoh:
Info terkini klik <a href="www.manajemenenergi.org"> disini. </a>
Hasilnya:
Info terkini klik disini.

Menambahkan Gambar Pada Komentar
Anda bisa menambahkan gambar pada komentar, dengan menggunakan NCode berikut:

[ i m ] URL gambar [ / i m ]

Gambar disarankan memiliki lebar tidak lebih dari 500 pixels, agar tidak melebihi kolom komentar.